Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Banjir Konten UGC dari Brand Team,yang Dijual Produk apa Kisah Palsu?

Sabtu, 27 Juni 2026 09:31 WIB

Kisah Oma Grace: Menangis di Depan Kamera, Melawan Kekejaman Cyberbullying dengan Doa

Sabtu, 27 Juni 2026 09:22 WIB

Sejarah Baru di Boston! Ousmane Dembele Catat Rekor Hattrick Tercepat Piala Dunia dalam 72 Tahun Terakhir

Sabtu, 27 Juni 2026 09:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Banjir Konten UGC dari Brand Team,yang Dijual Produk apa Kisah Palsu?
  • Kisah Oma Grace: Menangis di Depan Kamera, Melawan Kekejaman Cyberbullying dengan Doa
  • Sejarah Baru di Boston! Ousmane Dembele Catat Rekor Hattrick Tercepat Piala Dunia dalam 72 Tahun Terakhir
  • Gacha Pemain Bintang! Klaim Kode Redeem EA Sports FC Mobile Terbaru Sabtu 27 Juni 2026, Banjir Gems dan Pack Gratis
  • Jadwal Piala Dunia 2026 Minggu 28 Juni: Argentina, Inggris dan Portugal Siap Tempur!
  • Resmi! Getty Images Gandeng OpenAI, ChatGPT Kini Bakal Tampilkan Gambar Berlisensi
  • Jangan Lewatkan! Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 Hari Ini dan Link Live Streaming Resmi
  • Siapa Cepat Dia Dapat! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 27 Juni 2026, Amankan Token SG2 dan Bundle Langka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 27 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Kisah Oma Grace: Menangis di Depan Kamera, Melawan Kekejaman Cyberbullying dengan Doa

By Aga GustianaSabtu, 27 Juni 2026 09:22 WIB7 Mins Read
Oma Grace dibela Deddy Corbuzier. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Layar ponsel pintar itu menampilkan warna-warni boneka yang ceria. Di sebuah sudut ruang kontrakan yang sederhana, seorang wanita lanjut usia duduk dengan tubuh yang tak lagi tegap. Namanya Oma Grace. Di usianya yang senja, saat sebagian orang menikmati masa tua dengan menimang cucu, Oma Grace justru harus akrab dengan lampu sorot, kamera ponsel, dan riuhnya algoritma TikTok.

Melalui akun Kiyowo Shop (@gkiyowoshop), Oma Grace adalah seorang pejuang. Ia bukan sekadar berjualan boneka; ia sedang merajut asa demi menyambung hidup bersama putri tercintanya yang mengelola akun pendukung Me&Mom (@memomgaming). Ada urgensi yang nyata di balik setiap siaran langsung (live streaming) yang dilakukannya hingga larut malam: sebuah tenggat waktu ekonomi yang mencekam. Di bio akunnya, sebuah kalimat pendek tertulis dengan nada getir namun penuh harap:

“Bulan July akhir oma harus pindah kontrakan bisa bantu support oma di sini ya.”

Kalimat itu adalah alarm kehidupan. Akhir Juli adalah batas waktu. Jika barang dagangannya tidak laku, mereka tidak tahu harus berteduh di mana lagi. Maka, dengan modal semangat yang tersisa, Oma Grace menyapa layar, menawarkan boneka-boneka lucu dengan suara yang diusahakan tetap ceria.

Namun, dunia digital ternyata bisa menjelma menjadi ruang jagal psikologis yang amat kejam bagi seorang lansia.

Malam itu, alih-alih mendapatkan pembeli, layar live Oma Grace justru dihujani oleh belati-belati verbal. Akun-akun anonim—tanpa wajah dan tampaknya tanpa nurani—mulai berdatangan memuntahkan kebencian.

  • “Tua bangka!” tulis sebuah akun.
  • “Dah mau mati nih,” timpal yang lain.
  • “Udah lumutan nek.”

Satu per satu kalimat keji itu meluncur, disaksikan langsung oleh mata tua Oma Grace. Untuk beberapa saat, pertahanan wanita lansia itu runtuh. Di depan kamera, Oma Grace menangis sesenggukan. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan yang mulai berkerut. Air matanya tumpah di antara tumpukan boneka anak-anak.

Ironi Ruang Digital dan Kultus Paras

Tragedi yang menimpa Oma Grace membuka kotak pandora tentang betapa dangkalnya standar moral sebagian netizen hari ini. Kasus ini memperlihatkan sebuah kontras yang tajam antara siaran langsung Oma Grace dengan fenomena live streaming jualan yang jamak kita temui di media sosial.

Di belahan algoritma yang lain, kita kerap melihat para penjual muda berparas rupawan, berkulit bening, dan berpenampilan modis. Mereka tidak perlu bersusah payah menjelaskan spesifikasi produk dengan detail. Kadang, mereka hanya perlu duduk, tersenyum manis, atau menyapa manja, dan seketika kolom komentar langsung dibanjiri pujaan serta saweran hadiah digital. Ruang digital begitu ramah, royal, dan penuh toleransi bagi mereka yang memiliki apa yang disebut netizen sebagai beauty privilege.

