bukamata.id – Konflik bersenjata antara Iran dan Israel, yang mendapat dukungan dari Amerika Serikat, memicu kekhawatiran akan eskalasi perang di kawasan Timur Tengah.
Kekhawatiran ini juga turut mencakup keselamatan pekerja migran Indonesia (PMI), termasuk yang berasal dari Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Dewi Andani, Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P3TKT) pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) KBB, mengungkapkan bahwa Timur Tengah masih menjadi salah satu tujuan utama bagi pencari kerja asal Indonesia, termasuk dari wilayahnya.
Menurut data pada 2024, tercatat ada 99 PMI asal Bandung Barat yang bekerja di kawasan tersebut.
”Mereka tersebar di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Yordania,” kata Dewi.
Penurunan Jumlah PMI, Namun Kekhawatiran Tetap Ada
Jumlah PMI asal Bandung Barat sedikit menurun pada tahun 2025, menjadi 90 orang, namun negara tujuan tetap sama. Sementara itu, pada 2026 hingga awal Maret, tercatat 21 PMI asal Bandung Barat bekerja di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.
Dewi Andani menegaskan bahwa data yang tercatat di Disnaker KBB menunjukkan bahwa para PMI ini bekerja di sektor formal dan pemberangkatannya melalui prosedur yang sah.
“Tidak ada yang bekerja di Iran,” tambahnya.
PMI yang Berangkat Secara Unprosedural
Meski demikian, Dewi mengingatkan bahwa angka tersebut belum mencakup PMI yang berangkat secara unprosedural atau melalui jalur ilegal. Jumlah pekerja migran yang berangkat tanpa prosedur resmi diperkirakan jauh lebih besar.
”Yang berangkat unprosedural melalui calo diperkirakan jumlahnya jauh lebih banyak. Ibarat fenomena gunung es, baru terungkap ketika terjadi persoalan,” ujarnya.
Hingga kini, Disnaker KBB belum menerima laporan terkait kondisi atau kendala yang dialami oleh para PMI di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.
Koordinasi dengan KP2MI untuk Perlindungan PMI
Namun, Dewi Andani menambahkan bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk memastikan perlindungan dan pemantauan terhadap PMI asal KBB.
”Insya Allah besok kami akan ke KP2MI untuk koordinasi terkait situasi di Timur Tengah saat ini, tentunya menyangkut nasib PMI asal Bandung Barat,” pungkasnya.
Pemerintah daerah berharap situasi keamanan di kawasan Timur Tengah tidak semakin memburuk, sehingga para PMI tetap dapat bekerja dengan aman dan terlindungi di negara penempatan masing-masing.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










