Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Fenomena Video Viral di Bandar Batang: Mengapa Kita Harus Lebih Bijak Menyikapi Tren Media Sosial?

Kamis, 30 April 2026 02:00 WIB

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Rabu, 29 April 2026 23:11 WIB

Terungkap! Ini Dugaan di Balik Video Viral ‘Bandar Bergetar’

Rabu, 29 April 2026 22:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Fenomena Video Viral di Bandar Batang: Mengapa Kita Harus Lebih Bijak Menyikapi Tren Media Sosial?
  • Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral
  • Terungkap! Ini Dugaan di Balik Video Viral ‘Bandar Bergetar’
  • Laga Krusial! Persib Wajib Tundukkan Bhayangkara FC Demi Gelar Juara
  • Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya
  • Arsenal Siap Jual 5 Pemain Demi Datangkan Julian Alvarez
  • Marc Klok Pasang Target Gila! Persib Wajib Menang 5 Laga Tersisa
  • Heboh Video 15 Menit Tasya Gym, Netizen Ramai Cari Link Asli
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ledia Hanifa Soroti Efektivitas Program MBG: Harus Tepat Sasaran dan Minim Sampah

By Aga GustianaJumat, 20 Juni 2025 10:11 WIB3 Mins Read
Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah, memanfaatkan masa reses dengan meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kota Bandung dan Kota Cimahi. Dalam kunjungan tersebut, Ledia mencatat empat poin penting yang perlu menjadi perhatian pemerintah untuk menyempurnakan program ini.

Program Harus Tepat Sasaran

Ledia menekankan pentingnya pendataan yang akurat agar program MBG menyasar sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan. Ia menemukan bahwa tidak semua sekolah berada dalam kondisi yang sama.

“Ada sekolah yang mayoritas siswanya dari keluarga tidak mampu, yang memang kesulitan sarapan atau membawa bekal. Mereka tentu prioritas. Tapi ada juga sekolah dengan siswa dari keluarga mampu yang sebenarnya tidak terlalu membutuhkan,” ujar Ledia dalam keterangannya.

Ia mengingatkan bahwa karena keterbatasan anggaran, program MBG tidak bisa menyentuh seluruh sekolah di Indonesia secara merata. Oleh karena itu, seleksi berdasarkan data yang tepat menjadi krusial.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Puasa Internal Demi Pesta Layanan Publik di Tahun 2026

Hindari Pemborosan dengan Efisiensi Paket

Dalam kunjungannya ke salah satu SMP, Ledia mencermati bahwa pengiriman paket makanan kerap tidak memperhitungkan ketidakhadiran siswa. Misalnya, meski rata-rata 60 siswa absen dari total 800 setiap hari, tetap dikirim 800 paket. Akibatnya, puluhan paket tersisa setiap hari.

“Kalau sudah tahu rata-rata siswa yang hadir, kirim saja 750 paket. Ini bukan soal mengurangi mutu makanan, tapi menghindari pemborosan,” tegas legislator dari Dapil Jawa Barat I tersebut.

Baca Juga:  Kota Bandung Bersiap Bangkit: Kegiatan Rapat di Hotel Kembali Diizinkan Pemerintah

Ia mengusulkan agar sekolah dan dapur penyedia makanan melakukan koordinasi harian agar jumlah makanan bisa disesuaikan, terutama jika dapur masih berada dalam satu kecamatan dan informasi bisa diperoleh sejak pagi.

Sampah Menumpuk Jadi Masalah Baru

Ledia juga mengangkat isu lain yang timbul dari program MBG: pengelolaan sampah. Sisa makanan, kulit buah, kemasan susu, dan limbah organik lainnya menjadi beban tambahan bagi sekolah.

“Beberapa sekolah curhat soal masalah baru, yaitu pengelolaan sampah. Ini perlu penanganan khusus karena tidak semua wilayah punya sistem pengelolaan sampah yang memadai,” ungkapnya.

Ia menyarankan agar ada dukungan dari pemangku kepentingan lokal, seperti RW dan kelurahan, serta mempertimbangkan metode seperti komposting atau maggotisasi agar sampah tidak menjadi bom waktu lingkungan.

Baca Juga:  14 Tuntutan Menggema dalam Aksi 'Indonesia Gelap' Mahasiswa Bandung untuk Prabowo Subianto

Fokus Prioritas: Daerah 3T

Dari seluruh pengamatan dan masukan yang diterima, Ledia menegaskan bahwa daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG.

“Daerah 3T itu sangat membutuhkan afirmasi. Di sana angka kekurangan gizi dan stunting masih tinggi. Mereka perlu diprioritaskan,” ujar Sekretaris Fraksi PKS DPR RI ini.

Ia menambahkan bahwa setelah daerah 3T, barulah program bisa menyasar wilayah lain yang sekolahnya banyak diisi oleh anak-anak dari keluarga menengah ke bawah.

“Ini tentu memerlukan pendataan yang tepat agar program ini bisa benar-benar mendorong peningkatan gizi anak-anak Indonesia masa depan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

daerah 3T efisiensi anggaran gizi anak Komisi X DPR Ledia Hanifa Program Makan Bergizi Gratis reses DPR sampah makanan sekolah Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya

Pemerintah Tetapkan Gaji ke-13 2026, Simak Jadwal dan Ketentuannya

Wanita di KBB Ditemukan Tewas Misterius, Polisi Kuatkan Dugaan Pembunuhan

Miris! Bocah Disabilitas di Bandung Barat Makan Rumput, Keluarga Ungkap Tak Pernah Sentuh Bansos

Intip Kemeriahan ‘Sehari di Giri Prianka’: Kolaborasi Strategis Podomoro Park Bandung dan BRI untuk Hunian Impian

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.