Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan GBLA! Erick Thohir Ungkap Alasan Si Jalak Harupat Dipilih untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Kamis, 24 September 2026 16:27 WIB

Ambisi Teja Paku Alam Bersama Persib Makin Besar, 4 Trofi Jadi Sasaran di Musim Ini

Kamis, 24 September 2026 16:05 WIB

Si Jalak Harupat Siap Sambut FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Puji Kualitas Lapangan

Kamis, 24 September 2026 16:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan GBLA! Erick Thohir Ungkap Alasan Si Jalak Harupat Dipilih untuk FIFA ASEAN Cup 2026
  • Ambisi Teja Paku Alam Bersama Persib Makin Besar, 4 Trofi Jadi Sasaran di Musim Ini
  • Si Jalak Harupat Siap Sambut FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Puji Kualitas Lapangan
  • Bukan Sel Mewah, Kakanwil Jabar Ungkap Bangunan Viral di Lapas Cibinong Adalah Rumah Dinas
  • Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia vs Singapura, Bangladesh vs Malaysia Jadi Pembuka
  • Kecelakaan Maut di Baleendah, 2 Orang Tewas Usai Motor Hantam Tembok Beton
  • Meta Buka Era Baru Gadget AI, Charm hingga Kacamata Pintar Resmi Diperkenalkan
  • Daftar Lengkap Pemain Masuk & Keluar Persib dan Persija di Bursa Transfer Super League
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 24 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kejayaan Pasar Baru Bandung Memudar: Wisata Belanja Ikonik Tertekan

By Aga GustianaSelasa, 16 September 2025 15:42 WIB3 Mins Read
Pasar Baru Bandung
Pasar Baru Trade Center Kota Bandung. (Foto: Dok Humas Pemkot Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pasar Baru Trade Center, yang selama ini menjadi ikon wisata belanja Kota Bandung, kini menghadapi tantangan berat. Jumlah pengunjung merosot hingga 70 persen, menyebabkan denyut perdagangan yang dulu menjadi kebanggaan pedagang semakin melemah.

Penurunan Pengunjung Bukan Sekadar Belanja Online

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B), Iwan Suhermawan, menekankan bahwa penurunan pengunjung bukan hanya karena persaingan dengan platform belanja online. Menurutnya, kondisi ekonomi nasional yang kurang stabil dan melemahnya daya beli masyarakat turut menjadi faktor utama.

“Pasar Baru itu bukan pasar biasa, tapi destinasi wisata belanja. Ketika ekonomi goyah, dampaknya langsung terasa di sana,” ujar Iwan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jumat (12/9/2025).

Karakter Unik Pasar Baru yang Membuatnya Istimewa

Iwan menambahkan, Pasar Baru memiliki karakter unik yang membedakannya dari pusat perbelanjaan lain. Hampir 80 persen pengunjung berasal dari luar kota, mulai dari wisatawan domestik hingga mancanegara. Proses tawar-menawar, mengecek langsung kualitas barang, dan pengalaman berbelanja tradisional-modern menjadi daya tarik utama.

“Itu yang membedakan Pasar Baru dengan belanja online. Orang datang bukan hanya membeli, tapi juga menikmati pengalaman berbelanja,” jelas Iwan.

Tantangan yang Menggerus Keistimewaan Pasar Baru

Namun, keunikan itu kini mulai tergerus. Insiden aksi massa di pusat kota beberapa waktu lalu membuat wisatawan enggan datang. Selain itu, wisatawan dari Malaysia dan Singapura yang rutin berkunjung kini jumlahnya menurun drastis karena tidak ada penerbangan langsung ke Bandung.

“Mereka harus transit dulu di Jakarta. Itu pun membuat jumlah kunjungan berkurang drastis,” tambahnya.

Bandara Husein Sastranegara Kunci Kebangkitan

Iwan menilai reaktivasi Bandara Husein Sastranegara menjadi kunci untuk membangkitkan kembali wisata belanja Bandung. Dengan dibukanya kembali penerbangan internasional, peluang menarik wisatawan asing, khususnya dari Malaysia dan Singapura, akan meningkat.

“Kami sangat berharap serta menunggu bandara aktif lagi. Itu bisa jadi napas kembali bagi Pasar Baru dan pariwisata Bandung,” ungkap Iwan.

Keterisian Kios Masih Stabil, Omzet Turun

Meski jumlah pengunjung menurun, tingkat keterisian kios di Pasar Baru relatif masih stabil. Dari total 4.200 ruang dagang, sekitar 65 persen masih terisi. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding pusat perbelanjaan lain di Bandung.

“ITC hanya 15 persen, Kosambi 10 persen, bahkan Tanah Abang di Jakarta hanya sekitar 40 persen. Pasar Baru masih bertahan karena statusnya sebagai wisata belanja,” kata Iwan.

Namun, okupansi yang tinggi tidak berbanding lurus dengan omzet pedagang. Banyak pemilik kios mengaku pendapatan menurun drastis. Long weekend, yang dulu menjadi momen panen, kini tidak lagi ramai.

“Sekarang long weekend pun sepi. Dulu sampai penuh sesak, sekarang biasa saja. Banyak pedagang kesulitan membayar gaji karyawan,” jelasnya.

Harapan dan Strategi Menghidupkan Kembali Pasar Baru

Iwan berharap pemerintah kota dan pelaku pariwisata tidak mengabaikan potensi Pasar Baru. Dengan branding sebagai destinasi wisata belanja, Pasar Baru bukan hanya menjadi penopang ekonomi pedagang, tetapi juga wajah Bandung di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kalau Pasar Baru kembali ramai, dampaknya akan terasa pada hotel, transportasi, kuliner, hingga UMKM di sekitar Bandung,” pungkas Iwan.

Ia menekankan, wisata belanja harus dijadikan strategi utama untuk menghidupkan kembali ekonomi kota. Selain perbaikan akses transportasi, promosi terpadu yang menonjolkan keunikan Pasar Baru sebagai destinasi belanja bersejarah sekaligus modern menjadi langkah penting.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Sel Mewah, Kakanwil Jabar Ungkap Bangunan Viral di Lapas Cibinong Adalah Rumah Dinas

Kecelakaan Maut di Baleendah, 2 Orang Tewas Usai Motor Hantam Tembok Beton

Maut Saat Pasang Tiang PJU di Sumedang: Lima Pekerja Tersengat Listrik, Satu Orang Tewas

Halaman Hotel di Cihampelas Diduga Masuk Rumija, Legalitas Dicek

Krisis Air Bersih Melanda Sumedang, 5.000 Liter Air Didistribusikan untuk Warga

84 Bangunan di Rumija Coblong dan Bandung Wetan Jadi Sasaran Penertiban

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.