bukamata.id – Timur Tengah kembali berada di ambang konflik besar. Iran secara terbuka mengeluarkan ancaman terhadap pangkalan militer milik Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis di kawasan, menyusul keterlibatan ketiga negara Barat tersebut dalam menggagalkan serangan rudal dan drone Iran yang diarahkan ke Israel.
Dalam pernyataan resminya, Teheran menegaskan bahwa setiap bentuk intervensi terhadap aksi balasan mereka terhadap Israel akan dianggap sebagai tindakan permusuhan langsung. “Setiap negara yang terlibat dalam menghadang serangan kami terhadap Israel akan menjadi target,” demikian kutipan dari kantor berita Mehr.
Iran juga mengisyaratkan pergeseran pendekatan militernya. Tidak hanya mengincar Israel, kini fokus serangan juga diarahkan kepada kekuatan Barat yang memiliki kehadiran militer di kawasan Teluk Persia, termasuk kapal perang asing yang dianggap terlibat.
Sumber dari militer Iran menyebut bahwa salah satu target utama kemungkinan besar adalah pangkalan udara Amerika Serikat di Irak, yang dinilai strategis dalam mendukung posisi militer Barat di wilayah tersebut.
“Perang yang dimulai oleh agresi rezim Zionis akan menjalar ke seluruh wilayah yang mereka duduki, termasuk pangkalan-pangkalan militer AS,” ungkap seorang pejabat senior Iran yang tidak disebutkan namanya.
Langkah Iran ini dinilai sebagai peringatan serius bahwa konflik yang awalnya berkisar pada ketegangan Iran-Israel kini berisiko berkembang menjadi pertarungan geopolitik berskala besar, yang bisa melibatkan berbagai kekuatan global.
Para analis internasional memperingatkan bahwa ketegangan ini bisa memicu reaksi berantai dari sekutu-sekutu Israel. Jika situasi terus memanas, potensi terjadinya perang regional yang lebih luas di Timur Tengah bukanlah hal yang mustahil.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











