Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kisah Mantan Kanit Tipidkor Pilih Jadi Tukang Kopi: Lebih Baik Patah Daripada Bengkok!

Sabtu, 4 April 2026 14:54 WIB

Sergio Ramos Dirumorkan Gabung Persija Jakarta Musim Depan, Siap Digaji Rp70 Miliar?

Sabtu, 4 April 2026 13:39 WIB
Wisata Subang

Eksplorasi Subang 2026: 6 Destinasi Hits yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Anda!

Sabtu, 4 April 2026 12:47 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kisah Mantan Kanit Tipidkor Pilih Jadi Tukang Kopi: Lebih Baik Patah Daripada Bengkok!
  • Sergio Ramos Dirumorkan Gabung Persija Jakarta Musim Depan, Siap Digaji Rp70 Miliar?
  • Eksplorasi Subang 2026: 6 Destinasi Hits yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Anda!
  • Jangan Sampai Ditolak SPBU! Begini Cara Daftar Barcode MyPertamina untuk Program Subsidi Tepat
  • Dompet Persib Terkuras Rp1,1 Miliar! Rekap Sanksi ‘Gila’ AFC di Liga Champions Asia Two
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 April 2026: Masih Bertahan di Level Rp2,85 Juta per Gram
  • Tega! Teman Ditinggalkan di Hutan Demi Puncak, Berujung Blacklist 5 Tahun
  • Daftar Lengkap Harga Emas 17K hingga 24K per 4 April 2026: Ada yang Stabil, Ada yang Turun!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Krisis Utang Warga Bandung: Bank Emok Jadi Momok, Satgas Belum Maksimal

By Aga GustianaKamis, 7 Agustus 2025 20:14 WIB2 Mins Read
Terjerat utang
Ilustrasi terjerat utang. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Masalah rentenir yang dikenal dengan sebutan Bank Emok masih menjadi momok menakutkan bagi warga Kota Bandung. Hingga pertengahan tahun 2025, ribuan warga dilaporkan terjerat praktik pinjaman berbunga tinggi yang kerap berujung pada tekanan fisik maupun psikologis.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat telah menerima 17.430 aduan terkait kasus rentenir. Data menunjukkan bahwa 38 persen dari warga yang meminjam uang dari Bank Emok melakukannya untuk modal usaha, 27 persen untuk kebutuhan hidup sehari-hari, 5 persen untuk pendidikan, dan 4 persen guna biaya kesehatan. Sisanya digunakan untuk keperluan lain.

Masalah ini pun menjadi sorotan serius di kalangan pejabat daerah. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyampaikan bahwa kendala utama dalam menanggulangi fenomena ini adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dalam Satuan Tugas (Satgas) Antirentenir.

“SDM-nya masih belum banyak, tingkat kota itu kurang lebih hanya ada 20. Makanya di FGD kemarin, saya minta ada Satgas Antirentenir di tiap kecamatan minimal 1 orang untuk mengedukasi masyarakat,” kata Erwin, Kamis (7/8/2025).

Baca Juga:  4 Tempat Wisata Murah dan Hits di Kota Bandung untuk Mengisi Akhir Pekan

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa Satgas Antirentenir saat ini belum memiliki dana operasional, dan para anggotanya hanya menerima honor sekitar Rp 2 juta per bulan, namun tetap ditugaskan untuk menyisir wilayah Kota Bandung guna memberikan penyuluhan kepada warga.

“Itu tidak cukup untuk mengurus se-Kota Bandung, makanya kemarin saya berharap bisa disatukan Satgas Antirentenir ini dengan Kampung Toleransi, terus pendamping UMKM,” ujarnya.

Baca Juga:  Farhan Punya Solusi Atasi Masalah Sampah di Kota Bandung

Erwin juga menyoroti dampak negatif yang ditimbulkan oleh praktik peminjaman melalui rentenir. Ia menceritakan salah satu kasus tragis yang menimpa seorang warga di Panyileukan, yang mengalami kekerasan fisik saat proses penagihan utang.

“Jadi tugas satgas ini mengedukasi masyarakat. Mengedukasi hukum riba secara agama, efek jera uang riba itu saat dipakai jadi haram. Terus efek dari riba itu juga susah dibayarnya,” tegas Erwin.

Baca Juga:  Ulin Barong Sekeloa dan Engkle dari Kota Bandung Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda

“Riba ini juga menyengsarakan, karena kadang-kadang yang nagihnya juga keterlaluan. Termasuk kasus yang dicekik yang di Panyileukan, yang saya urus itu kan kasian karena ya hawanya hawa setan,” pungkasnya.

Dengan kondisi tersebut, Pemkot Bandung berharap penguatan kelembagaan dan dukungan anggaran terhadap Satgas Antirentenir bisa segera direalisasikan, agar masyarakat semakin terlindungi dari jeratan rentenir yang meresahkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bank emok Erwin Kota Bandung Pemkot rentenir Satgas Antirentenir
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Hujan Angin Hantam Bandung! Pohon Tumbang hingga Billboard Raksasa Roboh

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri yang Bikin Penasaran, Link Telegram Banyak Dicari
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.