bukamata.id – Pemerintah Iran memperingatkan sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah bahwa pangkalan militer AS di wilayah mereka bisa menjadi target, jika Washington melakukan serangan terhadap Iran. Pernyataan ini muncul setelah Presiden Donald Trump mengancam intervensi untuk mendukung demonstran yang tengah berunjuk rasa di negara itu.
Seorang pejabat senior Iran, yang berbicara dengan syarat anonim, menyebut bahwa Teheran telah menghubungi negara-negara sekutu AS di kawasan tersebut untuk menghalangi kemungkinan serangan.
“Teheran telah memberi tahu negara-negara regional… bahwa pangkalan AS di negara-negara tersebut akan diserang jika AS menargetkan Iran… meminta negara-negara tersebut untuk mencegah Washington menyerang Iran,” ujar pejabat itu kepada Reuters, Rabu (14/1/2026).
Kontak langsung antara Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dan Utusan Khusus AS, Steve Witkoff, disebut telah ditangguhkan. Hal ini mencerminkan ketegangan yang meningkat antara kedua negara.
Di sisi lain, kelompok hak asasi manusia melaporkan bahwa jumlah korban tewas dalam demonstrasi yang diwarnai kerusuhan di Iran kini mendekati 2.600 orang.
Seorang pejabat Israel menyatakan bahwa Trump telah memutuskan untuk campur tangan, meski rincian terkait cakupan dan waktu intervensi belum ditentukan. Sumber pemerintah Israel lainnya menyebut bahwa kabinet keamanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menerima pengarahan Selasa malam mengenai kemungkinan runtuhnya rezim atau aksi intervensi AS di Iran.
Dalam wawancara dengan CBS News pada Selasa, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat siap mengambil “tindakan yang sangat keras” jika Iran mengeksekusi mati para demonstran. Ia juga menyerukan warga Iran untuk terus berdemonstrasi dan mengambil alih lembaga-lembaga negara, sambil meyakinkan bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan.”
AS memiliki pasukan di sejumlah lokasi strategis di Timur Tengah, termasuk di Bahrain, yang menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut AS. Selain itu, Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar berfungsi sebagai markas besar terdepan Komando Pusat AS di kawasan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











