Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus

Rabu, 28 Oktober 2026 21:43 WIB

Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two

Rabu, 28 Oktober 2026 21:35 WIB

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Rabu, 28 Oktober 2026 20:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus
  • Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two
  • Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029
  • Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk
  • Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan
  • Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF
  • Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap
  • Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Ungkap Masalah Akut Anak Jabar: Dari Penjualan Bayi hingga ‘Janji Satu Darah’ Remaja

By Putra JuangMinggu, 20 Juli 2025 13:00 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rizal Fadillah/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan keprihatinannya terkait berbagai kasus sosial yang menimpa anak-anak dan remaja di Jabar.

Salah satu isu yang menjadi perhatiannya adalah kasus penjualan bayi dengan modus adopsi yang saat ini tengah diproses oleh Polda Jabar.

“Itu sudah diproses di Polda Jabar, dan kita melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga terus melakukan investigasi,” ucap Dedi di Gedung DPRD Jabar, Sabtu (19/7/2025).

Lebih lanjut, Dedi menyoroti maraknya kasus kekerasan, khususnya pelecehan seksual, yang menimpa anak di bawah umur. Ia bahkan menyebutkan bahwa hampir setiap hari ada pengaduan serupa yang masuk ke kediamannya.

“Yang ke rumah saya itu hampir setiap hari selalu ada pengaduan, pengaduannya adalah selalu anak di bawah umur dan rata-rata pelecehan seksual,” tegasnya.

Fenomena terbaru yang juga menjadi perhatian adalah kasus pelecehan yang melibatkan anak di bawah umur dan viral di media sosial. Kasus ini disebut-sebut terjadi secara massal di salah satu wilayah di Jabar.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Beri Pesan soal Barang Lama, Sindir Siapa?

“Yang terbaru itu, saya tidak usah menyebut wilayah, ada di satu wilayah yang itu anak di bawah umur dan yang muncul di media sosial dan dilakukan juga oleh anak di bawah umur dan itu agak massal. Nah ini menjadi problem yang ada di Jawa Barat,” jelasnya.

Kasus SMAN 6 Garut: Bukan Sekadar Bullying Biasa

Mengenai kasus yang menimpa siswa SMAN 6 Garut, Dedi menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar kasus bullying seperti yang dipahami publik. Menurutnya, ada aspek psikologis kompleks yang dialami generasi Z saat ini.

“Yang SMAN 6 Garut itu peristiwanya bukan peristiwa yang seperti muncul ke permukaan yang hari ini dipahami sebagai bullying, tetapi ada aspek yang bersifat kompleks yang menurut saya itu psikologi yang dialami oleh Gen Z hari ini,” paparnya.

Baca Juga:  Siswa SD Belajar Renang di Lapangan Sekolah, Kepsek Sebut Hanya Simulasi

Oleh karena itu, investigasi kasus ini melibatkan kepolisian dan psikolog untuk mengungkap akar masalah secara menyeluruh. Dedi khawatir masalah ini akan menjadi bom waktu di kemudian hari, terutama karena mereka yang terlibat merupakan satu kelompok.

“Semoga nanti hari Rabu sudah selesai, sudah rampung, kita sudah buat kesimpulan,” harapnya.

Pentingnya Psikolog di Sekolah dan Ancaman Konten Medsos

Menyikapi berbagai persoalan ini, Dedi menekankan pentingnya pengawasan dan pendampingan psikologis di sekolah. Ia akan mengajak para Bupati dan Wali Kota di Jabar untuk memastikan setiap sekolah, terutama SMA dan SMP, memiliki psikolog.

“Sudah semestinya di setiap sekolah ada psikolog, terutama SMA dan SMP. Karena tidak mungkin lagi ditangani guru BK. Problemnya sudah akut,” sebutnya.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang memperparah kondisi psikologis anak-anak dan remaja saat ini, antara lain kurangnya aktivitas fisik, penggunaan gawai setiap hari, konsumsi makanan instan, kondisi lingkungan yang buruk, rumah yang sempit, serta minimnya interaksi dengan orang tua.

Baca Juga:  Viral Curhat TKW Asal Majalengka, 2 Putrinya Diduga Jadi Korban Pencabulan Orang Dekat!

Ia juga menyoroti bahaya konten media sosial yang dapat memengaruhi perilaku anak-anak dan remaja.

“Dari konten media sosial itulah lahir pengaruh dan terpapar. Jadi yang disebut hari ini, kalau dulu terpapar radikalisme, hari ini ancaman terpapar itu adalah virus yang dikembangkan melalui jaringan-jaringan kemudian menjadi tontonan dan itu mempengaruhi termasuk tawuran, pelecehan seksual, seks massal,” bebernya.

Dedi juga mengungkapkan adanya fenomena “janji satu darah” di kalangan remaja, di mana laki-laki dan perempuan menyatukan darah mereka sebagai simbol kesepakatan untuk hidup bersama.

“Kemudian ada janji satu darah. Jadi laki-laki dan perempuan mengeluarkan darahnya, disatukan, ditempelkan di kertas cintanya dan itu mereka menjadi, memberi kesepakatan untuk hidup bersama, sehidup semati ini terjadi,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak Dedi Mulyadi jawa barat pelecehan seksual remaja
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk

Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.