Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Berburu Sarapan di Bandung? Ini 5 Tempat Lontong Kari yang Bisa Dicoba

Selasa, 20 Oktober 2026 05:00 WIB

Bantuan Subsidi Upah 2026 Total Rp900 Ribu, Kapan Cair ke Rekening Pekerja?

Selasa, 20 Oktober 2026 04:00 WIB

5 Wisata Kuliner Malam Cirebon 2026, Wajib Coba Empal Gentong!

Selasa, 20 Oktober 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Berburu Sarapan di Bandung? Ini 5 Tempat Lontong Kari yang Bisa Dicoba
  • Bantuan Subsidi Upah 2026 Total Rp900 Ribu, Kapan Cair ke Rekening Pekerja?
  • 5 Wisata Kuliner Malam Cirebon 2026, Wajib Coba Empal Gentong!
  • Pencairan Bansos Tahap 4 Bertahap! Begini Cara Cek PKH & BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP
  • Eropa Membara! Berawal dari Aksi Pelajar Prancis, Gelombang Unjuk Rasa Meluas Hingga Bentrokan di 6 Negara
  • Jelang Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Disdik Jabar Tebar Ancaman Sanksi Bagi Pelajar yang Nekat Ikut Aksi
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • French Open 2026 Dibayangi Kericuhan Paris, Tim Bulu Tangkis Indonesia Tetap Fokus
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kang Arfi Minta Saran Ahli Atasi Persoalan Banjir dan Ketersediaan Air Bersih

By Aga GustianaSabtu, 19 Oktober 2024 17:32 WIB4 Mins Read
Arfi dalam giat Mapay Lembur 40 Jam Bersama Warga. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wilayah RT 6 dan 7 di RW 7, Kelurahan Babakan Tarogong, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung bernama Blok Banjir. Nama itu merupakan cerminan dari kondisi wilayah yang rawan banjir setiap musim hujan.

Calon Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi bersilaturahmi dan menyapa warga Blok Banjir, Sabtu (19/10/2024). Titik silaturahmi itu merupakan rangkaian dari Kang Arfi Mapay Lembur 40 Jam Bersama Warga.

Dalam kegiatan tersebut, Kang Arfi didampingi ahli Teknik Sumber Daya Air sekaligus Guru Besar Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Prof Indratmo.

“Melaksanakan rangkaian kegiatan Mapay Lembur 40 Jam Bersama Warga. Ternyata, ada wilayah yang bernama Blok Banjir. Ketika silaturahmi itu, selain mendengar langsung keluhan masyarakat, saya banyak bertanya ke beliau (Prof Indratmo) untuk menghadirkan solusi engineering atas persoalan di Blok Banjir,” tutur Kang Arfi.

Berdasarkan keluhan sejumlah warga, Kang Arfi mengemukakan, Blok Banjir mengalami kekurangan air saat kemarau, tapi banjir ketika musim hujan. Hal itu menjadi situasi dilematik warga.

Baca Juga:  Banjir Dayeuhkolot Rendam Ribuan Rumah, Warga Terdampak Capai Belasan Ribu Jiwa

“Ibu-ibu curhat, mengharapkan musim hujan agar sumurnya berisi air. Namun, pada sisi lain, warga kebanjiran setiap musim hujan,” tutur Kang Arfi.

Menginap di Sekretariat Karang Taruna Tunas Bhakti, Jalan Babakan Irigasi, Babakan Tarogong, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kang Arfi melihat langsung keseharian warga yang bergantung ke fasilitas penyediaan air untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Kang Arfi turut memohon saran dari Prof Indratmo untuk solusi penyediaan air bersih yang lebih memadai bagi masyarakat setempat.

“Bagi saya, untuk menjadi pemimpin mesti mau mendengar. Selain itu, menjadi kepala daerah tak melulu yang paling pintar. Akan tetapi, untuk menjadi kepala daerah, mesti mampu mengakses figur-figur pintar dari berbagai disiplin untuk bersama-sama menghadirkan solusi atas persoalan di Kota Bandung,” tutur Kang Arfi.

