Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bongkar Alasan Dikick dari Kemenkeu! Aksi ‘Koboy’ Purbaya Berakhir di Kolam Pancing, Siap Kejar Pilgub Jabar?

Sabtu, 19 September 2026 10:12 WIB

Innalillahi, Mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan Tutup Usia

Sabtu, 19 September 2026 09:23 WIB

Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi

Sabtu, 19 September 2026 09:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bongkar Alasan Dikick dari Kemenkeu! Aksi ‘Koboy’ Purbaya Berakhir di Kolam Pancing, Siap Kejar Pilgub Jabar?
  • Innalillahi, Mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan Tutup Usia
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Gagal Bayar Denda, WNI Dibui Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan di Malaysia
  • Liburan Tanpa Ribet! 10 Destinasi Wisata Sukabumi Ini Bisa Dijangkau Cuma Naik Kereta Api
  • Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban
  • Persib vs Persijap Jepara, Bobotoh Bisa Nobar di 5 Lokasi Ini
  • Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Bukan Istana! Ternyata Ini Dalamnya Gedung Megah di Kalteng yang Viral

By Aga GustianaJumat, 3 April 2026 19:11 WIB5 Mins Read
Minimarket viral di Kalteng. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bayangkan Anda sedang berkendara di bawah langit malam Kota Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Di antara deretan bangunan komersial yang tampak biasa, tiba-tiba pandangan Anda tertuju pada sebuah bangunan megah dengan pilar-pilar putih menjulang tinggi, aksen emas yang berkilau di bawah temaram lampu, dan arsitektur yang lebih menyerupai gedung pertemuan pejabat atau rumah mewah sultan daripada sebuah tempat belanja kebutuhan harian.

Namun, saat mata Anda naik ke bagian fasad atas, terpampanglah papan nama minimarket yang sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Selamat datang di gerai retail yang baru-baru ini menyandang predikat sebagai “Minimarket Terpaling Mewah” di tanah air.

Fenomena ini bermula dari unggahan akun TikTok @ggita53 yang memperlihatkan visual gedung tersebut pada malam hari. Video singkat itu seolah membuka gerbang diskusi bagi jutaan pasang mata netizen. Bukan karena promo harga minyak goreng atau diskon susu bayi, melainkan karena estetika bangunannya yang menabrak pakem desain minimarket konvensional.

Arsitektur yang Memintal Decak Kagum

Jika biasanya kita mengenal minimarket sebagai bangunan kotak sederhana dengan dominasi kaca di bagian depan, gerai di Pangkalan Bun ini memilih jalur berbeda. Desain eksteriornya mengusung gaya neoklasik yang kental. Pilar-pilar besar yang menyangga lantai dua memberikan kesan kokoh sekaligus elegan. Belum lagi detail ukiran dan balkon yang terlihat dari luar, membuat siapa pun yang lewat akan menoleh dua kali.

Di lantai dasar, area parkir yang luas dan pencahayaan yang tertata apik menambah kesan eksklusif. Seolah-olah, masuk ke sana bukan sekadar untuk membeli sebungkus mi instan atau sebotol minuman dingin, melainkan sebuah pengalaman “wisata belanja” skala kecil. Kemewahan ini memberikan kesan prestisius yang jarang ditemukan pada toko retail di wilayah Kalimantan Tengah, bahkan di kota-kota besar sekalipun.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Soroti Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Perawat Dinonaktifkan

“Sungkan Masuk”: Gejolak Lucu di Kolom Komentar

Bukan netizen Indonesia namanya jika tidak menanggapi fenomena unik dengan selera humor yang tinggi. Begitu video @ggita53 viral, ribuan komentar membanjiri unggahan tersebut. Menariknya, banyak netizen yang justru merasa “terintimidasi” oleh kemegahan bangunan ini. Ada semacam rasa rendah diri atau inferiority complex yang jenaka ketika melihat tempat belanja sekeren itu.

Beberapa komentar yang mencuri perhatian antara lain:

“Definisi CEO nyamar jadi manajer,” tulis salah satu netizen, menggambarkan betapa level bangunan ini jauh melampaui fungsinya sebagai toko kelontong modern.

Ada pula yang merasa harus melakukan ritual tertentu sebelum melangkah masuk melewati pintu sensor otomatis.

“Kalo belanja harus lepas sendal dulu gak sih? Sungkan soalnya,” ujar netizen lainnya yang disambut dengan ribuan like.

Bahkan, ada pula yang berimajinasi mengenai kepemilikan bangunan tersebut dengan komentar kocak:

“Rumah gw itu, disewa sama pihak minimarket,” canda seorang netizen yang seolah-olah mengklaim diri sebagai pemilik rumah “sultan” tersebut.

