Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

PKH September 2026 Mulai Cair, Penerima BPNT Bisa Dapat Tambahan Bantuan?

Senin, 7 September 2026 20:06 WIB

Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau: Erupsi Melandai, Suplai Magma Tetap Dipantau

Senin, 7 September 2026 20:01 WIB

Peluang Calvin Verdonk Cetak Sejarah di Liga Champions: Siap Hadapi Real Betis dan Duel Lawan Antony!

Senin, 7 September 2026 19:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • PKH September 2026 Mulai Cair, Penerima BPNT Bisa Dapat Tambahan Bantuan?
  • Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau: Erupsi Melandai, Suplai Magma Tetap Dipantau
  • Peluang Calvin Verdonk Cetak Sejarah di Liga Champions: Siap Hadapi Real Betis dan Duel Lawan Antony!
  • Bukan Cuma Cetak Gol, Matricardi Kirim Pesan Khusus untuk Bobotoh Usai Persib Tekuk PSM
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Siapa Sangka Mike Octavian Punya Darah Belanda? Kini Namanya Terseret Isu Keluarga
  • Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Strombolian, Seberapa Bahaya? Ini Potensinya
  • Gunung Cigayung Bandung Barat Terbakar, 2.000 Meter Persegi Lahan Hangus
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 7 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau: Erupsi Melandai, Suplai Magma Tetap Dipantau

By Aga GustianaSenin, 7 September 2026 20:01 WIB2 Mins Read
Erupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda tercatat mulai melandai pasca-letusan hebat yang terjadi pada Minggu (6/9/2026). Meski skala erupsi terbilang mengecil, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau publik untuk tidak mengendurkan kewaspadaan lantaran rekaman tremor dan suplai magma dari perut bumi masih berlangsung.

Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Anak Krakatau, M Nugraha Kartadinata, mengonfirmasi bahwa gejolak besar terakhir terekam pada akhir pekan kemarin. Kendati demikian, emisi abu vulkanik halus dilaporkan terus membubung dari mulut kawah.

“Jadi memang saat ini erupsi yang besar hanya tercatat kemarin tanggal 6 September,” kata Nugraha Kartadinata di Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, Senin (7/9/2026).

“Namun demikian, tremor masih tercatat menunjukkan bahwa terjadi emisi abu yang terus-menerus. Itu dikonfirmasi oleh CCTV yang berada di Gunung Krakatau,” imbuhnya.

Baca Juga:  PVMBG: Penyebab Longsor Subang Diduga Karena Banjir Bandang Sungai Cipunegara

Berdasarkan data pemantauan intensif periode pukul 12.00 hingga 14.42 WIB, tim ahli mendeteksi belasan runtutan gempa internal. Kendati frekuensinya tidak semasif beberapa hari sebelumnya, pergerakan energi di bawah tubuh gunung masih terbilang aktif.

“Per hari ini kita mencatat dari pukul 12.00-14.42 WIB. Ada tujuh kali vulkanik dangkal, kemudian sembilan kali vulkanik dalam, dan tujuh kali hybrid. Artinya bahwa suplai ke arah dapur magma masih terjadi, dan kemudian dilepaskan ke atas tetapi tidak seintensif dua hari yang lalu,” katanya.

Baca Juga:  Status Gunung Ruang Turun Jadi Siaga, PVMBG Rekam 1 Kali Gempa Hari Ini

Tren penurunan ini diharapkan tidak membuat masyarakat atau wisatawan terkecoh. Nugraha menegaskan bahwa dinamika vulkanisme gunung api laut ini tetap menyimpan potensi risiko letusan sewaktu-waktu.

“Lebih melandai, tetapi jangan terlalu gembira kita masih terus monitoring karena kita masih mencatat adanya gempa vulkanik dalam yang artinya ada suplai ke dalam dapur magma di bawah tubuh anak Krakatau,” tambahnya.

Mengenai tipe dan besaran erupsi yang terjadi pada Minggu (6/9) sekitar pukul 20.23 WIB, Nugraha menyebutkan adanya perbedaan karakteristik jika dibandingkan dengan fase erupsi di awal periode.

Baca Juga:  Kualitas Udara Bandung Memburuk Imbas Abu Vulkanik, Warga Wajib Pakai Masker

“Kalau yang pertama terus-menerus dia mengeluarkan larva yang disebut larva fountain. Nah kalau sekarang itu erupsi menerus, tetapi dalam skala yang jauh lebih kecil,” ucapnya.

Menyikapi perkembangan tersebut, PVMBG memperketat imbauan keselamatan di lapangan. Masyarakat diminta disiplin mematuhi batas aman serta mengantisipasi dampak sebaran abu yang berisiko bagi kesehatan.

“Harap memakai masker karena abu vulkanik halus sekali kadang-kadang terlihat seperti pecahan kaca itu sangat tajam. Terakhir tidak boleh melakukan aktivitas di radius tiga kilometer dari area Gunung Anak Krakatau,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

erupsi Gunung Anak Krakatau PVMBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

PKH September 2026 Mulai Cair, Penerima BPNT Bisa Dapat Tambahan Bantuan?

Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG

Gunung Cigayung Bandung Barat Terbakar, 2.000 Meter Persegi Lahan Hangus

Farhan Pastikan Sekolah di Bandung Tetap Normal, Siswa Diminta Pakai Masker

Bandara Husein Sastranegara Ditutup hingga Pukul 18.00 WIB, 14 Penerbangan Batal

Sampai Kapan Hujan Abu Anak Krakatau Melanda Jabar? Ini Penjelasan Ilmiah Ahli Kebencanaan

Terpopuler
  • Video Kasir Indomaret 7 Menit Viral, Waspada Link ‘Full’ Palsu
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Viral, Benarkah Videonya Ada?
  • Suara Mirip Bass Bergema dari Bandung Hingga Purwakarta, Dikaitkan Erupsi Anak Krakatau
  • FSP BPD SI Tolak Pengalihan Payroll ASN ke Himbara, Warning Risiko PHK dan Anjloknya Ekonomi Daerah
  • Jangan Asal Klik! Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Viral Bisa Bawa Bahaya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.