Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
gempa

Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan

Rabu, 12 Agustus 2026 19:02 WIB

Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban

Rabu, 12 Agustus 2026 19:01 WIB

Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 18:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan
  • Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban
  • Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras
  • Tak Perlu Jago Desain, 5 Prompt AI Ini Bisa Bikin Poster HUT RI Makin Keren
  • Persib Dapat Suntikan 2 Bintang Timnas, Sandy Walsh dan Ragnar Siap Unjuk Gigi
  • Geger! 35 Pohon di Bandung Ditebang Ilegal, Ada yang Sudah Ditutup Cor
  • Persebaya Punya 5 Senjata untuk Musim Baru, Rivera dan Yuran Fernandes Jadi Sorotan
  • Nama Bisa Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026, Ini Penyebab dan Cara Ceknya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

KPK Telusuri Dugaan Korupsi Proyek Whoosh, Sudah Dimulai Sejak Awal Tahun

By Aga GustianaSelasa, 28 Oktober 2025 13:31 WIB3 Mins Read
Kereta Cepat
Kereta Cepat Whoosh. (PMJ News)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh). Proses penyelidikan disebut telah berjalan sejak awal tahun 2025.

“Diawali sejak awal tahun, dan tentunya ini masih terus berjalan,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (27/9/2025).

Budi menjelaskan bahwa tahap penyelidikan ini difokuskan untuk menelusuri indikasi awal adanya dugaan pelanggaran hukum dalam proyek tersebut. Menurutnya, lembaga antirasuah masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari berbagai sumber.

“Kami masih fokus dulu untuk mencari dan menemukan unsur-unsur peristiwa adanya dugaan tindak pidana korupsinya. Ya, kami fokus dulu di situ dalam tahap penyelidikan,” jelasnya.

KPK Belum Beberkan Detail dan Pihak yang Diperiksa

Ketika ditanya apakah penyelidikan ini berkaitan dengan dugaan kerugian negara atau gratifikasi, Budi menegaskan hal tersebut masih menjadi bagian dari materi penyelidikan dan belum bisa dipublikasikan.

Ia juga belum membeberkan siapa saja pihak yang telah dimintai keterangan. “Itu termasuk yang belum bisa kami sampaikan. Namun, kami pastikan ya, KPK terus menelusuri melalui pihak-pihak yang diduga mengetahui, serta memiliki informasi dan keterangan yang dibutuhkan untuk mengurai, memperjelas, dan membuat terang dari perkara ini,” kata Budi.

KPK menegaskan seluruh proses dilakukan dengan hati-hati agar penyelidikan berjalan sesuai prosedur dan menghasilkan temuan yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

Mahfud MD Soroti Dugaan Mark Up Biaya Proyek Whoosh

Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengungkapkan adanya dugaan penggelembungan anggaran (mark up) dalam proyek kereta cepat Jakarta–Bandung.

Dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube Mahfud MD Official pada 14 Oktober 2025, Mahfud membeberkan adanya selisih besar antara biaya pembangunan proyek di Indonesia dengan proyek serupa di China.

“Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar Amerika Serikat. Akan tetapi, di China sendiri, hitungannya 17–18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat,” katanya.

“Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana? Naik tiga kali lipat. 17 juta dolar AS ya, dolar Amerika nih, bukan rupiah, per kilometernya menjadi 52 juta dolar AS di Indonesia. Nah itu mark up. Harus diteliti siapa yang dulu melakukan ini,” lanjut Mahfud.

Respons KPK dan Tindak Lanjut Laporan

Setelah pernyataan Mahfud itu viral, pada 16 Oktober 2025, KPK mengimbau agar Mahfud MD menyampaikan laporan resmi terkait dugaan korupsi tersebut.

Pernyataan itu kemudian ditanggapi Mahfud yang menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan lembaga antirasuah. Pada 26 Oktober 2025, Mahfud menegaskan dirinya siap memberikan keterangan jika dipanggil untuk membantu penyelidikan KPK.

“Saya siap dipanggil untuk memberikan keterangan terkait dugaan korupsi proyek Whoosh,” ujar Mahfud kala itu.

KPK Resmi Umumkan Naik ke Tahap Penyelidikan

Satu hari setelah pernyataan Mahfud, Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengumumkan bahwa dugaan korupsi proyek Whoosh telah resmi naik ke tahap penyelidikan aktif.

Dengan naiknya status ini, KPK memiliki dasar hukum untuk menggali lebih dalam fakta-fakta dan pihak yang diduga terlibat. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa lembaga antirasuah memandang serius laporan dugaan penyimpangan dalam proyek transportasi berteknologi tinggi tersebut.

Proyek Strategis Nasional di Bawah Sorotan

Proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh merupakan proyek strategis nasional yang diharapkan menjadi simbol kemajuan transportasi Indonesia. Namun sejak awal pembangunan, proyek ini kerap dikritik karena pembengkakan biaya dan transparansi yang dipertanyakan.

Publik kini menantikan hasil penyelidikan KPK untuk memastikan apakah benar terdapat praktik mark up dalam proyek kerja sama Indonesia–China tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita nasional Kereta Cepat Whoosh korupsi KPK Mahfud MD Whoosh
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

gempa

Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan

Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban

Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras

Geger! 35 Pohon di Bandung Ditebang Ilegal, Ada yang Sudah Ditutup Cor

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Nama Bisa Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026, Ini Penyebab dan Cara Ceknya

Gerhana Matahari Total Hari Ini Bikin Langit Gelap, Indonesia Bisa Melihat atau Tidak?

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.