bukamata.id – Malam di Medan Deli berubah dramatis saat kobaran api menyala merah dari Pabrik Swallow yang terletak di Jalan Kolonel Yos Sudarso KM 6,5, Kelurahan Tanjung Mulia, Selasa malam (27/1/2026). Kebakaran ini membuat panik warga sekitar dan menyebabkan kemacetan parah di jalur utama menuju Pelabuhan Belawan hingga Rabu dini hari.
Insiden ini termasuk salah satu kebakaran industri terbesar di Sumatera Utara pada awal 2026. Peristiwa ini sekaligus mengingatkan pentingnya penerapan regulasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terbaru.
Api Berkobar: Detik-detik Evakuasi
Api pertama kali terlihat sekitar pukul 22.12 WIB. Ewin (45), saksi mata, menceritakan kepanikan warga.
“Awalnya terdengar dentuman, lalu tiba-tiba api langsung membesar dari belakang. Baunya sangat menyengat, seperti karet ban yang dibakar massal. Warga langsung teriak ‘kebakaran’ dan berhamburan keluar rumah,” ujarnya.
Dalam hitungan menit, api merambat ke seluruh gudang yang dipenuhi karet mentah dan bahan kimia pelarut. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan mengerahkan lebih dari 15 unit mobil pemadam, namun proses pemadaman terhambat oleh akses jalan sempit dan material yang sulit dipadamkan dengan air biasa.
Dugaan Penyebab Kebakaran
Hingga Rabu (28/1/2026), Tim Inafis Polres Pelabuhan Belawan masih memeriksa lokasi kejadian. Beberapa dugaan awal mengarah pada:
- Korsleting listrik di area produksi, mengingat beban operasional pabrik yang tinggi.
- Reaksi panas pada tumpukan karet dan bahan kimia, yang tidak disimpan sesuai standar suhu.
Insiden ini menyoroti implementasi Permenaker Nomor 13 Tahun 2025 tentang Panitia Pembina K3 (P2K3), yang mewajibkan industri berisiko tinggi memasang sistem deteksi kebakaran terintegrasi berbasis IoT. Sejauh ini, penerapan regulasi tersebut masih menjadi tantangan di lapangan.
Bahaya Asap Kebakaran
Dampak kebakaran tidak berhenti saat api padam. Asap hitam pekat mengandung zat berbahaya:
- Karbon Monoksida (CO): Bisa menyebabkan pusing dan sesak napas.
- Sulfur Dioksida (SO2): Mengiritasi mata dan saluran pernapasan.
- Partikulat (PM2.5): Berisiko bagi lansia dan penderita asma.
Dinas Kesehatan Kota Medan menghimbau warga di Medan Deli dan Medan Marelan tetap di dalam rumah, atau menggunakan masker N95 bila harus keluar dalam 24 jam ke depan.
Korban dan Kerugian
Hingga Rabu pagi, belum ada laporan korban jiwa. Mayoritas pekerja shift malam berhasil dievakuasi. Namun kerugian materiil diperkirakan mencapai miliaran rupiah, termasuk kerusakan mesin berat, stok bahan baku, dan gudang utama yang hampir rata dengan tanah.
Langkah Pencegahan untuk Industri dan Warga
Belajar dari kasus ini dan Kepmenaker No 46 Tahun 2025, langkah preventif yang wajib diperhatikan:
- Audit Kelistrikan Berkala: Thermographic scanning pada panel listrik minimal 6 bulan sekali untuk mendeteksi titik panas.
- Manajemen Material: Pisahkan bahan kimia oksidator dari material mudah terbakar seperti karet dan kertas.
- Jalur Evakuasi Mandiri: Warga di zona industri harus mengenali jalur evakuasi yang aman dan tidak searah dengan arah angin saat kebakaran.
Kesimpulan
Kebakaran Pabrik Swallow di Medan Deli menjadi peringatan serius bagi sektor industri di Sumatera Utara. Meskipun tak menelan korban jiwa, dampak lingkungan dan kerugian ekonomi sangat besar. Publik kini menantikan investigasi menyeluruh terkait kepatuhan pabrik terhadap regulasi K3 terbaru agar tragedi serupa tidak terulang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










