Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video Viral ‘Cut Salwa’ Ramai Diburu Netizen! Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Siber dan Hukum

Minggu, 14 Juni 2026 02:00 WIB

Buruan Klaim! Kode Redeem FF 14 Juni 2026 Terbaru, Banjir Skin Senjata Eksklusif dan Diamond Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 01:00 WIB

Waspada Bahaya Nirkabel: Soundbar Gaming Ini Bisa Diubah Jadi ‘Keyboard Hantu’ untuk Bobol Komputer Anda

Sabtu, 13 Juni 2026 21:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video Viral ‘Cut Salwa’ Ramai Diburu Netizen! Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Siber dan Hukum
  • Buruan Klaim! Kode Redeem FF 14 Juni 2026 Terbaru, Banjir Skin Senjata Eksklusif dan Diamond Gratis
  • Waspada Bahaya Nirkabel: Soundbar Gaming Ini Bisa Diubah Jadi ‘Keyboard Hantu’ untuk Bobol Komputer Anda
  • Rekomendasi 10 Wisata Lembang Terbaru yang Lagi Hits, Agenda Liburan Seru Anti Ribet!
  • Sering Dikira Sama, Ini Bedanya Malam 1 Suro dan 1 Muharram yang Jarang Diketahui
  • Jangan Bingung Kalau Ditolak, Ini 7 Hal yang Bikin Pendaftaran Bansos Perlinsos Otomatis Gugur
  • Bukan Cuma Elon Musk, Pekerja Kantin SpaceX Kini Mendadak Jadi Jutawan Berkat Saham
  • Bisa Beli Negara! Sisi Gelap Elon Musk Jadi Triliuner Pertama dalam Sejarah Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kejayaan Pasar Baru Bandung Memudar: Wisata Belanja Ikonik Tertekan

By Aga GustianaSelasa, 16 September 2025 15:42 WIB3 Mins Read
Pasar Baru Bandung
Pasar Baru Trade Center Kota Bandung. (Foto: Dok Humas Pemkot Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pasar Baru Trade Center, yang selama ini menjadi ikon wisata belanja Kota Bandung, kini menghadapi tantangan berat. Jumlah pengunjung merosot hingga 70 persen, menyebabkan denyut perdagangan yang dulu menjadi kebanggaan pedagang semakin melemah.

Penurunan Pengunjung Bukan Sekadar Belanja Online

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B), Iwan Suhermawan, menekankan bahwa penurunan pengunjung bukan hanya karena persaingan dengan platform belanja online. Menurutnya, kondisi ekonomi nasional yang kurang stabil dan melemahnya daya beli masyarakat turut menjadi faktor utama.

“Pasar Baru itu bukan pasar biasa, tapi destinasi wisata belanja. Ketika ekonomi goyah, dampaknya langsung terasa di sana,” ujar Iwan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jumat (12/9/2025).

Karakter Unik Pasar Baru yang Membuatnya Istimewa

Iwan menambahkan, Pasar Baru memiliki karakter unik yang membedakannya dari pusat perbelanjaan lain. Hampir 80 persen pengunjung berasal dari luar kota, mulai dari wisatawan domestik hingga mancanegara. Proses tawar-menawar, mengecek langsung kualitas barang, dan pengalaman berbelanja tradisional-modern menjadi daya tarik utama.

Baca Juga:  Fenomena Rojali dan Rohana di Bandung: Tanda Daya Beli Turun atau Gaya Hidup Baru?

“Itu yang membedakan Pasar Baru dengan belanja online. Orang datang bukan hanya membeli, tapi juga menikmati pengalaman berbelanja,” jelas Iwan.

Tantangan yang Menggerus Keistimewaan Pasar Baru

Namun, keunikan itu kini mulai tergerus. Insiden aksi massa di pusat kota beberapa waktu lalu membuat wisatawan enggan datang. Selain itu, wisatawan dari Malaysia dan Singapura yang rutin berkunjung kini jumlahnya menurun drastis karena tidak ada penerbangan langsung ke Bandung.

“Mereka harus transit dulu di Jakarta. Itu pun membuat jumlah kunjungan berkurang drastis,” tambahnya.

Bandara Husein Sastranegara Kunci Kebangkitan

Iwan menilai reaktivasi Bandara Husein Sastranegara menjadi kunci untuk membangkitkan kembali wisata belanja Bandung. Dengan dibukanya kembali penerbangan internasional, peluang menarik wisatawan asing, khususnya dari Malaysia dan Singapura, akan meningkat.

Baca Juga:  Harapan Besar Wali Kota Bandung untuk Persib: Bukan Sekadar Juara, Tapi Penggerak Ekonomi

“Kami sangat berharap serta menunggu bandara aktif lagi. Itu bisa jadi napas kembali bagi Pasar Baru dan pariwisata Bandung,” ungkap Iwan.

Keterisian Kios Masih Stabil, Omzet Turun

Meski jumlah pengunjung menurun, tingkat keterisian kios di Pasar Baru relatif masih stabil. Dari total 4.200 ruang dagang, sekitar 65 persen masih terisi. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding pusat perbelanjaan lain di Bandung.

“ITC hanya 15 persen, Kosambi 10 persen, bahkan Tanah Abang di Jakarta hanya sekitar 40 persen. Pasar Baru masih bertahan karena statusnya sebagai wisata belanja,” kata Iwan.

Namun, okupansi yang tinggi tidak berbanding lurus dengan omzet pedagang. Banyak pemilik kios mengaku pendapatan menurun drastis. Long weekend, yang dulu menjadi momen panen, kini tidak lagi ramai.

Baca Juga:  Menanti Hasil Kajian Pusat, Pemkot Bandung Siap Terima Manfaat Optimalisasi Bandara Husein

“Sekarang long weekend pun sepi. Dulu sampai penuh sesak, sekarang biasa saja. Banyak pedagang kesulitan membayar gaji karyawan,” jelasnya.

Harapan dan Strategi Menghidupkan Kembali Pasar Baru

Iwan berharap pemerintah kota dan pelaku pariwisata tidak mengabaikan potensi Pasar Baru. Dengan branding sebagai destinasi wisata belanja, Pasar Baru bukan hanya menjadi penopang ekonomi pedagang, tetapi juga wajah Bandung di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kalau Pasar Baru kembali ramai, dampaknya akan terasa pada hotel, transportasi, kuliner, hingga UMKM di sekitar Bandung,” pungkas Iwan.

Ia menekankan, wisata belanja harus dijadikan strategi utama untuk menghidupkan kembali ekonomi kota. Selain perbaikan akses transportasi, promosi terpadu yang menonjolkan keunikan Pasar Baru sebagai destinasi belanja bersejarah sekaligus modern menjadi langkah penting.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

destinasi belanja ekonomi bandung Husein Sastranegara Pasar Baru Bandung pedagang Pasar Baru perdagangan menurun wisata belanja Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Cair Tahap 2, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima Resmi Kemensos

Semrawut SPMB 2026 & Aturan ‘Ekstrem’ Dedi Mulyadi: Ada Apa dengan Pendidikan Jawa Barat?

Susul Dadan Cs, Komisaris Emmo Jadi Tersangka Baru Kasus MBG Usai 26 Nama Dibocorkan

Amblesan Jalan Dago Atas Bikin Perjalanan Melambat, Pengguna Jalan Minta Perbaikan Dipercepat

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Viral Eza Gionino Bogem Robby Tremonti hingga Ajak Duel Tinju, Dipicu Masalah Sensitif Ini?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.