Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Kamis, 30 April 2026 05:00 WIB

Ramai Dicari! Link Video Tasya Gym Ternyata Banyak Jebakan

Kamis, 30 April 2026 04:00 WIB

Bobotoh Wajib Tahu! Jadwal dan Lokasi Nobar Persib Terbaru

Kamis, 30 April 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?
  • Ramai Dicari! Link Video Tasya Gym Ternyata Banyak Jebakan
  • Bobotoh Wajib Tahu! Jadwal dan Lokasi Nobar Persib Terbaru
  • Fenomena Video Viral di Bandar Batang: Mengapa Kita Harus Lebih Bijak Menyikapi Tren Media Sosial?
  • Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral
  • Terungkap! Ini Dugaan di Balik Video Viral ‘Bandar Bergetar’
  • Laga Krusial! Persib Wajib Tundukkan Bhayangkara FC Demi Gelar Juara
  • Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus DBD di Jawa Barat Capai 23.804 Jiwa, Karawang Catat Angka Kematian Tertinggi

By Aga GustianaSelasa, 5 Agustus 2025 15:26 WIB3 Mins Read
Demam Berdarah Dengue
Demam Berdarah Dengue. (Foto: Ilustrasi/net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wabah demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi perhatian serius di Jawa Barat. Sepanjang periode Januari hingga Juni 2025, tercatat 23.804 kasus DBD terjadi di wilayah ini, dengan 84 kasus berujung kematian. Kabupaten Karawang menjadi daerah dengan jumlah kasus dan kematian tertinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, menyampaikan bahwa seluruh kabupaten/kota di Jabar terdampak, namun Karawang mencatat rekor tertinggi.

“Total kasus selama enam bulan ini mencapai 23.804 kasus dengan 84 kematian. Sementara kota dengan kasus tertinggi, Kabupaten Karawang 3.987 kasus, dan angka kematian tertinggi juga ada di Kabupaten Karawang 15 jiwa,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (5/8/2025).

Baca Juga:  Satu Keluarga di Karawang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Satu Selamat

Penurunan Bertahap Namun Belum Signifikan

Meski jumlah kasus terbilang tinggi, Vini mengungkapkan adanya tren penurunan dari bulan ke bulan, meskipun angkanya tidak terlalu mencolok. Penurunan itu terlihat jelas jika dibandingkan dengan lonjakan pada bulan Maret 2025.

“Tidak meningkat setajam yang kemarin. Yang terbanyak kasus itu ada di Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bekasi. Nah, ini agak bergeser juga,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa beberapa daerah yang tahun lalu menyumbang banyak kasus, seperti Bandung Barat, tahun ini menunjukkan penurunan. Hal ini dinilai berkat intervensi langsung dari pemerintah daerah.

“DBD ini sekali lagi tidak stagnan ya. Tetap ada usaha dari pemerintahnya untuk menekan kasus. Kita di Februari 501 kasus, Maret turun 342, April 307, Mei 340, Juni 179,” paparnya.

Baca Juga:  Warga Karawang Kecewa ke Dedi Mulyadi, Jembatan Bailey Ambruk dalam 3 Minggu

Usia Rentan dan Distribusi Kematian

Kelompok usia 15 hingga 44 tahun menjadi yang paling banyak terdampak. Kota Bandung, Depok, dan Bekasi juga mencatat angka kematian yang tinggi, masing-masing menyumbang belasan hingga puluhan kematian.

“Untuk Kota Bandung sendiri ada sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Tapi saya belum mendalami apakah hal ini ada kaitannya dengan program nyamuk Wolbachia,” kata Vini.

Meski belum ada evaluasi menyeluruh, Vini menilai tren positif di Kota Bandung bisa menjadi indikasi efektivitas intervensi, termasuk program pengendalian nyamuk.

Baca Juga:  Perampokan Sadis di Karawang, Cucu Tikam Nenek Demi Gelang Emas

“Dulu Bandung selalu ranking satu. Sekarang Bandung enggak ada disebut-sebut kan 15 besar tadi ya? Itu mungkin salah satu buktinya juga,” ujarnya.

Tren Tahunan Masih Perlu Diwaspadai

Sebagai perbandingan, Dinas Kesehatan Jabar mencatat bahwa sepanjang Januari hingga 2 Desember 2024, total kasus DBD mencapai 55.251, dengan 313 kematian. Jumlah ini meningkat tajam dari tahun 2023 yang mencatat 23.000 kasus.

Salah satu penyebab melonjaknya kasus adalah ketidakmerataan curah hujan, yang memperbesar peluang berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya telah mengeluarkan Surat Edaran Gerakan Jum’at Bersih, sebagai upaya promotif dan preventif untuk menekan penyebaran nyamuk.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DBD Jawa Barat demam berdarah Dinas Kesehatan Jabar Karawang Kasus DBD 2025 Kematian DBD Penyakit Menular Waspada Nyamuk Aedes
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya

Pemerintah Tetapkan Gaji ke-13 2026, Simak Jadwal dan Ketentuannya

Wanita di KBB Ditemukan Tewas Misterius, Polisi Kuatkan Dugaan Pembunuhan

Miris! Bocah Disabilitas di Bandung Barat Makan Rumput, Keluarga Ungkap Tak Pernah Sentuh Bansos

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.