Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Senin, 28 September 2026 01:00 WIB

Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI

Minggu, 27 September 2026 20:17 WIB

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Minggu, 27 September 2026 19:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online
  • Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
  • Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran
  • Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka
  • Bukan Dipanggil Timnas, Marc Klok Justru Beri Pesan untuk Thom Haye dan Ragnar
  • Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya
  • Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Ketika Generasi Z Memimpin: Kisah Raden Raka, Ketua RW Termuda dari Cimahi

By Aga GustianaKamis, 22 Januari 2026 11:49 WIB4 Mins Read
Raden Raka, Ketua RW termuda di Cimahi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamat.id – Usianya baru 22 tahun ketika namanya disebut sebagai Ketua RW 03 di Kelurahan Padasuka, Kota Cimahi, Jawa Barat. Di usia ketika sebagian besar anak muda masih sibuk menuntaskan kuliah atau merintis karier pertama, Raden Raka justru memikul tanggung jawab sosial yang selama ini identik dengan figur berusia matang. Ia kini tercatat sebagai salah satu Ketua RW termuda di Kota Cimahi, sekaligus simbol kehadiran generasi Z dalam struktur pemerintahan kewilayahan.

Hari-hari awal kepemimpinannya masih terasa sangat baru. Raka sendiri mengaku belum sepenuhnya menyadari perubahan status yang kini melekat padanya. “Sekarang terhitung baru hari kedua. Baru banget, fresh,” ucap Raden, dikutip Kamis (22/1/2026).

Namun, di balik usia yang terbilang muda, ketertarikan Raka terhadap tata kelola masyarakat bukanlah hal yang muncul tiba-tiba. Minat itu telah tumbuh sejak masa kanak-kanak, dengan cara yang mungkin tak terduga: melalui permainan video. Sejak usia lima hingga sepuluh tahun, Raka akrab dengan game bergenre city builder seperti SimCity, City Skylines, hingga Manor Lords. Dari layar permainan itulah, benih ketertarikan terhadap pengelolaan kota dan masyarakat mulai tumbuh.

“Dari game itu saya belajar bahwa mengelola kota dan masyarakat itu kompleks. Ada banyak masalah yang harus diselesaikan dengan berbagai pendekatan. Dari situ saya penasaran, apakah cara berpikir itu bisa diterapkan langsung di masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga:  Kawani Academy Siap Lahirkan Generasi Gemilang Songsong Indonesia Emas 2045

Rasa penasaran itu tidak berhenti sebagai gagasan. Raka memilih untuk turun langsung ke lapangan, menyentuh realitas sosial yang selama ini ia bayangkan lewat simulasi digital. Keputusan mencalonkan diri sebagai Ketua RW menjadi jawaban atas kegelisahannya melihat berbagai persoalan di lingkungannya sendiri.

Salah satu persoalan paling krusial yang menjadi fokus Raka adalah banjir. Selama lebih dari 25 tahun, wilayah RW 03 Padasuka telah menjadi langganan genangan air. Masalah ini bukan sekadar soal rumah yang terendam, melainkan berdampak luas terhadap kehidupan ekonomi dan sosial warga. Melalui konten media sosial yang ia unggah, persoalan banjir itu sempat viral dan ditonton ratusan ribu kali, hingga akhirnya menarik perhatian langsung Wali Kota dan Camat setempat.

“Banjir itu bukan cuma air masuk rumah, tapi ekonomi mati. Orang nggak jadi belanja, usaha tutup, investasi enggan masuk. Itu yang terus saya perjuangkan,” tegasnya.

Di luar perannya sebagai Ketua RW, Raden Raka masih berstatus mahasiswa semester sembilan Jurusan Bisnis di Binus Bandung. Ia tinggal bersama orang tuanya dan ikut mengelola usaha toko kue keluarga. Aktivitas kewirausahaan sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak muda. Selain menjadi RW, pria yang masih lajang ini dikenal sebagai wirausaha muda dan kerap mengisi seminar-seminar bisnis. Pada tahun 2020, ia bahkan sempat membuka coffee shop sebagai bentuk eksplorasi awal dunia usaha.

