Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Wajib Coba! 4 Kupat Tahu Enak di Bandung, Cocok untuk Sarapan hingga Kuliner Malam

Senin, 28 September 2026 06:00 WIB

Bikin Ngiler! 4 Rekomendasi Ayam Bakar Bandung 2026, Ada Taliwang hingga Kalasan

Senin, 28 September 2026 03:00 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Senin, 28 September 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Wajib Coba! 4 Kupat Tahu Enak di Bandung, Cocok untuk Sarapan hingga Kuliner Malam
  • Bikin Ngiler! 4 Rekomendasi Ayam Bakar Bandung 2026, Ada Taliwang hingga Kalasan
  • Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online
  • Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
  • Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran
  • Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka
  • Bukan Dipanggil Timnas, Marc Klok Justru Beri Pesan untuk Thom Haye dan Ragnar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus DBD Meningkat, Bio Farma Sosialisasikan Produk Vaksin Demam Berdarah

By Putra JuangRabu, 22 Mei 2024 14:20 WIB3 Mins Read
FGD Sosialisasi Produk Vaksin Demam Berdarah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bio Farma menggelar Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Produk Vaksin Demam Berdarah dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota daerah Bali, serta Direktur RSUD seluruh Bali di Denpasar, Bali, pada Jumat (17/5/2024).

FGD ini dilakukan dalam rangka menanggulangi kasus Demam Berdarah di Indonesia yang menyebabkan angka kematian signifikan. Saat ini terjadi peningkatan kasus DBD sampai April 2024, terdapat sebanyak 91.269 kasus dengan angka kematian 641 kematian.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom mengatakan, bahwa pemerintah pusat, melalui Kementerian Kesehatan RI juga tidak tinggal diam dalam menanggapi situasi ini.

“Demam berdarah (DBD) merupakan salah satu penyakit dengan angka kematian yang cukup tinggi di wilayah Indonesia. Pemerintah RI melalui Kemenkes telah Menyusun Strategi Nasional Penanggulangan Dengue yang mulai diterapkan sejak 2021. Program ini akan berlangsung sampai dengan 2025 dengan 6 strategi besar untuk penanggulangan penyebaran dengue,” kata Nyoman dalam keterangannya.

Baca Juga:  DBD di Sumedang Mengganas, 1.111 Warga Terjangkit dan Tiga Meninggal Dunia

Nyoman mengungkapkan, bahwa vaksinasi merupakan salah satu metode pencegahan yang efektif untuk menanggulangi penyebaran DBD.

“Strategi tersebut di antaranya adalah Pemeriksaan Jentik Berkala, pembentukan Tim Gerak Cepat dalam Penanggulangan KLB, penerapan Tatalaksana Dengue sesuai standar, mengajak masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan masing-masing, manajemen program, dan kemitraan dengan pemerintah, serta yang terakhir tidak kalah penting adalah untuk penggunaan vaksin Dengue di kalangan masyarakat untuk penanggulangan penyebaran dengue yang lebih luas di wilayah Provinsi Bali,” paparnya.

VP. Komersial Nasional Bio Farma, Fitri Puspadewi mengatakan, Bio Farma saat ini telah mengembangkan produk vaksin sebagai penanggulangan terhadap penyebaran penyakit dengue di Indonesia.

Menurut data Kemenkes RI, terdapat peningkatan jumlah kasus DBD dari 73.518 orang pada 2021 menjadi 131.265 kasus pada 2022 dengan angka kematian yang juga meningkat dari 705 orang pada 2021 menjadi 1.183 orang pada 2022.

Baca Juga:  Tingkatkan Kapasitas UMKM, 50 Pelaku Usaha Ikuti Pelatihan di Bio Farma Bandung

“Untuk menangani fenomena tersebut, Bio Farma saat ini terus berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia dengan pengembangan produk-produk vaksin. Salah satunya dengan memasarkan vaksin dengue Qdenga hasil kerjasama Bio Farma dengan PT Takeda Indonesia,” kata Fitri.

Kepala Bidang P2P Dinkes Provinsi Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti menyampaikan, ddi Bali saat ini ada 3 wilayah dengan kasus tertinggi yaitu Gianyar, Badung, dan Kab. Buleleng. Sedangkan kasus kematian terjadi sebanyak 5 kasus di Denpasar, 2 kasus di Tabanan, Gianyar, dan Klungkung, serta 1 kasus di Bangli.

“Dalam upaya penanggulangan Dengue, Dinas Kesehatan Provinsi, bersama sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten-Kota berkomitmen penuh untuk menanggulangi kejadian ini. Pemanfaatan intervensi yang inovatif utamanya melalui vaksinasi perlu mendapat perhatian khusus dan ditindaklanjuti oleh masing-masing daerah,” kata Gusti Ayu.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sanglah Bali, I Ketut Agus Somia memaparkan terkait pentingnya pencegahan sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit dengue.

Baca Juga:  Alert! DBD di Jabar Tembus 23.255 Kasus Sepanjang 2024

”Penderita yang terinfeksi penyakit dengue primer seringkali tidak menunjukkan adanya gejala atau hanya menunjukkan gejala ringan, maka dari itu diperlukan pencegahan dini untuk memutus rantai penularan tersebut. Vaksinasi merupakan upaya pencegahan infeksi virus dengue dengan meningkatkan kekebalan tubuh sebagai bentuk proteksi diri terhadap penyakit demam berdarah,” ucap Ketut Agus.

Saat ini Bio Farma telah bekerjasama dengan Takeda untuk mengembangkan dan memasarkan produk vaksin untuk pencegahan infeksi virus Dengue (DENV) di Indonesia yang dipasarkan dengan merek dagang Qdenga.

Qdenga merupakan vaksin yang diindikasikan untuk pencegahan penyakit dengue yang disebabkan oleh semua serotipe virus dengue (DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4) pada individu berusia 6-46 tahun.

Penggunaan Qdenga tidak memerlukan skrining serostatus sebelum pemberian vaksin sehingga dapat digunakan kepada individu yang belum dan sudah pernah terinfeksi DENV. Selain itu, Qdenga cukup diberikan 2 dosis dalam 3 bulan untuk perlindungan jangka panjang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bali Bio Farma DBD Demam Berdarah Dengue
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.