Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Wisata Subang

Eksplorasi Subang 2026: 6 Destinasi Hits yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Anda!

Sabtu, 4 April 2026 12:47 WIB
Ilustrasi isi BBM

Jangan Sampai Ditolak SPBU! Begini Cara Daftar Barcode MyPertamina untuk Program Subsidi Tepat

Sabtu, 4 April 2026 11:23 WIB

Dompet Persib Terkuras Rp1,1 Miliar! Rekap Sanksi ‘Gila’ AFC di Liga Champions Asia Two

Sabtu, 4 April 2026 11:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Eksplorasi Subang 2026: 6 Destinasi Hits yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Anda!
  • Jangan Sampai Ditolak SPBU! Begini Cara Daftar Barcode MyPertamina untuk Program Subsidi Tepat
  • Dompet Persib Terkuras Rp1,1 Miliar! Rekap Sanksi ‘Gila’ AFC di Liga Champions Asia Two
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 April 2026: Masih Bertahan di Level Rp2,85 Juta per Gram
  • Tega! Teman Ditinggalkan di Hutan Demi Puncak, Berujung Blacklist 5 Tahun
  • Daftar Lengkap Harga Emas 17K hingga 24K per 4 April 2026: Ada yang Stabil, Ada yang Turun!
  • Banjir Item Sultan! Kode Redeem FF 4 April 2026: Klaim AK47 Unicorn Ice Age & Rampage Evo Bundle Gratis
  • Bocoran Kode Redeem FF 4 April 2026: Kesempatan Emas Ambil Legendary Rampage Bundle Varclasher!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kontroversi Pendidikan Ala Militer di Jabar, FSGI Tolak Program tanpa Kurikulum Jelas

By SusanaSelasa, 20 Mei 2025 13:05 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi kirim siswa 'nakal' ke Barak Militer.
Dedi Mulyadi kirim siswa 'nakal' ke Barak Militer. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menyelenggarakan pendidikan ala militer bagi anak-anak nakal dan bermasalah menuai pro dan kontra.

Sejumlah lembaga HAM seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Komnas HAM menyatakan program ini kurang tepat dan perlu dievaluasi demi kepentingan terbaik bagi anak.

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) juga menolak program ini, apalagi ada rencana mengirim guru malas ke barak militer. FSGI menilai kebijakan ini bersifat instan, tidak menyentuh akar masalah, dan berpotensi tidak berdampak jangka panjang dalam perubahan perilaku.

Ketua Umum FSGI, Fahmi Hatib, menyoroti ketidaksiapan program ini.

“Jadi tujuannya harus jelas, kurikulumnya sinkron dengan tujuan, silabus juga harus ada dan modul ajar juga harus disiapkan. Sehingga bisa kemudian dilakukan evaluasi karena jelas apa yang mau diukur sesuai dengan tujuannya, instrumen yang akan digunakan, kapan akan dilakukan evaluasi serta bagaimana pengolahan hasil evaluasinya,” ujarnya di Jakarta, Senin (19/5/2025).

Dokumen pedoman yang lengkap seperti kurikulum, silabus, maupun modul ajar tidak tersedia, sehingga dikhawatirkan siswa hanya jadi kelinci percobaan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Ungkap Masalah Akut Anak Jabar: Dari Penjualan Bayi hingga 'Janji Satu Darah' Remaja

Selama ini, dokumen yang beredar hanya berupa Surat Edaran Gubernur terkait pembangunan pendidikan di Jabar melalui Gapura Panca Waluya.

Pengawasan KPAI menemukan sejumlah masalah serius dalam pelaksanaan program di barak militer, antara lain:

  • Metode pembelajaran berbeda di dua lokasi yang diawasi.
  • Tidak adanya panduan rekrutmen peserta; proses rekrutmen tidak seragam, tanpa asesmen, dan ada siswa yang mendapat ancaman tidak naik kelas jika tidak ikut.
  • Pelaksanaan pembelajaran tidak jelas karena peserta dari jenjang dan kelas berbeda digabung dalam satu kelas.
  • Pengemblengan fisik yang intens menyebabkan kelelahan dan menurunnya fokus belajar.
  • Minimnya pemahaman perlindungan anak oleh para pembina.
Baca Juga:  Dedi Mulyadi Ultimatum Sekolah Swasta: Serahkan Ijazah atau Bantuan Rp600 M Dihentikan

Sekjen FSGI, Fahriza Marta Tanjung, yang juga Kepala SMK di Sumatra Utara, meminta tindakan tegas dari pemerintah.

“Kami meminta Menteri Pendidikan Dasar Menengah agar segera mengambil tindakan dengan menghentikan pengiriman siswa nakal ke barak militer di Jawa Barat. Karena kegiatan ini tidak memiliki landasan psikologis dan pedagogik yang jelas,” tegasnya.

“Kegiatan barak militer tersebut tidak memiliki perencanaan aksi yang jelas. Tidak berbasiskan data, kajian, dan pengalaman pihak lain sebagai contoh. Misalnya pendidikan di Sekolah Taruna Magelang, kurikulumnya jelas sebagaimana sekolah umum lainnya dan dididik oleh guru-guru berkualitas, sementara urusan pengemblengan fisik saja yang ditangani militer, porsi guru jauh lebih besar dalam proses pembelajaran,” tambahnya.

Selama ini, sekolah telah memiliki program pembinaan seperti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa, Pramuka, UKS, dan PMR untuk menangani siswa bermasalah.

Baca Juga:  Hapus Anggaran Baju Dinas Gubernur, Dedi Mulyadi: Saya Jahit Sendiri!

Jika program-program tersebut kurang berhasil, sebaiknya dievaluasi dan dimaksimalkan, bukan langsung membawa siswa ke barak militer.

FSGI juga mengingatkan adanya Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKSP).

Dalam peraturan ini, anak-anak yang terlibat kekerasan harus ditangani secara komprehensif dengan melibatkan instansi terkait di luar sekolah, seperti Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPAPP), selain sekolah dan Dinas Pendidikan setempat.

Ketua Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti, mengatakan, itulah yang harus diperkuat perannya di daerah.

Selain itu, FSGI mengajak semua pihak untuk menjalankan peraturan perundangan dalam penanganan siswa bermasalah, termasuk meningkatkan peran orangtua dalam pengasuhan.

“Pemerintah Daerah harus memiliki program penguatan ketahanan keluarga dan Pemda harus memperbanyak psikolog keluarga dalam membangun kesehatan mental anak dan orangtua,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi FSGI KPAI militer Pendidikan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Hujan Angin Hantam Bandung! Pohon Tumbang hingga Billboard Raksasa Roboh

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri yang Bikin Penasaran, Link Telegram Banyak Dicari
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.