Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

PR Penataan Parkir Kota Bandung Disorot Usai Kasus Karcis Bus Rp65 Ribu Viral

Selasa, 6 Oktober 2026 14:04 WIB

Pemkot Bandung Susun Tata Kelola Kawasan Bersejarah dengan Konsep Historical Urban Landscape

Selasa, 6 Oktober 2026 13:59 WIB

Igor Tolic Masih Galau, Thom Haye dan Ragnar Bisa Langsung Terbang ke Thailand?

Selasa, 6 Oktober 2026 13:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • PR Penataan Parkir Kota Bandung Disorot Usai Kasus Karcis Bus Rp65 Ribu Viral
  • Pemkot Bandung Susun Tata Kelola Kawasan Bersejarah dengan Konsep Historical Urban Landscape
  • Igor Tolic Masih Galau, Thom Haye dan Ragnar Bisa Langsung Terbang ke Thailand?
  • Pemkot Bandung Rencanakan Museum Musik Indonesia, Lokasi Masih Dikaji
  • Data Warga Bandung Dikebut! 435 Ribu KK Ditargetkan Terverifikasi hingga Desember 2026
  • Wajib Mampir! 5 Kuliner Legendaris dan Kekinian yang Jadi Buruan di Pasar Cihapit
  • Bukan Cuma Trofi, John Herdman Sebut Juara Bersama Indonesia Lebih Spesial dari Piala Dunia
  • Fakta Tragis Pelajar SMA di Garut Jadi Korban Penembakan Airgun, Peluru Logam Bersarang di Mata
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Krisis Air Bersih, Bey Machmudin: Indramayu, Bekasi dan Sukabumi Paling Parah

By Fahlevi MercedesSenin, 18 September 2023 19:04 WIB2 Mins Read
krisis air bersih
Krisis air bersih kini melanda 18 kabupaten/kota di Jabar. Foto ilustrasi: Pixabay
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kekeringan yang melanda Jawa Barat terus meluas. Bahkan jumlah daerah yang mengalami kesulitan air bersih kini bertambah menjadi 18 kabupaten/kota dengan 3 kabupaten paling parah.

Data terbaru tersebut baru diterima oleh Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin. Padahal total daerah yang terdampak sebelumnya hanya 16 kabupaten/kota.

“Ada 18 kabupaten dan kota (terdampak kekeringan). Paling terdampak ada di Kabupaten Indramayu, Bekasi, dan Sukabumi,” kata Bey di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (18/9/2023).

Bey mengaku, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya penanganan dampak kemarau panjang ini. Satu di antaranya dengan memberikan bantuan air bersih.

Menurutnya, air bersih itu didistribusikan ke 18 kabupaten/kota dan dipastikan sebagaian sudah disalurkan sejak beberapa hari kemarin.

Baca Juga:  Pincang, Persib Bandung Incar Poin Penuh Perdana di Kandang

“BPBD sudah menyalurkan 5,7 juta liter air (bersih) sampai saat ini ke berbagai kabupaten/kota. Jadi untuk kekurangan air dan sebagainya sudah dilakukan oleh BPBD,” ujarnya.

Sebelumnya, Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Hadi Rahmat mengatakan, ada 109 kecamatan krisis air bersih. Ratusan kecamatan itu terdapat di 16 kabupaten dan kota.

“Saat ini ada 109 kecamatan, 268 desa dan 129.314 Kepala Keluarga (KK) mengalami kesulitan air bersih. Dan ada bantuan 5,2 juta liter air ke daerah-daerah yang terdampak kekeringan itu,” ujar Hadi, Kamis (14/9/2023).

Baca Juga:  Antisipasi Penyebaran PMK, Pemprov Jabar Siapkan 52 Ribu Vaksin Hewan Ternak

Hadi menjelaskan, dari 16 kabupaten dan kota yang dilanda kekeringan beberapa diantaranya; Kabupaten Bandung Barat, Purwakarta, Majalengka, Karawang, Subang, Cirebon, Pangandaran, Bogor, Garut, dan Sukabumi.

Kekeringan paling banyak dan terparah ada di tiga daerah yaitu, Kabupaten Garut, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Untuk menangani kekeringan, imbuh dia, membutuhkan biaya yang tergolong besar.

“Wilayah Kabupaten Bogor menjadi yang terparah. Sebanyak 115 desa atau 65.054 KK mengalami krisis air bersih,” ucapnya.

Kendati demikian, dalam waktu dekat Pemprov Jabar akan melakukan modifikasi cuaca. Menurutnya, langkah ini merupakan sebuah usaha agar kekeringan bisa terselesaikan di beberapa daerah.

Baca Juga:  Tobat Massal, 31 NII di Ponpes Al-Zaytun Kembali Setia pada NKRI

“Kita berupaya membuat teknologi modifikasi cuaca. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada kegiatan tersebut. Sedang kita lakukan, apa pun yang dibutuhkan ya hujan,” katanya.

Hadi menambahkan, kondisi kekeringan di Jawa Barat akan berlangsung hingga Oktober 2023 mendatang. Dia meminta masyarakat agar turut dapat melakukan penghematan air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Potensinya bisa sampe Oktober. Masyarakat harus benar-benar berhemat pemanfaatan air dan kita gak tahu juga dampak apakah ini prediksi apakah akan masih lanjut,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

air bersih Bey Machmudin Featured
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PR Penataan Parkir Kota Bandung Disorot Usai Kasus Karcis Bus Rp65 Ribu Viral

Pemkot Bandung Susun Tata Kelola Kawasan Bersejarah dengan Konsep Historical Urban Landscape

Pemkot Bandung Rencanakan Museum Musik Indonesia, Lokasi Masih Dikaji

Data Warga Bandung Dikebut! 435 Ribu KK Ditargetkan Terverifikasi hingga Desember 2026

ilustrasi penembakan

Fakta Tragis Pelajar SMA di Garut Jadi Korban Penembakan Airgun, Peluru Logam Bersarang di Mata

Rumah di Antapani Bandung Terbakar Hebat, Pemilik Kaget Lihat Asap Tebal dari Lantai 2

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.