bukamata.id – Gebrakan baru dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut tuntas skandal suap di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Pada Rabu (1/4/2026), tim penyidik resmi menggeledah kediaman Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono (ONS).
Langkah tegas ini diambil menyusul adanya indikasi kuat keterlibatan aliran dana dari salah satu terdakwa kunci dalam kasus korupsi proyek infrastruktur di Bekasi.
Fokus pada Kedekatan dengan Sosok Sarjan
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa penggeledahan tersebut dilakukan untuk mendalami dugaan uang panas yang mengalir dari tangan Sarjan (SRJ) kepada politisi tersebut. Sarjan sendiri merupakan pihak swasta yang kini berstatus terdakwa dalam kasus yang menyeret Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang.
“Ya, di antaranya itu (terkait dugaan aliran uang dari Sarjan),” ungkap Budi dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Meski penggeledahan telah dilakukan, pihak lembaga antirasuah masih menutup rapat informasi mengenai nominal pasti uang yang diduga berpindah tangan tersebut. KPK kini fokus pada motif di balik pemberian dana tersebut.
“Ini masih terus didalami ya terkait dengan jumlah atau berapa uang yang diberikan oleh SRJ kepada ONS,” tutur Budi.
“Dan tentu yang lebih penting substansinya, mengapa dan untuk apa SRJ ini memberikan sejumlah uang kepada ONS?” imbuhnya.
Kilas Balik Kasus Suap Pemkab Bekasi
Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada pertengahan Desember 2025 lalu. Dalam operasi tersebut, Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang ditetapkan sebagai tersangka utama bersama ayahnya, HM Kunang.
KPK mengidentifikasi Ade dan ayahnya sebagai penerima suap, sementara Sarjan bertindak sebagai pemberi suap demi mengamankan proyek-proyek tertentu di Kabupaten Bekasi.
Respons Ono Surono Usai Diperiksa
Sebelum penggeledahan rumahnya terjadi, Ono Surono sebenarnya sudah sempat memberikan keterangan sebagai saksi di hadapan penyidik pada awal Januari 2026. Saat itu, ia mengakui bahwa materi pemeriksaan memang menyinggung soal transaksi keuangan.
“Ya, ada beberapa lah yang ditanyakan. Iya (termasuk soal aliran uang),” ujar Ono singkat setelah keluar dari gedung KPK kala itu.
Namun, Ono memilih bungkam saat dikonfirmasi lebih jauh mengenai detail keterlibatannya dan meminta awak media untuk mengonfirmasi langsung kepada tim penyidik terkait materi perkara.
Penyidikan kasus ini diprediksi masih akan berkembang, mengingat KPK tengah membedah simpul-simpul kekuasaan yang diduga turut menikmati “kue” dari proyek-proyek di Bekasi tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










