Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029

Sabtu, 26 September 2026 20:27 WIB

Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras

Sabtu, 26 September 2026 20:08 WIB
Spot kuliner malam di Bandung

Rekomendasi Kuliner Malam Bandung Paling Legendaris yang Wajib Dicoba, Dijamin Bikin Ketagihan!

Sabtu, 26 September 2026 20:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras
  • Rekomendasi Kuliner Malam Bandung Paling Legendaris yang Wajib Dicoba, Dijamin Bikin Ketagihan!
  • Jokowi Hadir di Rakorda PSI Bandung, Yoel Dorong Kader Turun hingga Akar Rumput
  • Hadapi Jadwal Padat di Tiga Kompetisi, Persib Siapkan Strategi Rotasi Pemain
  • Karier Diujung Tanduk? Fenomena Cancel Culture Hantam Juicy Luicy Usai Batal Manggung Beruntun!
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Buntut Temuan Ombudsman, Kalapas Cibinong dan 4 Anak Buahnya Dicopot
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 26 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

KPK Telusuri Dugaan Korupsi Proyek Whoosh, Sudah Dimulai Sejak Awal Tahun

By Aga GustianaSelasa, 28 Oktober 2025 13:31 WIB3 Mins Read
Kereta Cepat
Kereta Cepat Whoosh. (PMJ News)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh). Proses penyelidikan disebut telah berjalan sejak awal tahun 2025.

“Diawali sejak awal tahun, dan tentunya ini masih terus berjalan,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (27/9/2025).

Budi menjelaskan bahwa tahap penyelidikan ini difokuskan untuk menelusuri indikasi awal adanya dugaan pelanggaran hukum dalam proyek tersebut. Menurutnya, lembaga antirasuah masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari berbagai sumber.

“Kami masih fokus dulu untuk mencari dan menemukan unsur-unsur peristiwa adanya dugaan tindak pidana korupsinya. Ya, kami fokus dulu di situ dalam tahap penyelidikan,” jelasnya.

KPK Belum Beberkan Detail dan Pihak yang Diperiksa

Ketika ditanya apakah penyelidikan ini berkaitan dengan dugaan kerugian negara atau gratifikasi, Budi menegaskan hal tersebut masih menjadi bagian dari materi penyelidikan dan belum bisa dipublikasikan.

Baca Juga:  Mahfud MD Tak Setuju dengan Jokowi soal Serangan Personal pada Debat Ketiga

Ia juga belum membeberkan siapa saja pihak yang telah dimintai keterangan. “Itu termasuk yang belum bisa kami sampaikan. Namun, kami pastikan ya, KPK terus menelusuri melalui pihak-pihak yang diduga mengetahui, serta memiliki informasi dan keterangan yang dibutuhkan untuk mengurai, memperjelas, dan membuat terang dari perkara ini,” kata Budi.

KPK menegaskan seluruh proses dilakukan dengan hati-hati agar penyelidikan berjalan sesuai prosedur dan menghasilkan temuan yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

Mahfud MD Soroti Dugaan Mark Up Biaya Proyek Whoosh

Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengungkapkan adanya dugaan penggelembungan anggaran (mark up) dalam proyek kereta cepat Jakarta–Bandung.

Dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube Mahfud MD Official pada 14 Oktober 2025, Mahfud membeberkan adanya selisih besar antara biaya pembangunan proyek di Indonesia dengan proyek serupa di China.

Baca Juga:  Riza Chalid: Jejak Bisnis, Kontroversi, dan Status Buronan Kasus Minyak Pertamina

“Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar Amerika Serikat. Akan tetapi, di China sendiri, hitungannya 17–18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat,” katanya.

“Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana? Naik tiga kali lipat. 17 juta dolar AS ya, dolar Amerika nih, bukan rupiah, per kilometernya menjadi 52 juta dolar AS di Indonesia. Nah itu mark up. Harus diteliti siapa yang dulu melakukan ini,” lanjut Mahfud.

Respons KPK dan Tindak Lanjut Laporan

Setelah pernyataan Mahfud itu viral, pada 16 Oktober 2025, KPK mengimbau agar Mahfud MD menyampaikan laporan resmi terkait dugaan korupsi tersebut.

Pernyataan itu kemudian ditanggapi Mahfud yang menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan lembaga antirasuah. Pada 26 Oktober 2025, Mahfud menegaskan dirinya siap memberikan keterangan jika dipanggil untuk membantu penyelidikan KPK.

“Saya siap dipanggil untuk memberikan keterangan terkait dugaan korupsi proyek Whoosh,” ujar Mahfud kala itu.

Baca Juga:  Pj Wali Kota Bandung Prihatin Atas Penahanan Eks Sekda Ema Sumarna

KPK Resmi Umumkan Naik ke Tahap Penyelidikan

Satu hari setelah pernyataan Mahfud, Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengumumkan bahwa dugaan korupsi proyek Whoosh telah resmi naik ke tahap penyelidikan aktif.

Dengan naiknya status ini, KPK memiliki dasar hukum untuk menggali lebih dalam fakta-fakta dan pihak yang diduga terlibat. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa lembaga antirasuah memandang serius laporan dugaan penyimpangan dalam proyek transportasi berteknologi tinggi tersebut.

Proyek Strategis Nasional di Bawah Sorotan

Proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh merupakan proyek strategis nasional yang diharapkan menjadi simbol kemajuan transportasi Indonesia. Namun sejak awal pembangunan, proyek ini kerap dikritik karena pembengkakan biaya dan transparansi yang dipertanyakan.

Publik kini menantikan hasil penyelidikan KPK untuk memastikan apakah benar terdapat praktik mark up dalam proyek kerja sama Indonesia–China tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

korupsi KPK Mahfud MD Whoosh
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029

Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras

Jokowi Hadir di Rakorda PSI Bandung, Yoel Dorong Kader Turun hingga Akar Rumput

Buntut Temuan Ombudsman, Kalapas Cibinong dan 4 Anak Buahnya Dicopot

Jokowi Puji Struktur PSI Kota Bandung 100 Persen, Dorong Kader Aktif di Masyarakat

Pamer KTA di Rakorda Bandung, Joko Widodo Ungkap Sudah Gabung PSI Sejak 2025

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.