bukamata.id – Meskipun kompetisi Super League 2025/2026 belum resmi berakhir, atmosfer di luar lapangan sudah mulai mendidih. Tiga kekuatan tradisional sepak bola Indonesia—Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Persebaya Surabaya—dikabarkan tengah terlibat perang dingin demi mengamankan tanda tangan pemain kunci untuk musim depan.
Sorotan utama tertuju pada satu nama yang tengah berada di puncak performa: Mariano Peralta. Namun, di balik kemilau bintang Argentina tersebut, muncul satu nama “underdog” dari tim papan bawah yang siap menjadi komoditas panas di bursa transfer mendatang.
Mariano Peralta: Magnet Baru dari Borneo FC
Mariano Peralta bukan lagi sekadar rumor. Winger lincah milik Borneo FC ini menjelma menjadi pemain paling dicari setelah mencatatkan statistik mengerikan: 13 gol dan 10 assist hanya dalam 26 laga. Catatan ini membuatnya dijagokan sebagai pemain terbaik liga musim ini.
Persija Jakarta disebut-sebut berada di posisi terdepan untuk menggaet Peralta. Status kontraknya yang akan kedaluwarsa pada 30 Juni 2026 membuat tim Macan Kemayoran berpeluang memboyongnya secara gratis. Namun, Persib Bandung yang sempat mengincarnya di tengah musim lalu diyakini tidak akan menyerah begitu saja.
Sejumlah pengamat sepak bola di media sosial, seperti akun @ebolasport.id dan @pilotinfootball, menyebutkan bahwa jika perpindahan ini terwujud, maka kita akan menyaksikan salah satu manuver transfer paling monumental dalam sejarah liga tanah air.
Ruyery Blanco: Opsi ‘Diskon’ Berkelas dari PSBS Biak
Jika perburuan Peralta terasa terlalu mahal atau rumit, muncul alternatif yang sangat masuk akal bagi Persib, Persija, maupun Persebaya. Dia adalah Ruyery Blanco, bomber haus gol asal Kolombia yang kini membela PSBS Biak.
Meski timnya terpuruk di zona degradasi, ketajaman Blanco tetap terjaga dengan koleksi 10 gol. Ada dua alasan kuat mengapa Blanco bisa menjadi rebutan:
- Potensi Degradasi: PSBS Biak yang terancam turun kasta ke Liga 2 akan kesulitan mempertahankan pemain bintangnya.
- Masalah Internal: Isu tunggakan gaji yang santer menerpa tim berjuluk “Badai Pasifik” ini membuat banyak pemain, termasuk Blanco, berpeluang memutus kontrak lebih awal.
Dengan nilai pasar yang berada di kisaran Rp4,35 Miliar, Blanco dianggap sebagai investasi cerdas bagi tim papan atas yang butuh mesin gol tajam dengan harga yang jauh lebih kompetitif.
Harapan Suporter: ‘Dream Team’ untuk Kompetisi Asia
Tekanan kini berada di tangan manajemen klub masing-masing. Di jagat media sosial, gelombang desakan dari Jakmania, Bobotoh, hingga Bonek sudah mulai terasa. Mereka menginginkan tim kesayangan mereka bergerak cepat sebelum “barang bagus” di pasar transfer diambil rival.
Salah satu netizen bahkan sudah memimpikan komposisi skuad mewah, “Bismillah musim depan kiri Sidibe kanan Peralta,” tulis salah satu akun di kolom komentar, merujuk pada ambisi agar klub kesayangannya bisa berbicara banyak di level kompetisi Asia.
Apakah Persija akan menutup kesepakatan dengan Peralta? Atau justru manuver senyap Persib dan Persebaya yang akan mendaratkan Ruyery Blanco? Satu yang pasti, bursa transfer musim 2026/2027 akan menjadi panggung drama yang tak kalah seru dari pertandingan di lapangan hijau.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










