bukamata.id – Safar 1447 H kini memasuki pekan terakhir. Salah satu hari yang dianggap penting dalam bulan ini adalah Rabu Wekasan 2025 atau Rebo Wekasan, yang diyakini sebagian umat Islam sebagai hari turunnya bala bencana.
Karena itu, muncul tradisi doa tolak bala dan berbagai amalan khusus Rabu Wekasan.
Kapan Rabu Wekasan 2025?
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2025 terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Rabu Wekasan 2025 jatuh pada 20 Agustus 2025 atau bertepatan dengan 26 Safar 1447 H.
Bulan Safar sendiri akan berakhir pada 24 Agustus 2025, lalu umat Islam memasuki bulan Rabiul Awal (Mulud).
Kalender Safar 1447 H
- 1 Safar: 26 Juli 2025
- 10 Safar: 4 Agustus 2025
- 20 Safar: 14 Agustus 2025
- 26 Safar: 20 Agustus 2025 (Rabu Wekasan)
- 30 Safar: 24 Agustus 2025
Sejarah Rabu Wekasan
Menurut kitab Kanzun Najah Was-Surur Fi Fadhail Al-Azminah wash-Shufur karya Abdul Hamid, disebutkan bahwa pada Rabu terakhir bulan Safar Allah SWT menurunkan 320.000 bala bencana.
Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam melaksanakan amalan khusus Rabu Wekasan sebagai bentuk ikhtiar tolak bala.
Tradisi ini juga tercatat dalam kitab Mujarrobat al-Dairobi, Al-Jawahir Al-Khams, dan beberapa kitab klasik lainnya.
Amalan Rabu Wekasan 2025
Salah satu amalan yang dianjurkan pada Rabu Wekasan 2025 adalah salat sunah empat rakaat dengan tata cara khusus.
Tata Cara Salat Rabu Wekasan
- Setiap rakaat setelah membaca Al-Fatihah, bacalah:
- Surat Al-Kautsar: 17 kali
- Surat Al-Ikhlas: 5 kali
- Surat Al-Falaq: 1 kali
- Surat An-Nas: 1 kali
- Setelah salam, berdoa dan membaca wafaq (kertas bertuliskan huruf-huruf Arab tertentu) yang kemudian direndam dalam air untuk diminum.
Amalan ini diyakini sebagai bentuk ikhtiar agar terhindar dari bala penyakit dan bencana.
Doa Rabu Wekasan 2025
Selain salat, umat Islam dianjurkan membaca doa tolak bala Rabu Wekasan berikut:
Allȃhummaftah lanȃ abwȃbal khair, wa abwȃbal barakah, wa abwȃban ni’mah, wa abwȃbar rizqi, wa abwȃbal quwwah, wa abwȃbas shihhah, wa abwȃbas salȃmah, wa abwȃbal ‘ȃfiyah, wa abwȃbal jannah. Allȃhumma ‘ȃfinȃ min kulli balȃ’id dunyȃ wa ‘adzȃbil ȃkhirah, washrif ‘annȃ bi haqqil Qur’ȃnil ‘azhȋm wa nabiyyikal karȋm syarrad dunyȃ wa ‘adzȃbal ȃkhirah. Ghafarallȃhu lanȃ wa lahum bi rahmatika yȃ arhamar rȃhimȋn. Subhȃna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mȃ yashifūn, wa salȃmun ‘alal mursalȋn, walhamdulillȃhi rabbil ‘ȃlamȋn.
Artinya:
“Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah, dan pintu surga. Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hak Al-Qur’an yang agung dan derajat nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai Zat yang maha pengasih. Maha suci Tuhanmu, Tuhan keagungan, dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











