bukamata.id – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus menata infrastruktur telekomunikasi, termasuk kabel udara semrawut yang mengganggu estetika kota dan membahayakan keselamatan warga.
Terbaru, sepanjang 500 meter kabel semrawut di kawasan Jalan Laswi, Bandung, berhasil dirapikan oleh tim gabungan Pemkot dan operator telekomunikasi.
Plt. Sekretaris Diskominfo Kota Bandung, Mahyudin, menyatakan bahwa penataan kabel ini bukan sekadar respons atas aduan warga, tetapi bagian dari program rutin yang dilaksanakan setiap hari Selasa. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 70 ruas jalan yang ditangani.
“Setiap pelaksanaan, kabel yang dirapikan antara 500 meter hingga 1 kilometer. Kami bekerja sama dengan sekitar 30 operator anggota Apjatel,” kata Mahyudin, Selasa (5/8/2025).
Penataan ini dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kabel menjuntai. Mahyudin menegaskan, jika warga menemukan kabel membahayakan, mereka diperbolehkan memotongnya terlebih dahulu dan melapor ke Bandung Siaga 112. Operator akan bertanggung jawab atas kabel tersebut.
“Kalau sudah membahayakan, bisa digunting dulu saja. Keselamatan masyarakat adalah yang utama,” ujarnya.
Pemkot Bandung juga terus mengembangkan sistem ducting bawah tanah. Saat ini, sudah tersedia 13 jalur ducting milik pemerintah ditambah 15 jalur dari pihak swasta, PT BII. Seluruh provider telekomunikasi nantinya wajib memindahkan kabel ke jalur bawah tanah agar tak ada lagi kabel udara sembarangan.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, meninjau langsung kegiatan penataan kabel di Jalan Laswi. Ia menegaskan bahwa pemerintah menanggapi serius semua laporan warga.
“Dua hari setelah laporan masuk, tim langsung turun ke lapangan. Ini bentuk respons cepat kami. Walaupun kegiatan ini rutin, aduan masyarakat tetap prioritas,” katanya.
Erwin menambahkan, penataan kabel ini penting untuk mencegah kecelakaan, terutama anak-anak yang bermain layangan di sekitar kabel. Ia mengingatkan warga soal insiden di kawasan Kopo akibat kabel menjuntai yang membahayakan pengguna jalan.
“Kita tidak ingin kejadian serupa terulang kembali,” tegasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










