bukamata.id – Di saat seluruh pasang mata pencinta sepak bola nasional tertuju pada drama penentuan juara Super League 2025-2026, nakhoda Timnas Indonesia, John Herdman, justru mengambil langkah tak terduga. Pria asal Inggris tersebut memilih absen dari atmosfer panas laga hidup-mati yang melibatkan Persib Bandung dan Borneo FC pada Sabtu sore (23/5/2026).
Bukannya terbang ke Bandung atau Samarinda, Herdman justru merapat ke Jakarta International Stadium (JIS). Ia memilih pasang mata pada bentrokan antara Persija Jakarta kontra Semen Padang. Keputusan ini terbilang berani, mengingat Persib (78 poin) dan Borneo FC (76 poin) sedang terlibat aksi saling sikut di pekan pemungkas demi mahkota juara. Namun, sang juru taktik rupanya punya misi rahasia yang jauh lebih krusial demi masa depan skuad Garuda.
Berburu Potensi Rayhan Hannan
Fokus utama Herdman di Jakarta adalah memantau langsung talenta muda Macan Kemayoran, Rayhan Hannan. Nama gelandang berbakat ini memang belum masuk dalam daftar 23 pemain yang dipanggil untuk pemusatan latihan (TC) Piala AFF 2026.
“Saya akan pergi melihat Persija, saya akan menonton pertandingan itu. Saya akan melihat Hannan lebih dekat, saya ingin melihatnya secara langsung. Itu langkah penting,” kata John Herdman di Jakarta, Jumat (21/5/2026).
Herdman ingin menguji kekuatan mental sang pemain. Ia penasaran melihat bagaimana respons Hannan di atas lapangan saat tahu dirinya sedang dipantau langsung oleh pelatih kepala tim nasional.
“Dia sudah mengambil langkah bagus, tetapi ketika pelatih kepala muncul dan Anda tahu Anda sedang diawasi, apakah Anda masih bisa tampil? Ada beberapa pemain lain di Persija yang saya minati,” ujarnya.
Jaga Netralitas, Emoh Tambah Beban Pemain
Selain misi berburu pemain, Herdman mengungkapkan alasan psikologis di balik keputusannya menjauhi Stadion GBLA maupun Stadion Segiri. Menurutnya, kehadiran pelatih Timnas di tengah laga final yang krusial justru bisa menjadi bumerang dan merusak konsentrasi para pemain yang sedang stres memburu trofi.
“Saya tahu ini pertandingan besar bagi Persib. Jadi, tidak ada tekanan pada mereka. Saya juga tidak akan pergi ke Borneo FC dan memberikan tekanan ekstra pada pemain mereka,” tuturnya.
Ia ingin membiarkan kedua tim bertarung secara natural tanpa ada beban tambahan untuk unjuk gigi di depan pelatih timnas.
“Saya akan netral dan membiarkan orang-orang ini bertarung habis-habisan. Tapi betapa bagusnya bagi Indonesia untuk memiliki hari terakhir di mana semuanya diperhitungkan. Jadi, saya harus tetap netral. Jadi, saya akan menonton Persija,” lanjut Herdman.
Komposisi Kekuatan Klub Top di Skuad Garuda
Keputusan Herdman untuk tidak memantau langsung Persib atau Borneo FC terbilang logis karena ia sudah mengantongi peta kekuatan kedua tim. Di dalam daftar panggil TC Timnas saat ini, pilar-pilar dari klub yang bersaing sudah mendominasi.
Berikut adalah sebaran pemain langganan timnas dari klub-klub papan atas tersebut:
| Klub | Pemain di TC Timnas |
| Persija Jakarta | Fajar Fathurrahman, Witan Sulaeman, Shayne Pattynama, Eksel Runtukahu |
| Persib Bandung | Thom Haye, Saddil Ramdani, Marc Klok |
| Borneo FC | Alfahrezzi Buffon, Nadeo Argawinata, Rivaldo Pakpahan |
Langkah senyap Herdman di JIS menjadi bagian dari persiapan matang menjelang Piala AFF 2026. Berdasarkan hasil undian, Timnas Indonesia berada di Grup A dan akan bersaing ketat dengan Vietnam, Singapura, Kamboja, serta menunggu pemenang babak kualifikasi antara Timor Leste atau Brunei Darussalam.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










