Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Minggu, 14 Juni 2026 17:35 WIB

Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?

Minggu, 14 Juni 2026 16:27 WIB

Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini

Minggu, 14 Juni 2026 15:09 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
  • Terungkap! Ini Penyebab Persib Sempat Kacau di Awal Musim 2023/24
  • Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus DBD di Jawa Barat Capai 23.804 Jiwa, Karawang Catat Angka Kematian Tertinggi

By Aga GustianaSelasa, 5 Agustus 2025 15:26 WIB3 Mins Read
Demam Berdarah Dengue
Demam Berdarah Dengue. (Foto: Ilustrasi/net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wabah demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi perhatian serius di Jawa Barat. Sepanjang periode Januari hingga Juni 2025, tercatat 23.804 kasus DBD terjadi di wilayah ini, dengan 84 kasus berujung kematian. Kabupaten Karawang menjadi daerah dengan jumlah kasus dan kematian tertinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, menyampaikan bahwa seluruh kabupaten/kota di Jabar terdampak, namun Karawang mencatat rekor tertinggi.

“Total kasus selama enam bulan ini mencapai 23.804 kasus dengan 84 kematian. Sementara kota dengan kasus tertinggi, Kabupaten Karawang 3.987 kasus, dan angka kematian tertinggi juga ada di Kabupaten Karawang 15 jiwa,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (5/8/2025).

Penurunan Bertahap Namun Belum Signifikan

Meski jumlah kasus terbilang tinggi, Vini mengungkapkan adanya tren penurunan dari bulan ke bulan, meskipun angkanya tidak terlalu mencolok. Penurunan itu terlihat jelas jika dibandingkan dengan lonjakan pada bulan Maret 2025.

Baca Juga:  Jelang Pemilu, Ratusan Ulama Sepantura Gelar Doa dan Deklrasi Pemilu Damai di Ponpes

“Tidak meningkat setajam yang kemarin. Yang terbanyak kasus itu ada di Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bekasi. Nah, ini agak bergeser juga,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa beberapa daerah yang tahun lalu menyumbang banyak kasus, seperti Bandung Barat, tahun ini menunjukkan penurunan. Hal ini dinilai berkat intervensi langsung dari pemerintah daerah.

“DBD ini sekali lagi tidak stagnan ya. Tetap ada usaha dari pemerintahnya untuk menekan kasus. Kita di Februari 501 kasus, Maret turun 342, April 307, Mei 340, Juni 179,” paparnya.

Baca Juga:  Keluarga Panik Sampai Lapor Polisi, Siswi SD di Karawang Hilang Ternyata Ngumpet di Lemari

Usia Rentan dan Distribusi Kematian

Kelompok usia 15 hingga 44 tahun menjadi yang paling banyak terdampak. Kota Bandung, Depok, dan Bekasi juga mencatat angka kematian yang tinggi, masing-masing menyumbang belasan hingga puluhan kematian.

“Untuk Kota Bandung sendiri ada sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Tapi saya belum mendalami apakah hal ini ada kaitannya dengan program nyamuk Wolbachia,” kata Vini.

Meski belum ada evaluasi menyeluruh, Vini menilai tren positif di Kota Bandung bisa menjadi indikasi efektivitas intervensi, termasuk program pengendalian nyamuk.

Baca Juga:  Pesona Tersembunyi Karawang, Ini 3 Wisata Alam yang Bikin Betah

“Dulu Bandung selalu ranking satu. Sekarang Bandung enggak ada disebut-sebut kan 15 besar tadi ya? Itu mungkin salah satu buktinya juga,” ujarnya.

Tren Tahunan Masih Perlu Diwaspadai

Sebagai perbandingan, Dinas Kesehatan Jabar mencatat bahwa sepanjang Januari hingga 2 Desember 2024, total kasus DBD mencapai 55.251, dengan 313 kematian. Jumlah ini meningkat tajam dari tahun 2023 yang mencatat 23.000 kasus.

Salah satu penyebab melonjaknya kasus adalah ketidakmerataan curah hujan, yang memperbesar peluang berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya telah mengeluarkan Surat Edaran Gerakan Jum’at Bersih, sebagai upaya promotif dan preventif untuk menekan penyebaran nyamuk.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DBD Jawa Barat demam berdarah Dinas Kesehatan Jabar Karawang Kasus DBD 2025 Kematian DBD Penyakit Menular Waspada Nyamuk Aedes
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.