Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi emas antam

Harga Emas Antam Hari Ini 14 Agustus 2026 Anjlok Rp36 Ribu, Cek Harga Terbarunya

Jumat, 14 Agustus 2026 10:43 WIB

Wacana Pembatasan Pertalite Sasar Desil 9 dan 10: Siapa Saja Kelompok yang Terancam Tak Dapat BBM Subsidi?

Jumat, 14 Agustus 2026 10:40 WIB

Pemkot Bandung Siapkan Teknologi Pengolahan Sampah Skala Kecil, PSEL Jelekong Ikut Dikaji

Jumat, 14 Agustus 2026 10:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Harga Emas Antam Hari Ini 14 Agustus 2026 Anjlok Rp36 Ribu, Cek Harga Terbarunya
  • Wacana Pembatasan Pertalite Sasar Desil 9 dan 10: Siapa Saja Kelompok yang Terancam Tak Dapat BBM Subsidi?
  • Pemkot Bandung Siapkan Teknologi Pengolahan Sampah Skala Kecil, PSEL Jelekong Ikut Dikaji
  • Ikhwan Ali Tanamal Punya Misi Besar Usai Jalani TC Bersama Persib di Bali
  • Kota Bandung Masih Gelap di Banyak Titik, Butuh 36 Ribu Penerangan Jalan Lagi
  • Jomblo Auto Mengheningkan Cipta! Momen Manis Bule Cantik Australia Datang ke Lombok Demi Si Hitam Manis
  • Bisa Dapat Skin & Diamond Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Jumat 14 Agustus 2026 Sebelum Kehabisan
  • Bansos PKH Agustus 2026 Cair hingga Rp2,7 Juta, Cek Kategori Penerimanya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 14 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Kekerasan Warnai Laga EPA U20, Duel Dewa United vs Bhayangkara Youth Berujung Ricuh dan Kecaman Publik

By SusanaSelasa, 21 April 2026 05:00 WIB2 Mins Read
Kericuhan laga EPA U20 antara Dewa United vs Bhayangkara Youth viral. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Laga Elite Pro Academy (EPA) U20 antara Dewa United Development dan Bhayangkara Youth di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026), berakhir dengan insiden kericuhan yang menyita perhatian publik sepak bola nasional.

Pertandingan yang seharusnya menjadi ajang pembinaan pemain muda justru berubah menjadi sorotan akibat aksi kekerasan di lapangan.

Insiden tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk manajemen klub dan sponsor yang menilai kejadian itu mencoreng semangat sportivitas di level usia muda.

Dewa United Kecam Keras Aksi Kekerasan

Presiden klub Dewa United, Ardian Satya Negara, secara tegas mengecam insiden yang terjadi. Ia menilai kekerasan tidak memiliki tempat dalam sepak bola, terutama pada kompetisi kelompok usia yang seharusnya menjadi ruang pembinaan karakter atlet muda.

“Kami mengecam keras insiden kekerasan yang terjadi di Semarang. Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan, apalagi terjadi dalam kompetisi usia muda yang seharusnya mengedepankan sportivitas dan proses pembinaan,” ujar Ardian.

Kericuhan Bermula dari Saling Dorong, Berujung Bentrokan

Berdasarkan informasi di lapangan, kericuhan bermula dari aksi saling dorong antar pemain yang kemudian berkembang menjadi bentrokan terbuka. Sejumlah pemain dari kedua tim terlibat dalam aksi agresif, termasuk dugaan tendangan berbahaya yang memicu situasi semakin tidak terkendali.

Salah satu momen yang paling disorot publik adalah dugaan aksi “tendangan kungfu” yang dilakukan oleh pemain muda Bhayangkara FC, Fadly Alberto, yang juga pernah memperkuat Timnas Indonesia U-17.

Video insiden tersebut dengan cepat viral di media sosial dan memicu gelombang kecaman dari warganet.

Sorotan pada Pembinaan dan Peran Pelatih

Ardian juga menyoroti kemungkinan adanya pengaruh dari pihak di luar pemain, termasuk staf pelatih, yang dinilai seharusnya mampu menjaga situasi tetap kondusif di lapangan.

“Kami sangat menyayangkan tindakan kekerasan ini, terlebih jika dilakukan oleh pemain maupun pelatih yang semestinya bisa menjaga situasi tetap kondusif,” tambahnya.

Dewa United menegaskan telah melayangkan protes resmi kepada operator Elite Pro Academy U20 dan meminta dilakukan investigasi menyeluruh atas insiden tersebut.

Viral di Media Sosial, Publik Soroti Sepak Bola Usia Muda

Insiden ini memicu diskusi luas di media sosial. Banyak warganet menilai kejadian tersebut mencederai pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia yang selama ini terus didorong untuk lebih profesional.

Dukungan dan kritik bermunculan, dengan sebagian besar menyoroti pentingnya pengawasan ketat dalam kompetisi usia dini agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dewa United vs Bhayangkara Youth Elite Pro Academy 2026 Fadly Alberto tendangan kungfu insiden sepak bola usia muda kekerasan di sepak bola Indonesia kericuhan EPA U20
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Chelsea Beri Deadline Manchester City, Enzo Fernandez Dibanderol Rp2,8 Triliun

Baru Pecat Paul Munster, Bhayangkara FC Langsung Umumkan Pelatih Baru dari Spanyol

Real Madrid Kembali ‘Menggoda’, Man City Langsung Bentengi Haaland dengan Pagar Rp4,5 Triliun

Persebaya Punya 5 Senjata untuk Musim Baru, Rivera dan Yuran Fernandes Jadi Sorotan

Jadwal PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026: Bentrok Juara, Tanpa Perpanjangan Waktu!

Paul Munster Resmi Berpisah dengan Bhayangkara FC, Ada Apa Jelang Musim Baru?

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.