Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!

Minggu, 13 September 2026 02:00 WIB

Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!

Minggu, 13 September 2026 01:00 WIB

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Sabtu, 12 September 2026 23:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!
  • Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!
  • Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu
  • Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga
  • Takluk dari Persija 2-1, Igor Tolic Soroti Celah Lini Belakang Persib
  • Akhir Perjalanan Kangen Band: Dodhy Umumkan Bubar Akibat ‘Kezaliman’ dan Larang Nyanyikan Lagunya
  • Pasukan Jepang Nyesel Datang? Niat Bantu Karhutla Malah Disambut Parade & Marching Band!
  • BOSS Cabaret Festival 2026 Jadi Ruang Tumbuh Kreativitas Anak Muda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 13 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Ungkap Masalah Akut Anak Jabar: Dari Penjualan Bayi hingga ‘Janji Satu Darah’ Remaja

By Putra JuangMinggu, 20 Juli 2025 13:00 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rizal Fadillah/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan keprihatinannya terkait berbagai kasus sosial yang menimpa anak-anak dan remaja di Jabar.

Salah satu isu yang menjadi perhatiannya adalah kasus penjualan bayi dengan modus adopsi yang saat ini tengah diproses oleh Polda Jabar.

“Itu sudah diproses di Polda Jabar, dan kita melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga terus melakukan investigasi,” ucap Dedi di Gedung DPRD Jabar, Sabtu (19/7/2025).

Lebih lanjut, Dedi menyoroti maraknya kasus kekerasan, khususnya pelecehan seksual, yang menimpa anak di bawah umur. Ia bahkan menyebutkan bahwa hampir setiap hari ada pengaduan serupa yang masuk ke kediamannya.

“Yang ke rumah saya itu hampir setiap hari selalu ada pengaduan, pengaduannya adalah selalu anak di bawah umur dan rata-rata pelecehan seksual,” tegasnya.

Fenomena terbaru yang juga menjadi perhatian adalah kasus pelecehan yang melibatkan anak di bawah umur dan viral di media sosial. Kasus ini disebut-sebut terjadi secara massal di salah satu wilayah di Jabar.

Baca Juga:  DPRD Jabar Siap Bahas RPJMD 2025–2029, Fokus Kawal Program Dedi-Erwan

“Yang terbaru itu, saya tidak usah menyebut wilayah, ada di satu wilayah yang itu anak di bawah umur dan yang muncul di media sosial dan dilakukan juga oleh anak di bawah umur dan itu agak massal. Nah ini menjadi problem yang ada di Jawa Barat,” jelasnya.

Kasus SMAN 6 Garut: Bukan Sekadar Bullying Biasa

Mengenai kasus yang menimpa siswa SMAN 6 Garut, Dedi menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar kasus bullying seperti yang dipahami publik. Menurutnya, ada aspek psikologis kompleks yang dialami generasi Z saat ini.

“Yang SMAN 6 Garut itu peristiwanya bukan peristiwa yang seperti muncul ke permukaan yang hari ini dipahami sebagai bullying, tetapi ada aspek yang bersifat kompleks yang menurut saya itu psikologi yang dialami oleh Gen Z hari ini,” paparnya.

Baca Juga:  Ini 10 Ciri-ciri Aliran Sesat di Jawa Barat Menurut MUI

Oleh karena itu, investigasi kasus ini melibatkan kepolisian dan psikolog untuk mengungkap akar masalah secara menyeluruh. Dedi khawatir masalah ini akan menjadi bom waktu di kemudian hari, terutama karena mereka yang terlibat merupakan satu kelompok.

“Semoga nanti hari Rabu sudah selesai, sudah rampung, kita sudah buat kesimpulan,” harapnya.

Pentingnya Psikolog di Sekolah dan Ancaman Konten Medsos

Menyikapi berbagai persoalan ini, Dedi menekankan pentingnya pengawasan dan pendampingan psikologis di sekolah. Ia akan mengajak para Bupati dan Wali Kota di Jabar untuk memastikan setiap sekolah, terutama SMA dan SMP, memiliki psikolog.

“Sudah semestinya di setiap sekolah ada psikolog, terutama SMA dan SMP. Karena tidak mungkin lagi ditangani guru BK. Problemnya sudah akut,” sebutnya.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang memperparah kondisi psikologis anak-anak dan remaja saat ini, antara lain kurangnya aktivitas fisik, penggunaan gawai setiap hari, konsumsi makanan instan, kondisi lingkungan yang buruk, rumah yang sempit, serta minimnya interaksi dengan orang tua.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Pastikan PMK Sudah Terkendali

Ia juga menyoroti bahaya konten media sosial yang dapat memengaruhi perilaku anak-anak dan remaja.

“Dari konten media sosial itulah lahir pengaruh dan terpapar. Jadi yang disebut hari ini, kalau dulu terpapar radikalisme, hari ini ancaman terpapar itu adalah virus yang dikembangkan melalui jaringan-jaringan kemudian menjadi tontonan dan itu mempengaruhi termasuk tawuran, pelecehan seksual, seks massal,” bebernya.

Dedi juga mengungkapkan adanya fenomena “janji satu darah” di kalangan remaja, di mana laki-laki dan perempuan menyatukan darah mereka sebagai simbol kesepakatan untuk hidup bersama.

“Kemudian ada janji satu darah. Jadi laki-laki dan perempuan mengeluarkan darahnya, disatukan, ditempelkan di kertas cintanya dan itu mereka menjadi, memberi kesepakatan untuk hidup bersama, sehidup semati ini terjadi,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak Dedi Mulyadi jawa barat pelecehan seksual remaja
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Kemensos Gunakan Data Baru, 4,3 Juta Keluarga Resmi Masuk Daftar Penerima Bansos

Kaya Raya dan Ditakuti Pejabat! Sisi Lain Mentan Amran: Jago Tebak Tebu, Suka Bantu Anak Yatim Piatu

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.