Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Fakta di Balik Viral Video ‘Ojol vs Bule’ di Bali: Dari Isu Part 2 Hingga Pelanggaran Visa

Sabtu, 4 April 2026 01:00 WIB

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Jumat, 3 April 2026 21:24 WIB
Persib

Maung Bandung Tertekan! Semen Padang Siap Gagalkan Ambisi Juara Persib

Jumat, 3 April 2026 21:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Fakta di Balik Viral Video ‘Ojol vs Bule’ di Bali: Dari Isu Part 2 Hingga Pelanggaran Visa
  • Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan
  • Maung Bandung Tertekan! Semen Padang Siap Gagalkan Ambisi Juara Persib
  • Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara
  • Ramai Dicari di Telegram! Link Video ‘Kebaya Hitam’ 22 Menit Viral
  • Bukan Istana! Ternyata Ini Dalamnya Gedung Megah di Kalteng yang Viral
  • Persib vs Semen Padang: Misi Berbeda di Laga ‘Final’ Pekan ke-26 Super League 2025/2026
  • Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kenalkan Disleksia, Yayasan Lentera Insan Kreatif Gelar Gerakan Bhinneka di LPKA Kelas II Bandung

By SusanaRabu, 24 Juli 2024 19:05 WIB3 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2024, Yayasan Lentera Insan Kreatif (Link Foundation) menggelar launching roadshow “Gerakan Bhinneka” pada Rabu (24/7/2024) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung.

Tujuan dari gerakan ini untuk memberdayakan guru melalui pelatihan literasi, dan matematika, serta Kiat Praktis Menguak Potensi Anak dengan Kesulitan Belajar Spesifik (disleksia) sehingga guru memahami perbedaan cara belajar anak dan bisa mendukung kematangan sosial emosional.

Ketua Yayasan Lentera Insan Kreatif, Laurentia Mira S.H mengatakan, program ini bertujuan untuk meningkatkan awareness terhadap ciri-ciri disleksia.

“Banyak diantara anak-anak kita yang disleksia tapi tidak terdiagnosa. Mereka masuk ke sekolah umum kemudian mereka diberi cap yang tidak tepat, karena dianggap nakal, bodoh, dianggap pembuat ulah. Jadi mereka pada akhirnya diasingkan karena terlihat bodoh, padahal mereka sebenarnya hanya butuh bantuan,” papar Laurentia, Rabu (24/7/2024).

Untuk itu, Yayasan Lentera Insan Kreatif bekerjasama dengan United NoticeAbility Dyslexia Network  untuk mensosialisasikan tentang disleksia.

“Semoga masyarakat Indonesia jadi lebih punya awareness tentang apa itu disleksia? dan melihat anak-anak disleksia ini sebagai anak-anak yang memiliki potensi,” ujarnya.

Baca Juga:  Peringati HAN 2024, PLN Icon Plus Bantu Pemkab Belitung Selesaikan Masalah Stunting

Kemudian, Laurentia mengatakan sosialisasi dan edukasi bagi 225 anak binaan LPKA Bandung pada prinsipnya merupakan upaya untuk mengurai, mengidentifikasi, dan membantu anak-anak dengan kesulitan belajar spesifik atau disleksia di berbagai lapisan masyarakat.

Atau seminimal-minimalnya mengenal terlebih dahulu atau menumbuhkan kesadaran tentang apa itu disleksia dan bagaimana anak kemudian mengetahui dan menyadari potensi diri dan rasa percaya dirinya masing-masing.

Terlebih lagi, hal tersebut diperkuat dan merujuk pada data temuan United NoticeAbility Dyslexia Network (organisasi nirlaba asal Amerika Serikat yang berkomitmen untuk memberdayakan individu penderita disleksia di seluruh dunia), yang menyebutkan bahwa 50% penghuni Lembaga Pemasyarakatan di Amerika Serikat adalah anak dengan disleksia. Dan tidak menutup kemungkinan hal demikian juga terjadi di belahan dunia yang lain, tak terkecuali di Indonesia.

Baca Juga:  Ciptakan Generasi Emas 2045, Bey Ingin Pendidikan Merata bagi Anak Termasuk ABK

“Dalam perkembangannya, salah satu hasil penelitian United NoticeAbility Dyslexia Network menunjukkan bahwa anak-anak yang kesulitan belajar spesifik itu banyak sekali yang hidupnya berakhir di balik jeruji,” ujarnya

Untuk itu, Laurentia menilai bahwa sebetulnya anak-anak LPKA ini cerdas. Namun, memang perlu treatment khusus untuk bisa membaca, bisa menguasai matematika, dan hal ini tidak dimiliki oleh sekolah-sekolah di Indonesia.

Kedepannya, Yayasan Lentera Insan Kreatif akan membantu anak-anak yang berada di LPKA ini melalui treatment hasil dari sinergi dengan organisasi di luar negeri.

“Masih dalam penjajakan, tapi kami juga sebetulnya merasa terpanggil untuk membantu anak-anak ini, karena kita tau pastikan sumber daya nya terbatas, sedangkan pengetahuan tentang treatment anak-anak ini di Indonesia juga belum banyak, kebetulan kami bisa bersinergi dengan organisasi luar negeri yang punya lebih banyak hasil penelitian, lebih banyak metode, jadi kami juga terpanggil untuk bantu anak-anak itu disini,” paparnya.

Baca Juga:  Jokowi Tekankan Pentingnya Perlindungan Anak untuk Pertaruhan Masa Depan Bangsa

Adapun terkait Gerakan Bhineka sendiri, kedepannya Yayasan Lentera Insan Kreatif akan berkeliling ke 23 kota di 11 provinsi di Indonesia dengan target 2000 guru dan orang tua paham tentang disleksia.

“Gerakan bhineka itu kami sudah mulai dari webinar-webinar, dan gong nya itu hari ini kita buka di LPKA II Bandung ini, kemudian mulai minggu depan kami akan keliling ke 23 Kota di 11 Provinsi. Target capaiannya 2000 guru dan orangtua yang akan sadar tentang apa itu disleksia? dan bagaimana treatment anak yang memiliki disleksia?,” tandasnya.

Maka, dengan berbagai dinamika dan tantangannya, visi terdekat dari gerakan ini pada akhirnya tidak terlalu muluk-muluk di awal,dan lebih kepada agar masyarakat di Indonesia bisa mengenali terlebih dahulu apa itu disleksia atau seperti apa ciri anak dengan kesulitan belajar spesifik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

disleksia Hari Anak Nasional LPKA LPKA Kelas II Bandung Yayasan Lentera Insan Kreatif
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Hujan Angin Hantam Bandung! Pohon Tumbang hingga Billboard Raksasa Roboh

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri yang Bikin Penasaran, Link Telegram Banyak Dicari
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.