Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Garena Free Fire

UPDATE! Kode Redeem FF Juni 2026 Masih Aktif, Buruan Klaim sebelum Habis

Selasa, 23 Juni 2026 05:00 WIB
Persib Bandung

Transfer Panas Persib! Luka Menalo Siap Diresmikan, Ini Fakta Lengkap Kesepakatannya

Selasa, 23 Juni 2026 04:00 WIB

Viral! Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Dicari Netizen, Ternyata Ini Isinya

Selasa, 23 Juni 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • UPDATE! Kode Redeem FF Juni 2026 Masih Aktif, Buruan Klaim sebelum Habis
  • Transfer Panas Persib! Luka Menalo Siap Diresmikan, Ini Fakta Lengkap Kesepakatannya
  • Viral! Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Dicari Netizen, Ternyata Ini Isinya
  • Panen Pemain Bintang! Ini Daftar Kode Redeem EA Sports FC Mobile 23 Juni 2026 Terbaru
  • Serbu Hadiah Gratisan! Ini Daftar Kode Redeem FF Terbaru Selasa 23 Juni 2026 yang Masih Aktif
  • Daftar Lengkap 9 Nomor Esports Indonesia yang Lolos ke Main Event Asian Games 2026, Game Apa Saja?
  • Bukan Messi atau Mbappe, Penyerang Inilah yang Pimpin Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026
  • Resmi! Persib Lepas Sergio Castel Martinez Usai Super League 2025/26
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 23 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Kekerasan Warnai Laga EPA U20, Duel Dewa United vs Bhayangkara Youth Berujung Ricuh dan Kecaman Publik

By SusanaSelasa, 21 April 2026 05:00 WIB2 Mins Read
Kericuhan laga EPA U20 antara Dewa United vs Bhayangkara Youth viral. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Laga Elite Pro Academy (EPA) U20 antara Dewa United Development dan Bhayangkara Youth di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026), berakhir dengan insiden kericuhan yang menyita perhatian publik sepak bola nasional.

Pertandingan yang seharusnya menjadi ajang pembinaan pemain muda justru berubah menjadi sorotan akibat aksi kekerasan di lapangan.

Insiden tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk manajemen klub dan sponsor yang menilai kejadian itu mencoreng semangat sportivitas di level usia muda.

Dewa United Kecam Keras Aksi Kekerasan

Presiden klub Dewa United, Ardian Satya Negara, secara tegas mengecam insiden yang terjadi. Ia menilai kekerasan tidak memiliki tempat dalam sepak bola, terutama pada kompetisi kelompok usia yang seharusnya menjadi ruang pembinaan karakter atlet muda.

“Kami mengecam keras insiden kekerasan yang terjadi di Semarang. Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan, apalagi terjadi dalam kompetisi usia muda yang seharusnya mengedepankan sportivitas dan proses pembinaan,” ujar Ardian.

Kericuhan Bermula dari Saling Dorong, Berujung Bentrokan

Berdasarkan informasi di lapangan, kericuhan bermula dari aksi saling dorong antar pemain yang kemudian berkembang menjadi bentrokan terbuka. Sejumlah pemain dari kedua tim terlibat dalam aksi agresif, termasuk dugaan tendangan berbahaya yang memicu situasi semakin tidak terkendali.

Salah satu momen yang paling disorot publik adalah dugaan aksi “tendangan kungfu” yang dilakukan oleh pemain muda Bhayangkara FC, Fadly Alberto, yang juga pernah memperkuat Timnas Indonesia U-17.

Video insiden tersebut dengan cepat viral di media sosial dan memicu gelombang kecaman dari warganet.

Sorotan pada Pembinaan dan Peran Pelatih

Ardian juga menyoroti kemungkinan adanya pengaruh dari pihak di luar pemain, termasuk staf pelatih, yang dinilai seharusnya mampu menjaga situasi tetap kondusif di lapangan.

“Kami sangat menyayangkan tindakan kekerasan ini, terlebih jika dilakukan oleh pemain maupun pelatih yang semestinya bisa menjaga situasi tetap kondusif,” tambahnya.

Dewa United menegaskan telah melayangkan protes resmi kepada operator Elite Pro Academy U20 dan meminta dilakukan investigasi menyeluruh atas insiden tersebut.

Viral di Media Sosial, Publik Soroti Sepak Bola Usia Muda

Insiden ini memicu diskusi luas di media sosial. Banyak warganet menilai kejadian tersebut mencederai pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia yang selama ini terus didorong untuk lebih profesional.

Dukungan dan kritik bermunculan, dengan sebagian besar menyoroti pentingnya pengawasan ketat dalam kompetisi usia dini agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dewa United vs Bhayangkara Youth Elite Pro Academy 2026 Fadly Alberto tendangan kungfu insiden sepak bola usia muda kekerasan di sepak bola Indonesia kericuhan EPA U20
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Messi atau Mbappe, Penyerang Inilah yang Pimpin Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026

Jadwal Panas Piala Dunia 2026! Argentina dan Prancis Siap Lolos Lebih Cepat?

Aksi Suporter Picu Hukuman Berat! Persib, Persija, Persebaya Kompak Kena Denda Besar Komdis PSSI

Bikin Tuchel Menyesal?! Begini Cara Elegan Harry Maguire Balas Dendam Usai Dicoret dari Piala Dunia

Geger! Malut United Diduga Bertransformasi Jadi Jateng United FC Mulai 2026

Spanyol vs Arab Saudi Malam Ini! Yamal Starter, La Roja Diprediksi Pesta Gol

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Kode Rahasia FF Juni 2026 Bocor! Ini Daftar Terbaru yang Masih Aktif
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.