Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Pria Menonton Sendirian di Kamar

Berhenti Sekarang! Alasan Mengapa IndoXXI dan LK21 Adalah ‘Bom Waktu’ Bagi Data Pribadi Anda

Minggu, 29 Maret 2026 01:00 WIB

Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen

Sabtu, 28 Maret 2026 21:12 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur

Sabtu, 28 Maret 2026 18:52 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Berhenti Sekarang! Alasan Mengapa IndoXXI dan LK21 Adalah ‘Bom Waktu’ Bagi Data Pribadi Anda
  • Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen
  • Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur
  • Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia
  • Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran
  • Gelar Juara Jadi Harga Mati, Bomber Persib Andrew Jung Tak Ambisi Kejar Top Skor
  • Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi
  • Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kecewa dengan Pemilu 2024, Roy Suryo Sesalkan Teknologi Digunakan untuk Kecurangan

By Putra JuangSabtu, 2 Maret 2024 11:11 WIB3 Mins Read
Pakar Telematika, Roy Suryo. (Foto: Dok. Kemenpora)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pakar Telematika, Roy Suryo meminta, Wakil Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Gusti Ayu Putri Saptawati yang diduga terlibat dalam pembuatan sistem Sirekap yang digunakan KPU pada Pemilu 2024 untuk buka suara.

Hal itu disampaikan Roy Suryo disela-sela acara Pernyataan Sikap 100 Tokoh Menolak penghitungan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (21/2/2024).

“Dengan segala hormat saya, saya mengajak kepada salah satu kampus ternama di Bandung untuk buka suara. Karena dibalik Sirekap sebenarnya ada kampus di Bandung itu yang menemukan atau membuat Sirekap itu 4 tahun yang lalu pada 2020 ketika digunakan di Pilkada,” kata Roy dikutip dari Channel YT Hersubeno Point.

“Salah satu tokoh penemunya sekarang menjadi wakil rektor. Ayo bicara jangan diam saja,” tambahnya.

Roy mengaku, dirinya sangat kecewa dengan jalannya Pemilu 2024 ini. Sebab, perkembangan teknologi yang ada, hanya dimanfaatkan untuk berbuat kecurangan.

“Mulai dari awal pemilu ini, saya sangat menyesalkan sebagai seorang pemerhati teknologi telah banyak digunakan teknologi untuk berbuat curang bahkan jahat pada pemilu kali ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Persib Kembali Lahap Menu Latihan Setelah Libur Pemilu 2024

Roy mengungkapkan, salah teknologi yang dipakai untuk berbuat kecurangan tersebut dipakai oleh salah satu paslon saat debat capres-cawapres.

“Jadi ketika saat itu saya menyebut ada salah satu cawapres yang menggunakan alat bantu, kita harus mulai dari situ karena itu sudah dimulai teknologi digunakan berbuat curang. Ironisnya, semakin jahatnya, fakta yang saya sampaikan pada saat itu telah dibuat laporan ke kepolisian,” tuturnya.

Bukan hanya itu, kecurangan lainnya yakni ada pada aplikasi Sirekap. Padahal menurutnya, teknologi yang digunakan Sirekap tersebut bukanlah teknologi terkini, namun sudah digunakan sejak 110 tahun yang lalu.

Baca Juga:  Momen Prabowo Ajak Relawan Pendukungnya Menundukan Kepala Berdoa untuk Rakyat Palestina

“Sekarang sudah mulai perhitungan suara dan salah satu teknologi yang dipakai adalah yang namanya OMR atau OCR. Seolah-olah temen-temen media juga dibuat takjub oleh teknologi itu, padahal itu teknologi kuno. Sudah diciptakan sejak 110 tahun yang lalu,” katanya.

Tapi kenapa sangat konyol ketika dipakai sekarang? Kalau tidak ada unsur tertentu di dalamnya. Artinya, teknologi yang dipakai OMR atau OCR itu biasa, itu dipakai untuk memindai dan ini sebenarnya simple kalau ada kesalahan. Kalau ada 1 dibaca 4 dibaca 7 itu normal, tapi disini terjadi sebuah algoritma otomatis yang bisa membuat atau menambah, 48 menjadi 748,” sambungnya.

Di sisi lain, Roy juga menolak keras pernyataan salah satu komisioner KPU yang menyebutkan jika semua data yang ada di KPU berada di dalam negeri.

Baca Juga:  Jelang Pendaftaran Pilpres, KPU Minta Surat Larangan Kampanye di Gedung Pemerintah Dipercepat

“Saya menolak keras itu. Sistem IP KPU sekarang didaftarkan terletak di Singapura, datanya itu ada cloud. Data di cloud itu tidak di Indonesia dan itu melanggar UU PDP nomor 27 tahun 2022,” tandasnya.

Sementara itu, wakil rektor ITB juga dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan keterlibatannya dalam pembuatan aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

Laporan tersebut dibuat oleh Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI). Koordinator TPDI, Petrus Selestinus mengatakan, pihaknya tak hanya melaporkan wakil rektor ITB, namun juga Ketua dan Komisioner KPU.

“Kita melihat Polri belum mengambil langkah-langkah untuk menyelidiki pro-kontra masyarakat tentang hasil pemilu itu sendiri. Sehingga, kami mengambil langkah datang ke sini untuk mendapatkan kepastian supaya masyarakat jangan dibiarkan pro dan kontra,” kata Petrus saat ditemui di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (1/3/2024).

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kecurangan Pemilu KPU Pemilu 2024 Roy Suryo Sirekap Wakil Rektor ITB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh

Kejutan Panglima! Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit TNI Penghafal Al-Qur’an

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.