bukamata.id – Hampir satu tahun sejak diluncurkan, layanan panggilan darurat 112 Kabupaten Ciamis belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat sebagaimana mestinya. Alih-alih menjadi solusi cepat dalam situasi genting, layanan ini justru sering disalahgunakan oleh penelepon iseng.
Menurut keterangan Baiqa Munggaran, operator Layanan Darurat 112 Ciamis, sebagian besar panggilan yang diterima justru merupakan prank call atau ghost call (panggilan tanpa suara). “Pernah dalam seminggu, dari 35 panggilan yang masuk, hanya lima yang benar-benar membutuhkan bantuan darurat. Sisanya iseng, bahkan ada yang mengaku ada kebakaran, tapi lokasinya ternyata di Tasikmalaya,” ujarnya.
Penelepon iseng ini, kata Baiqa, sering kali terdengar seperti anak-anak. “Setelah bilang ada kebakaran, terdengar suara tawa di belakang. Ini sangat mengganggu, apalagi saat kami harus tetap siaga 24 jam.”
Meski demikian, Baiqa menegaskan bahwa pihaknya tetap melayani setiap panggilan yang masuk dengan profesional. Jika laporan yang masuk valid, seperti kejadian evakuasi ular, tawon, gangguan listrik, atau kecelakaan lalu lintas, operator akan segera meneruskannya ke instansi terkait seperti BPBD, Damkar, Kepolisian, atau PLN.
Untuk mencegah penyalahgunaan layanan, pihak 112 Ciamis telah menyiapkan sistem pencatatan nomor telepon yang masuk. Nomor-nomor yang terbukti berulang kali melakukan prank call dapat diberi tanda khusus atau bahkan masuk dalam daftar blacklist.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Ciamis, Hendri Ridwansyah, juga membenarkan tingginya angka panggilan palsu. “Prank call hampir terjadi setiap malam. Bahkan beberapa laporan menjurus ke berita bohong. Seperti laporan pohon tumbang di Cigembor yang setelah dicek ternyata tidak ada kejadian apa pun,” ungkapnya.
Meski demikian, Hendri menyebut bahwa rendahnya volume panggilan darurat tidak selalu berarti buruk. “Bisa saja memang tidak ada kejadian darurat. Atau warga memilih langsung menghubungi instansi seperti Damkar atau Polisi. Yang terpenting, kami sudah menyediakan kanal pengaduan yang siap 24 jam.”
Layanan 112 Ciamis resmi diluncurkan pada 11 Juni 2024, dengan delapan operator yang dibagi dalam tiga shift. Untuk memperluas jangkauan informasi, Diskominfo juga aktif melakukan sosialisasi lewat media sosial.
Hendri pun mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan layanan darurat ini. “Ingat, layanan 112 bukan main-main. Ini bisa menyelamatkan nyawa jika digunakan dengan benar.”
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










