Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Beras Fortifikasi Dijual hingga Rp57 Ribu, 25 Merek Ditarik dari Peredaran

Kamis, 17 September 2026 14:31 WIB

Heboh Jasa Santet Tarif Rp3 Juta di Pantai Karang Hawu Sukabumi, Begini Faktanya

Kamis, 17 September 2026 13:17 WIB

Ada Temuan Dapur Tak Sesuai SOP, DKPP Bandung Perketat Pengawasan Ratusan SPPG

Kamis, 17 September 2026 13:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Beras Fortifikasi Dijual hingga Rp57 Ribu, 25 Merek Ditarik dari Peredaran
  • Heboh Jasa Santet Tarif Rp3 Juta di Pantai Karang Hawu Sukabumi, Begini Faktanya
  • Ada Temuan Dapur Tak Sesuai SOP, DKPP Bandung Perketat Pengawasan Ratusan SPPG
  • Tantangan Ketahanan Pangan Bandung: Minim Lahan, 94% Pasokan Datang dari Luar
  • 15 Ribu Pelari Serbu Bandung, Pemkot Imbau Warga Antisipasi Kepadatan
  • Menang di Stadion Piala Dunia 2002, Igor Tolic Sebut Persib Catat Pencapaian Istimewa
  • Terbongkar! Laboratorium Gelap Liquid Vape Narkotika Ditemukan di Bandung
  • 15 Negara Berebut Medali, Ini Jadwal Lengkap Sepak Bola Asian Games 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 17 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus DBD di Jawa Barat Capai 23.804 Jiwa, Karawang Catat Angka Kematian Tertinggi

By Aga GustianaSelasa, 5 Agustus 2025 15:26 WIB3 Mins Read
Demam Berdarah Dengue
Demam Berdarah Dengue. (Foto: Ilustrasi/net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wabah demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi perhatian serius di Jawa Barat. Sepanjang periode Januari hingga Juni 2025, tercatat 23.804 kasus DBD terjadi di wilayah ini, dengan 84 kasus berujung kematian. Kabupaten Karawang menjadi daerah dengan jumlah kasus dan kematian tertinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, menyampaikan bahwa seluruh kabupaten/kota di Jabar terdampak, namun Karawang mencatat rekor tertinggi.

“Total kasus selama enam bulan ini mencapai 23.804 kasus dengan 84 kematian. Sementara kota dengan kasus tertinggi, Kabupaten Karawang 3.987 kasus, dan angka kematian tertinggi juga ada di Kabupaten Karawang 15 jiwa,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (5/8/2025).

Penurunan Bertahap Namun Belum Signifikan

Meski jumlah kasus terbilang tinggi, Vini mengungkapkan adanya tren penurunan dari bulan ke bulan, meskipun angkanya tidak terlalu mencolok. Penurunan itu terlihat jelas jika dibandingkan dengan lonjakan pada bulan Maret 2025.

Baca Juga:  Perjalanan Pulang Berujung Luka, Dua Pendukung Persib Diserang di Karawang

“Tidak meningkat setajam yang kemarin. Yang terbanyak kasus itu ada di Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bekasi. Nah, ini agak bergeser juga,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa beberapa daerah yang tahun lalu menyumbang banyak kasus, seperti Bandung Barat, tahun ini menunjukkan penurunan. Hal ini dinilai berkat intervensi langsung dari pemerintah daerah.

“DBD ini sekali lagi tidak stagnan ya. Tetap ada usaha dari pemerintahnya untuk menekan kasus. Kita di Februari 501 kasus, Maret turun 342, April 307, Mei 340, Juni 179,” paparnya.

Baca Juga:  Diduga Jadi Korban Begal, Siswi SMA di Karawang Ditemukan Meninggal di Tepi Sawah

Usia Rentan dan Distribusi Kematian

Kelompok usia 15 hingga 44 tahun menjadi yang paling banyak terdampak. Kota Bandung, Depok, dan Bekasi juga mencatat angka kematian yang tinggi, masing-masing menyumbang belasan hingga puluhan kematian.

“Untuk Kota Bandung sendiri ada sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Tapi saya belum mendalami apakah hal ini ada kaitannya dengan program nyamuk Wolbachia,” kata Vini.

Meski belum ada evaluasi menyeluruh, Vini menilai tren positif di Kota Bandung bisa menjadi indikasi efektivitas intervensi, termasuk program pengendalian nyamuk.

Baca Juga:  Bulog Karawang Gencar Serap Gabah Petani, Target Terlampaui di Tengah Panen Raya

“Dulu Bandung selalu ranking satu. Sekarang Bandung enggak ada disebut-sebut kan 15 besar tadi ya? Itu mungkin salah satu buktinya juga,” ujarnya.

Tren Tahunan Masih Perlu Diwaspadai

Sebagai perbandingan, Dinas Kesehatan Jabar mencatat bahwa sepanjang Januari hingga 2 Desember 2024, total kasus DBD mencapai 55.251, dengan 313 kematian. Jumlah ini meningkat tajam dari tahun 2023 yang mencatat 23.000 kasus.

Salah satu penyebab melonjaknya kasus adalah ketidakmerataan curah hujan, yang memperbesar peluang berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya telah mengeluarkan Surat Edaran Gerakan Jum’at Bersih, sebagai upaya promotif dan preventif untuk menekan penyebaran nyamuk.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Karawang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Beras Fortifikasi Dijual hingga Rp57 Ribu, 25 Merek Ditarik dari Peredaran

Heboh Jasa Santet Tarif Rp3 Juta di Pantai Karang Hawu Sukabumi, Begini Faktanya

Ada Temuan Dapur Tak Sesuai SOP, DKPP Bandung Perketat Pengawasan Ratusan SPPG

Tantangan Ketahanan Pangan Bandung: Minim Lahan, 94% Pasokan Datang dari Luar

15 Ribu Pelari Serbu Bandung, Pemkot Imbau Warga Antisipasi Kepadatan

Terbongkar! Laboratorium Gelap Liquid Vape Narkotika Ditemukan di Bandung

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.