Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
The Great Asia Africa 2.0

Bukan Sekadar Jalan-Jalan! Ini 10 Spot ‘Healing’ Terbaik di Bandung yang Bikin Gagal Move On

Sabtu, 4 April 2026 21:07 WIB

Rumor Kencan Bernadya dan Iqbaal Ramadhan Pecah! Berawal dari Foto ‘Blur’, Netizen Temukan Bukti Ini

Sabtu, 4 April 2026 20:16 WIB

Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI

Sabtu, 4 April 2026 20:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Sekadar Jalan-Jalan! Ini 10 Spot ‘Healing’ Terbaik di Bandung yang Bikin Gagal Move On
  • Rumor Kencan Bernadya dan Iqbaal Ramadhan Pecah! Berawal dari Foto ‘Blur’, Netizen Temukan Bukti Ini
  • Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI
  • Prediksi Persib vs Semen Padang: Bobotoh Cantik Ini Ingatkan Maung Bandung Jangan Jemawa
  • Adu Sabar! Aksi Petugas Rekam KTP ODGJ Ini Malah Bak Shooting Film Action
  • Cantik Saja Enggak Cukup! Mojang Bandung Ini Pilih ‘Jalur Langit’ demi Orang Tua
  • Kisah Mantan Kanit Tipidkor Pilih Jadi Tukang Kopi: Lebih Baik Patah Daripada Bengkok!
  • Sergio Ramos Dirumorkan Gabung Persija Jakarta Musim Depan, Siap Digaji Rp70 Miliar?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ledia Hanifa Ungkap Kunci Sukses Pemajuan Budaya Lokal di Era Digital

By Putra JuangSabtu, 22 November 2025 16:05 WIB3 Mins Read
Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah menekankan pentingnya integrasi budaya lokal ke dalam ruang digital sebagai strategi utama pemajuan kebudayaan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Ledia Hanifa dalam kegiatan Silaturahmi Affiliator Tiktok; Konten Digital Budaya – Budaya Lokal dalam Ekspresi Digital di Kota Cimahi, Sabtu (22/11/2025).

Ia memandang dunia digital sebagai platform yang tak hanya strategis tetapi juga esensial untuk sosialisasi, edukasi, dan pengembangan objek-objek kebudayaan di tengah masyarakat.

Ledia Hanifa mengungkapkan bahwa upaya memajukan kebudayaan harus beriringan dengan dinamika teknologi.

“Kegiatan semarak budaya kali ini adalah bagaimana mendekatkan objek-objek pemajuan kebudayaan dengan dunia digital,” ucap Ledia.

“Bagaimanapun juga, kita perlu terus mensosialisasikan objek-objek kemajuan kebudayaan kita melalui dunia digital ini,” lanjutnya.

Strategi Konten yang Sederhana dan Relevan

Menurutnya, digitalisasi budaya tidak perlu selalu harus grand atau berskala besar. Justru, konten dapat dimulai dari bentuk-bentuk yang kecil, keseharian, bahkan hal-hal yang selama ini tidak disadari merupakan bagian dari budaya lokal.

Baca Juga:  Ledia Hanifa Tekankan Pentingnya Regulasi yang Adil dalam RUU Masyarakat Hukum Adat

“Konten-konten yang ingin kita sosialisasikan, kita edukasikan kepada masyarakat, kita buat sedemikian rupa, sehingga mereka kemudian nanti akan berkembang dalam bentuk-bentuk yang bisa divisualisasikan,” jelasnya.

Ia mencontohkan, di daerah seperti Cimahi, budaya yang menonjol terkait penggunaan sampeu (singkong). Konten edukasi bisa berfokus pada pengolahan, pemanfaatan, pengembangan, hingga inovasi singkong, termasuk mendalami filosofi di baliknya.

“Nah itu jadi bagian yang didalami ya, filosofinya bukan karena dari bahwa tanahnya paling cocok untuk singkong, tapi juga ada hal-hal lain di belakang. Jadi bahan-bahan diskusi atau tidak dialog kita tentang konten-konten itu yang kita bawa ke masyarakat,” katanya.

Digital Sebagai Sumber Informasi Utama

Ledia menyebut, pemilihan digital sebagai medium utama didasari oleh fakta bahwa saat ini, sumber informasi pertama yang diakses dan dipercaya oleh masyarakat luas adalah saluran digital.

Baca Juga:  Komisi X DPR Soroti Perilaku Penerima KIP Kuliah Hedon, