Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kode Redeem Anime Apocalypse Roblox April 2026: Reward Coin, Spin Gratis hingga Raid Ticket

Selasa, 28 April 2026 03:00 WIB

Identitas Pemeran Video Viral Bandar Batang Terungkap, Benarkah Sudah Tertangkap?

Selasa, 28 April 2026 02:00 WIB
Game Free Fire

SIAPA CEPAT DIA DAPAT! Kode Redeem FF 28 April 2026: Skin M1887 Terompet Kembali Muncul?

Selasa, 28 April 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kode Redeem Anime Apocalypse Roblox April 2026: Reward Coin, Spin Gratis hingga Raid Ticket
  • Identitas Pemeran Video Viral Bandar Batang Terungkap, Benarkah Sudah Tertangkap?
  • SIAPA CEPAT DIA DAPAT! Kode Redeem FF 28 April 2026: Skin M1887 Terompet Kembali Muncul?
  • Insiden di Bekasi Timur Ganggu Perjalanan KA, KAI Lakukan Evakuasi dan Investigasi
  • Persib di Ujung Tekanan! Eliano Reijnders Pulih Cepat, Bhayangkara FC Siap Ditaklukkan?
  • Detik-Detik Kecelakaan Kereta di Bekasi! Argo Bromo Anggrek vs KRL
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Kapan Lebaran Haji 2026? Ini Jadwal Puasa Arafah hingga Idul Adha Versi Lengkap!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 28 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kejayaan Pasar Baru Bandung Memudar: Wisata Belanja Ikonik Tertekan

By Aga GustianaSelasa, 16 September 2025 15:42 WIB3 Mins Read
Pasar Baru Bandung
Pasar Baru Trade Center Kota Bandung. (Foto: Dok Humas Pemkot Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pasar Baru Trade Center, yang selama ini menjadi ikon wisata belanja Kota Bandung, kini menghadapi tantangan berat. Jumlah pengunjung merosot hingga 70 persen, menyebabkan denyut perdagangan yang dulu menjadi kebanggaan pedagang semakin melemah.

Penurunan Pengunjung Bukan Sekadar Belanja Online

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B), Iwan Suhermawan, menekankan bahwa penurunan pengunjung bukan hanya karena persaingan dengan platform belanja online. Menurutnya, kondisi ekonomi nasional yang kurang stabil dan melemahnya daya beli masyarakat turut menjadi faktor utama.

“Pasar Baru itu bukan pasar biasa, tapi destinasi wisata belanja. Ketika ekonomi goyah, dampaknya langsung terasa di sana,” ujar Iwan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jumat (12/9/2025).

Karakter Unik Pasar Baru yang Membuatnya Istimewa

Iwan menambahkan, Pasar Baru memiliki karakter unik yang membedakannya dari pusat perbelanjaan lain. Hampir 80 persen pengunjung berasal dari luar kota, mulai dari wisatawan domestik hingga mancanegara. Proses tawar-menawar, mengecek langsung kualitas barang, dan pengalaman berbelanja tradisional-modern menjadi daya tarik utama.

Baca Juga:  Fenomena Rojali dan Rohana di Bandung: Tanda Daya Beli Turun atau Gaya Hidup Baru?

“Itu yang membedakan Pasar Baru dengan belanja online. Orang datang bukan hanya membeli, tapi juga menikmati pengalaman berbelanja,” jelas Iwan.

Tantangan yang Menggerus Keistimewaan Pasar Baru

Namun, keunikan itu kini mulai tergerus. Insiden aksi massa di pusat kota beberapa waktu lalu membuat wisatawan enggan datang. Selain itu, wisatawan dari Malaysia dan Singapura yang rutin berkunjung kini jumlahnya menurun drastis karena tidak ada penerbangan langsung ke Bandung.

“Mereka harus transit dulu di Jakarta. Itu pun membuat jumlah kunjungan berkurang drastis,” tambahnya.