Kenyataan ini menjadi tamparan keras. Netizen yang sama, yang dengan ringannya mengirimkan gifts mahal kepada kreator yang hanya bermodal paras, justru berubah menjadi monster tanpa empati saat melihat seorang nenek tua yang sedang memeras keringat secara jujur.

Baca Juga:  Usai Gugat Cerai Deddy Corbuzier, Sabrina Chairunnisa Pamer Rutinitas Baru

Ruang digital kita seolah menderita penyakit akut di mana nilai dan kehormatan seorang manusia diukur dari seberapa estetik wajahnya di depan kamera. Jika seseorang rupawan, linimasa adalah surga penuh berkah; namun jika yang muncul adalah lansia yang ringkih, linimasa bisa berubah menjadi neraka siber yang tak kenal ampun. Tanpa kesalahan apa pun, Oma Grace diserang secara acak dan brutal hanya karena ia tidak lagi muda dan tidak lagi “menjual” secara visual di mata netizen yang mendewakan penampilan fisik.

Menjawab Kutukan dengan Doa

Namun, apa yang terjadi selanjutnya di lapak Oma Grace adalah sebuah anomali spiritual yang membuat siapa pun yang menontonnya tertegun.

Setelah mengusap air matanya, Oma Grace kembali melihat ke arah kamera. Tidak ada gurat dendam di wajahnya. Tidak ada makian balasan, tidak ada ancaman laporan polisi. Sembari mengulas senyum getir yang sarat akan kedewasaan jiwa, Oma Grace menarik napas dalam-dalam. Dengan tutur kata yang sangat sejuk, ia merespons orang-orang yang baru saja menyumpahinya mati.

“Semoga kamu hatinya selalu diterangi.. enggak akan marah… Oma akan doakan kamu kiranya,” ucap Oma Grace lirih dan tulus.

Ketika dunia melemparkan batu, ia membalasnya dengan seikat doa. Bagi Oma, ketikan jahat netizen tidak harus dibalas dengan kejahatan serupa.

Ketegaran Oma Grace tidak berhenti di situ. Publik tidak hanya terenyuh oleh ketahanan mentalnya, tetapi juga oleh kondisi fisiknya. Dalam salah satu sesi siaran langsung yang melelahkan, warganet sempat dikejutkan dengan kondisi Oma Grace yang tiba-tiba mengalami mimisan. Darah segar keluar dari hidungnya di tengah-tengah live. Sontak, kekhawatiran massal merebak.

Namun lagi-lagi, dengan ketenangan seorang ibu, Oma Grace meluruskan asumsi tersebut agar tidak menimbulkan kegaduhan. Ia menjelaskan bahwa dirinya memang mengidap gangguan kesehatan kronis pada sistem pencernaan.

Baca Juga:  Dulu Dihujat Habis-habisan, Kini Menteri Bahlil Malah Jadi 'Bolu Ketan' Netizen! Kok Bisa?

“Oma tuh ada sakit GERD, gastritis, sama IBD (Inflammatory Bowel Disease). Jadi bukan karena kecapekan streaming sampai malam, bukan seperti itu ya,” jelas Oma beberapa waktu lalu. “Justru streaming ini buat Oma terhibur dan ngobrol sama kakak-kakak, ketawa sama-sama, bahagia sama-sama.”

Ketika Amarah Deddy Corbuzier Menjadi Gerakan Nyata

Kisah tentang ketegaran Oma Grace yang magis itu lantas menggelinding bak bola salju hingga mendarat di layar gawai seorang mentalis dan podcaster ternama, Deddy Corbuzier. Melihat seorang lansia diperlakukan layaknya samsat kemarahan oleh netizen yang menyembah paras, darah Deddy mendidih.

Melalui akun Instagram pribadinya @mastercorbuzier, Deddy mengunggah ulang potongan video Oma Grace. Ia menyuarakan kemarahan kolektif atas mundurnya moralitas di ruang digital Indonesia. Deddy pun langsung menggerakkan jutaan pengikutnya untuk melakukan aksi nyata menyandera balik keadaan dengan cara memborong dagangan Oma Grace.

“Lu lihat ya ini ada tiga hal, yuk kita larisin deh dagangan ibu-ibu ini ada di TikTok Shop atau di mana kita larisin deh bareng-bareng,” ajak Deddy Corbuzier.

Deddy mengecam keras kelakuan netizen yang kehilangan akal sehat. “Kita belajar satu hal, ternyata untuk ngatain seseorang, untuk jadi gila seperti itu gak perlu lagi ada alasan bro. Gak perlu ada perbedaan pendapat, gak perlu ada benci… orang katain aja udah random sekarang. Itu ada sebagian di otak orang Indonesia yang IQ-nya di bawah monyet kayak begitu,” ujar Deddy dengan nada yang sangat menohok.

