bukamata.id – Kabar duka datang dari Kota Tual, Maluku. Seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) bernama Arianto Tawakal meninggal dunia setelah mengalami insiden tragis yang melibatkan seorang oknum aparat Brimob.
Peristiwa memilukan itu terjadi di kawasan sekitar RSUD Maren, Kota Tual. Saat kejadian, Arianto yang masih berusia 14 tahun tengah mengendarai sepeda motor bersama sang kakak melintasi ruas jalan tersebut.
Menurut keterangan keluarga, situasi berubah drastis dalam hitungan detik. Tanpa ada aba-aba atau peringatan, seorang oknum aparat disebut tiba-tiba melakukan tindakan yang berujung fatal.
“Oknum Brimob itu melompat dan memukul adik saya pakai helm,” kata NK seperti dalam keterangan di laman Instagram @mangentemaluku dikutip Sabtu (21/2/2026).
Pukulan itu membuat Arianto kehilangan kendali atas sepeda motornya. Motor yang melaju di atas aspal tak lagi bisa dikontrol. Tubuh remaja tersebut terjatuh keras dan terseret beberapa meter di jalan raya.
Benturan yang terjadi menyebabkan luka serius. Arianto dilaporkan mengalami pendarahan hebat dari bagian mulut dan hidung. Tak hanya itu, bagian belakang kepalanya juga mengalami cedera parah akibat hantaman keras ke permukaan aspal.
Kondisinya sempat kritis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis pagi, 19 Februari 2026. Arianto diketahui merupakan siswa kelas IX MTsN Maluku Tenggara.
Kabar wafatnya Arianto langsung memicu duka mendalam bagi keluarga, kerabat, hingga masyarakat sekitar. Pihak keluarga pun mendesak agar oknum anggota Brimob Pelopor C yang diduga terlibat segera diproses sesuai hukum yang berlaku.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat itu aparat Brimob tengah melakukan pemantauan terkait dugaan aksi balap liar di kawasan tersebut. Ketika Arianto melintas, ia diduga dikaitkan dengan aktivitas balap liar yang sedang diawasi.
Namun, pernyataan itu dibantah tegas oleh pihak keluarga. NK, kakak korban, menegaskan bahwa mereka hanya kebetulan melintas di lokasi dan tidak terlibat dalam aktivitas balap liar.
Insiden ini pun menjadi sorotan publik dan memunculkan pertanyaan tentang prosedur penindakan di lapangan. Keluarga berharap ada kejelasan dan pertanggungjawaban agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Tragedi yang merenggut nyawa pelajar muda ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan di ruang publik memiliki konsekuensi besar. Kini, keluarga Arianto menanti proses hukum berjalan transparan demi keadilan bagi sang anak yang telah tiada.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