Kang Arfi menyatakan siap mengikuti saran Prof Indratmo perihal penanggulangan banjir dan ketersediaan air bersih di Blok Banjir maupun wilayah lain di Kota Bandung saat beroleh kepercayaan dari masyarakat untuk memimpin di Kota Bandung. Apalagi, Prof Indratmo merupakan dosen Kang Arfi saat menuntut ilmu di ITB.

Baca Juga:  Target 125 Ribu Suara, NasDem Siap Menangkan Paslon Dadang-Ali di Pilkada Bandung 2024

“Bukan lagi sebatas bahan pertimbangan, tapi siap melaksanakan (saran teknis Prof Indratmo). Beliau juga berpesan, seumpama daya anggaran Kota Bandung tak memadai, wali kota mesti mampu mengupayakan peluang dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat. Saya sangat sepakat akan hal itu, wali kota mesti proaktif untuk mengupayakan peluang dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat,” ucap Kang Arfi.

Seusai melihat kondisi Blok Banjir, Prof Indratmo mengemukakan sejumlah solusi untuk meminimalisasi banjir serta menguatkan penyediaan air bersih bagi masyarakat setempat. Menurut dia, penyelesaian dua hal itu memungkinkan atau feasible berjalan.

Untuk penanggulangan banjir, Prof Indratmo mengemukakan sejumlah solusi, yakni menyediakan kolam retensi di kawasan hulu, penerapan teknik rekayasa pada drainase, manajemen air dengan pompa.

Dia mencontohkan penanggulangan banjir dengan penerapan teknik rekayasa, yakni dengan memasangkan katup pada di pipa-pipa di saluran. Katup itu diatur tertutup saat muka air tinggi, kemudian kembali terbuka saat saluran surut.

Baca Juga:  Meresahkan Warga Bandung, Begal Sadis di Dor Polisi

Perihal penyediaan air bersih yang termasuk kebutuhan dasar masyarakat, Prof Indratmo memberi masukan kepada pemerintah, yakni meningkatkan cakupan layanan Perumda Tirtawening. Dia menyebutkan, pemenuhan kebutuhan air bersih mesti berasal dari air permukaan.

“Tadi, sempat bertanya ke warga, sumber air bersih berasal dari air tanah. Warga beroleh air dari kedalaman 80 meter. Ketika hal itu terus terjadi, air di dalam tanah semakin dalam, terus turun 1 meter per tahun. Ada ibu yang sempat bilang, punya sumur air dangkal dengan kedalaman 8 meter. Saya jamin, saat ini sumur itu kering,” ujar Prof Indratmo.

Perihal sumber air baku untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, Prof Indratmo mengungkapkan, tengah berproses optimalisasi potensi air permukaan. Salah satu di antaranya, menarik air dari Waduk Saguling.

Telah ada studi ihwal penggunaan air pada Waduk Saguling untuk pemenuhan kebutuhan warga -termasuk di Kota Bandung-. “Kolam-kolam retensi pun termasuk potensi untuk menangani tantangan dalam pemenuhan air masyarakat,” ucap Prof Indratmo.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Arfi Rafnialdi bandung banjir
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bantuan Subsidi Upah 2026 Total Rp900 Ribu, Kapan Cair ke Rekening Pekerja?

Eropa Membara! Berawal dari Aksi Pelajar Prancis, Gelombang Unjuk Rasa Meluas Hingga Bentrokan di 6 Negara

Demo Jakarta

Jelang Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Disdik Jabar Tebar Ancaman Sanksi Bagi Pelajar yang Nekat Ikut Aksi

Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat

Misteri Perempuan Hilang di Kaki Gunung Burangrang, Ditemukan Luka di Kepala hingga Kaki

Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
  • Ironi Gubernur Konten: Pamer Aduan di Medsos, Tapi Gagap Saat Diadang Warga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.