Bagi Deddy, perundungan terhadap Oma Grace adalah anomali yang menakutkan. Seorang wanita lansia yang sedang mencari nafkah dengan jujur, tidak mengganggu siapa pun, tetap saja diserang secara verbal dengan kalimat-kalimat yang menginginkan kematiannya hanya karena ia tidak memenuhi standar “estetika” layar kaca netizen.

“Kayak ibu-ibu gak punya salah lagi jualan masih disikat. Yang ketiga lo bayangin gak ibu-ibu itu kayak begitu dihabisin sama orang dan dikata-katain, gimana gue yang ganteng,” tandas Deddy, menyelipkan sindiran satire untuk menggambarkan betapa absurdnya keberanian netizen di balik akun palsu.

Memanen Buah Kesabaran

Hukum tabur tuai itu nyata, dan Oma Grace kini sedang memanen buah dari benih kesabaran serta ketulusan yang ia tanam di tengah badai makian. Dalam waktu singkat, arus simpati publik berbalik arah secara drastis mendukungnya.

Baca Juga:  Adegan Wanita Rok Hijau di Dapur Bikin Heboh, Warganet Ramai Cari Link Video Asli

Lapak digital Oma Grace yang dulunya dikotori oleh ketikan beracun, kini berubah menjadi ladang berkah. Akun TikTok @gkiyowoshop milik Oma Grace mengalami lonjakan metrik yang luar biasa, meraup lebih dari 155 ribu pengikut dan mengumpulkan lebih dari 1,5 juta suka (likes).

Setiap kali Oma Grace mengaktifkan fitur live, ribuan orang kini datang untuk memborong dagangannya. Target ekonomi untuk pindah kontrakan di akhir Juli yang semula terasa seperti gunung yang mustahil didaki, kini perlahan-lahan mulai menemui titik terang berkat gotong royong digital ini. Netizen akhirnya tersadar bahwa yang layak didukung bukan sekadar mereka yang berparas rupawan, melainkan mereka yang berjuang dengan kejujuran.

Ruang komentar Oma Grace kini telah “dibersihkan” secara alami oleh ribuan doa baik dan semangat:

  • “Semoga selalu sehat dan senantiasa berlimpah rezeki dari Tuhan untuk Oma,” tulis seorang warganet.
  • “Sabar ya Oma, semangat terusss Omaaa,” timpal netizen lainnya.
  • “Sedih banget liat komenanya gak ada etika sama sekali padahal cuma lagi jualan… Buat Omanya tetap semangat ya jangan tanggapin kata-kata mereka. Stay healthy and happy,” tulis pembela Oma Grace yang lain.

Pelajaran Moral dari Sudut Kontrakan

Kisah Oma Grace adalah sebuah cermin besar bagi wajah masyarakat digital kita hari ini. Ia menelanjangi sebuah realitas pahit: bahwa anonimitas dan penyembahan terhadap paras (beauty privilege) sering kali membuat manusia kehilangan moralitas dasar.

Namun, di sisi lain, Oma Grace juga mengajarkan kita tentang esensi dari sebuah kekuatan sejati. Kekuatan sejati tidak lahir dari seberapa glowing wajah kita di depan kamera, atau seberapa keras kita bisa membalas makian orang lain. Kekuatan sejati—seperti yang ditunjukkan oleh Oma Grace—adalah kemampuan untuk tetap menjaga hati tetap bersih, tetap tersenyum, dan membalas kutukan dunia dengan berkah doa.

Oma Grace telah memberikan kuliah moral terbaik tentang martabat manusia. Ketika internet dipenuhi oleh kebisingan dan kepalsuan filter kamera, wanita lansia ini hadir membawa keheningan yang sarat makna, membuktikan bahwa ketulusan jiwa jauh lebih berkilau dan abadi daripada sekadar keindahan paras.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cyberbullying Deddy Corbuzier Kiyowo Shop Oma Grace UMKM Lansia Viral TikTok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gacha Pemain Bintang! Klaim Kode Redeem EA Sports FC Mobile Terbaru Sabtu 27 Juni 2026, Banjir Gems dan Pack Gratis

Resmi! Getty Images Gandeng OpenAI, ChatGPT Kini Bakal Tampilkan Gambar Berlisensi

Siapa Cepat Dia Dapat! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 27 Juni 2026, Amankan Token SG2 dan Bundle Langka

Klaim Primogems Gratisan! Ini Daftar Kode Redeem Genshin Impact Terbaru Sabtu 27 Juni 2026 yang Masih Aktif

Terseret Kasus Pemalsuan dan Finansial, Amanda Manopo Gandeng Kuasa Hukum Datangi Polres Jaksel

Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.