Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Perjuangan Tanpa Kenal Lelah: 10 Pemain Indonesia Sukses Bendung Serangan Malaysia di ASEAN Cup 2026

Senin, 28 September 2026 21:41 WIB

Dari Bandung ke Bangkok! Persib Siap Tempur di Shopee Cup, Ini Daftar Lawannya

Senin, 28 September 2026 21:27 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Tahap 4 2026 Cair Oktober? Ini Rincian PKH, BPNT dan Bantuan Beras untuk KPM

Senin, 28 September 2026 21:19 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Perjuangan Tanpa Kenal Lelah: 10 Pemain Indonesia Sukses Bendung Serangan Malaysia di ASEAN Cup 2026
  • Dari Bandung ke Bangkok! Persib Siap Tempur di Shopee Cup, Ini Daftar Lawannya
  • Bansos Tahap 4 2026 Cair Oktober? Ini Rincian PKH, BPNT dan Bantuan Beras untuk KPM
  • Kasus Pembunuhan Ibu Tiri di Bandung, Polisi Telusuri Motif dan Kondisi Pelaku
  • Kronologi Baliho Roboh di Jalan Buah Batu Bandung: 4 Orang Terjebak, 1 Luka
  • Hujan Deras Picu Banjir Cisarua, Warga Sakit Terjebak hingga Dievakuasi Damkar
  • Persib Tantang Port FC di Thailand, Ikwan Tanamal Bidik Tiga Poin di Shopee Cup
  • DIANGGAP LUCU PADAHAL JENIUS! Sisi Lain Aksi Viral Bocah SD Geguritan yang Bikin Netizen Kagum
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Kode Peta Tertua di Dunia Berhasil Dipecahkan, Ungkap Kisah Bahtera Nabi Nuh

By Aga GustianaMinggu, 12 Januari 2025 21:41 WIB2 Mins Read
Imago Mundi, sebuah lempengan batu dari Babilonia berusia 3.000 tahun. (Foto: New York Post)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Para peneliti berhasil memecahkan kode Imago Mundi, sebuah lempengan batu dari Babilonia berusia 3.000 tahun. Batu ini dianggap juga sebagai peta tertua di dunia.

Pada batu tersebut tertulis huruf-huruf paku dari abad ke-6 SM. Kemudian terukir juga tampilan udara Mesopotamia, wilayah sarat sejarah yang berada di Sungai Eufrat dan Tigris, atau sekarang dikenal sebagai negara Irak.

Mesopotamia yang ada di peta tersebut dikelilingi oleh sebuah cincin ganda, para pembuat peta mungkin melabeli hal itu sebagai ‘sungai pahit’, atau sungai yang menciptakan perbatasan di sekitar dunia yang dikenal sebagai bangsa Babilonia.

Kemudian, di dalam sungai pahit terdapat lingkaran-lingkaran kecil dan persegi panjang yang melambangkan berbagai kota dan suku di Mesopotamia, termasuk Babilonia, dan persegi panjang lainnya melambangkan Sungai Efrat.

“Anda telah merangkum dalam diagram melingkar ini seluruh dunia yang dikenal di mana orang-orang hidup, berkembang dan mati,” kata Irving Finkel, kurator British Museum dan ahli tulisan paku, mengutip New York Post.

“Namun, peta ini lebih dari sekadar itu,” ujarnya.

Peta ini berukuran 12,2 cm x 8,2 centimeter dan dibuat kira-kira pada abad keenam sebelum masehi. Saat ini, Imago Mundi disimpan oleh pihak British Museum.

Peta ini menggambarkan orang-orang Babilonia memandang dunia ribuan tahun lalu, serta gagasan orang-orang masa lampu terhadap dunia di masa sebelumnya.

Contohnya, dunia kuno ditampilkan sebagai cakram tunggal, yang dikelilingi oleh cincin air yang disebut sungai pahit. Sementara, pusat dunia yang digambarkan peta tersebut terdapat Sungai Efrat dan kota kuno Mesopotamia, Babilonia.

Mengutip Live Science, Imago Mundi juga menggambarkan penciptaan dunia oleh Marduk, dewa utama Babylonia. Deskripsi ini menyebutkan lebih dari selusin hewan, seperti kambing gunung, singa, macan tutul, hyena, dan serigala.

Selain itu, peta tertua di dunia ini juga menceritakan kisah Utnapishtim, seorang raja yang selamat dari banjir besar. Menurut Finkel, hal tersebut merupakan kisah Nabi Nuh dan bahteranya, yang identik dalam agama Samawi atau Abrahamik.

Finkel mengatakan orang-orang Babilonia kuno mempercayai bahwa sisa-sisa bahtera raksasa yang dibangun pada tahun 1800 SM oleh Nabi Nuh versi mereka yang bernama Utnapishtim.

Kisah tersebut mengungkap Utnapishtim membuat bahtera raksasa atas perintah Tuhan di seberang sungai di bagian belakang sebuah gunung- yaitu gunung yang sama dengan tempat Bahtera Nuh karam, menurut Alkitab.

“Itu adalah hal yang cukup penting, hal yang cukup menarik untuk dipikirkan karena hal itu menunjukkan bahwa ceritanya sama, dan tentu saja, yang satu mengarah ke yang lain,” jelas Finkel.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

5 Warmindo di Bandung yang Cocok untuk Kulineran Malam, Pilihan Indomie dengan Banyak Topping

Jejak Aiswarya Rai Terulang? Gede Aiswarya Bikin Indonesia Gempar di Mister Internasional!

Aksi Gila Inces Syahrini di Pestapora 2026! 7 Tahun Vakum Langsung Bagi-bagi Dollar ke Penonton!

Wajib Coba! 4 Kupat Tahu Enak di Bandung, Cocok untuk Sarapan hingga Kuliner Malam

Bikin Ngiler! 4 Rekomendasi Ayam Bakar Bandung 2026, Ada Taliwang hingga Kalasan

Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.