Bandara Husein Sastranegara Kunci Kebangkitan

Iwan menilai reaktivasi Bandara Husein Sastranegara menjadi kunci untuk membangkitkan kembali wisata belanja Bandung. Dengan dibukanya kembali penerbangan internasional, peluang menarik wisatawan asing, khususnya dari Malaysia dan Singapura, akan meningkat.

Baca Juga:  Harga LPG Non-Subsidi Melejit! Pedagang di Bandung Mulai Ketar-ketir Bakal Ada Kenaikan Harga Makanan?

“Kami sangat berharap serta menunggu bandara aktif lagi. Itu bisa jadi napas kembali bagi Pasar Baru dan pariwisata Bandung,” ungkap Iwan.

Keterisian Kios Masih Stabil, Omzet Turun

Meski jumlah pengunjung menurun, tingkat keterisian kios di Pasar Baru relatif masih stabil. Dari total 4.200 ruang dagang, sekitar 65 persen masih terisi. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding pusat perbelanjaan lain di Bandung.

“ITC hanya 15 persen, Kosambi 10 persen, bahkan Tanah Abang di Jakarta hanya sekitar 40 persen. Pasar Baru masih bertahan karena statusnya sebagai wisata belanja,” kata Iwan.

Namun, okupansi yang tinggi tidak berbanding lurus dengan omzet pedagang. Banyak pemilik kios mengaku pendapatan menurun drastis. Long weekend, yang dulu menjadi momen panen, kini tidak lagi ramai.

Baca Juga:  Bandung Rugi! Farhan Minta Bandara Husein Aktif Lagi

“Sekarang long weekend pun sepi. Dulu sampai penuh sesak, sekarang biasa saja. Banyak pedagang kesulitan membayar gaji karyawan,” jelasnya.

Harapan dan Strategi Menghidupkan Kembali Pasar Baru

Iwan berharap pemerintah kota dan pelaku pariwisata tidak mengabaikan potensi Pasar Baru. Dengan branding sebagai destinasi wisata belanja, Pasar Baru bukan hanya menjadi penopang ekonomi pedagang, tetapi juga wajah Bandung di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kalau Pasar Baru kembali ramai, dampaknya akan terasa pada hotel, transportasi, kuliner, hingga UMKM di sekitar Bandung,” pungkas Iwan.

Ia menekankan, wisata belanja harus dijadikan strategi utama untuk menghidupkan kembali ekonomi kota. Selain perbaikan akses transportasi, promosi terpadu yang menonjolkan keunikan Pasar Baru sebagai destinasi belanja bersejarah sekaligus modern menjadi langkah penting.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

destinasi belanja ekonomi bandung Husein Sastranegara Pasar Baru Bandung pedagang Pasar Baru perdagangan menurun wisata belanja Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Insiden di Bekasi Timur Ganggu Perjalanan KA, KAI Lakukan Evakuasi dan Investigasi

Detik-Detik Kecelakaan Kereta di Bekasi! Argo Bromo Anggrek vs KRL

Kapan Lebaran Haji 2026? Ini Jadwal Puasa Arafah hingga Idul Adha Versi Lengkap!

Viral Surat Terbuka Petani Bogor ke Dedi Mulyadi: Kami Diintimidasi di Tanah Sendiri!

Ilustrasi korban meninggal.

Mantan Suami Ngamuk! Cemburu Buta Berujung Tikam Sadis di Jelekong

Pedagang Tahu di Pasar Cicadas Bertahan di Tengah Kenaikan Harga Kedelai, Penjualan Turun 30 Persen

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Kena Ulti! Video Jogetnya Dihujat, Bocah SD Ini ‘Bungkam’ Netizen Pakai 400 Piala
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
  • Kode Redeem FF 24 April 2026: Dapatkan Skin SG2 Terompet dan Diamond Gratis!
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Ternyata Hoaks! Link Full Berbahaya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.