Baca Juga:  Bukan Coffee Shop, Ini 3 Pasar Tradisional Jadi Tempat Nongkrong Anak Muda Bandung

Namun, jalan menuju kursi Ketua RW tidak sepenuhnya mulus. Faktor usia menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapinya. Saat pertama kali mencalonkan diri, penolakan datang dari sebagian warga yang meragukan kapasitas anak muda dalam memimpin wilayah. Raka menyadari skeptisisme itu, tetapi ia memilih untuk tidak mundur.

Proses pemilihan sendiri awalnya diikuti oleh empat calon, sebelum akhirnya mengerucut menjadi dua kandidat: Raka dan kandidat petahana yang telah menjabat selama lima tahun sebelumnya. Dalam masa sosialisasi, Raka berupaya mendekati warga dari rumah ke rumah, menyampaikan ide, gagasan, serta arah perubahan yang ingin ia bawa.

“Banyak masyarakat yang awalnya belum percaya dengan anak muda. Tapi saya coba jelaskan ide, gagasan, dan arah perubahan yang ingin saya lakukan. Saya bilang, kalau mau perubahan, ayo kita jalan bareng,” katanya.

Pendekatan tersebut perlahan membuahkan hasil. Pada hari pemilihan, dukungan warga mengalir deras. Raden Raka meraih 65 persen suara, angka yang cukup meyakinkan untuk menandai kepercayaan masyarakat kepadanya. Mandat sebagai Ketua RW 03 Padasuka pun resmi berada di pundaknya. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada warga yang telah membuka ruang bagi anak muda untuk memimpin di tingkat paling dasar pemerintahan.

Baca Juga:  Bey Machmudin Harap GIIAS jadi Media Pembelajaran untuk Anak Muda di Bidang Otomotif

Menariknya, pencalonan Raka dilakukan secara mandiri tanpa sokongan finansial dari keluarga. Seluruh biaya kampanye ia kumpulkan dari jejaring dan relasi yang telah dibangunnya selama ini, termasuk dukungan dari para pengusaha yang mengenalnya.

“Modal kampanye sekitar Rp 30 juta rupiah. Saya punya networking sama pengusaha-pengusaha banyak yang support lah dari mereka. Kalau dibandingkan dengan gaji RW yang Rp 500 ribu per bulan, itu mungkin puluhan tahun balik modalnya. Jadi ini memang soal keikhlasan dan tanggung jawab,” ungkapnya.

Bagi Raka, menjadi Ketua RW bukanlah soal jabatan atau keuntungan materi. Posisi ini ia maknai sebagai ruang belajar sekaligus ladang pengabdian. Ia berharap kehadirannya dapat menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya untuk berani terjun ke pemerintahan tingkat akar rumput. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberanian saja tidak cukup.

Anak muda, menurut Raka, perlu datang dengan persiapan, gagasan, dan komitmen yang jelas. Sebab, memimpin masyarakat nyata jauh lebih kompleks dibandingkan simulasi apa pun. Kini, di usia 22 tahun, Raden Raka memulai babak baru: memimpin, mendengar, dan bekerja bersama warganya—mewujudkan gagasan perubahan yang dulu hanya ia bayangkan di layar permainan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak muda
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?

Cari Cafe Estetik di Bandung? Ini 5 Tempat Ngopi yang Wajib Masuk Daftar

Harga Emas Antam Hari Ini 27 September 2026 Stabil, 1 Gram Tembus Rp2,61 Juta

Bansos

Jadwal & Cara Cair Bansos PKH-BPNT Tahap IV 2026: Simak Syarat dan Dokumen yang Wajib Dibawa!

Jangan Cuma Puncak! Ini 15 Destinasi Wisata Cianjur Paling Hits dari Air Terjun hingga Pantai Eksotis

3 Tempat Nongkrong Hits di Cianjur Terbaru 2026, Menu Lezat Harga Mulai Belasan Ribu!

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.