Keresahan netizen yang merasa sungkan hanya untuk membeli air mineral di tempat semegah itu menunjukkan betapa kuatnya pengaruh arsitektur terhadap psikologi konsumen. Bangunan ini tidak hanya menjual barang, tapi juga menjual vibe atau suasana yang selama ini hanya diasosiasikan dengan kelas sosial tertentu.

Baca Juga:  Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Identitas Masih Misterius dan Belum Terverifikasi

Lokalitas dan Modernitas yang Berpadu

Keberadaan minimarket mewah ini sebenarnya membawa pesan menarik tentang perkembangan ekonomi di Pangkalan Bun. Kota yang dikenal dengan sektor perkebunan dan gerbang menuju Taman Nasional Tanjung Puting ini menunjukkan bahwa daya beli dan selera estetik masyarakatnya kian meningkat.

Pihak pengelola nampaknya paham betul bahwa di era media sosial, sebuah bangunan tidak cukup hanya fungsional. Ia harus “Instagrammable”. Dengan desain yang mencolok, minimarket ini secara otomatis mendapatkan promosi gratis lewat konten-konten viral seperti yang dilakukan oleh akun @ggita53. Orang-orang akan datang bukan hanya karena butuh belanja, tapi karena rasa penasaran ingin berfoto atau sekadar membuktikan sendiri kemewahannya.

Revolusi Desain Retail di Indonesia?

Apa yang terjadi di Pangkalan Bun bisa jadi merupakan awal dari tren baru desain retail di daerah. Selama puluhan tahun, minimarket di Indonesia memiliki “wajah” yang seragam dari Sabang sampai Merauke. Keseragaman ini memang baik untuk branding, namun terkadang terasa membosankan.

Munculnya gerai-gerai unik dengan sentuhan arsitektur lokal atau mewah seperti ini memberikan warna baru. Ini membuktikan bahwa bisnis retail bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Jika sebuah daerah memiliki budaya estetika yang tinggi, mengapa tidak menyelaraskan bentuk bangunan bisnis dengan selera lokal?

Pengalaman Berbeda bagi Pengunjung

Meski dari luar tampak seperti istana, di bagian dalam, pengunjung akan tetap menemukan kenyamanan standar minimarket modern—AC yang dingin, rak yang tertata rapi, dan pelayanan yang ramah. Namun, perbedaan tetap terasa pada sensasi saat melangkah masuk.

Baca Juga:  Sindiran Tajam Aura Cinta, Diduga Kembali Ditujukan ke Dedi Mulyadi

Bayangkan Anda baru saja pulang kerja dalam kondisi lelah, lalu singgah ke tempat ini. Estetika gedung yang cantik dan pencahayaan yang hangat bisa memberikan sedikit “healing” visual sebelum kembali ke rumah. Tidak heran jika gerai ini kemudian tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tapi juga titik temu warga atau sekadar tempat singgah favorit.

Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Toko

Viralnya minimarket di Pangkalan Bun ini memberikan pelajaran bahwa kreativitas tidak memiliki batas, bahkan dalam bisnis yang paling umum sekalipun. Keputusan untuk membangun gedung yang megah adalah sebuah strategi berani yang terbukti sukses mencuri perhatian publik secara nasional.

Bagi warga Pangkalan Bun, gedung ini mungkin sudah menjadi ikon baru. Sedangkan bagi warga di luar Kalimantan, video viral tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan dan kemewahan kini tidak lagi hanya terpusat di Pulau Jawa.

Jadi, jika suatu saat Anda berkesempatan berkunjung ke Pangkalan Bun, jangan lupa untuk mampir ke gerai viral ini. Siapkan pakaian terbaik Anda, karena meskipun hanya ingin membeli sebotol air mineral, suasana di sana akan membuat Anda merasa seperti tamu terhormat di sebuah istana retail. Dan jangan khawatir, meskipun gedungnya mewah, Anda tetap tidak perlu melepas sandal untuk masuk ke sana.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Viral TikTok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Liburan Tanpa Ribet! 10 Destinasi Wisata Sukabumi Ini Bisa Dijangkau Cuma Naik Kereta Api

Rekomendasi 10 Anime Pendek Terbaik yang Bisa Ditamatkan dalam Sehari, Cocok Buat Maraton Weekend!

Ngeri Dipalak Sejuta Sehari! Pengakuan Blak-blakan Korban Pungli Jogja yang Bikin Satu Indonesia Murka

8 Tahun Disimpan, Erin Ungkap Dugaan Perselingkuhan Andre Taulany dengan Sinden OVJ

Cari Bakso dan Mie Ayam Enak di Bandung? Ini 4 Rekomendasinya

Bikin Takjub! Aksi ‘Orator Cilik’ Asal Cilacap Bikin Satu Kelas Terpukau, Bakat Alaminya Luar Biasa

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.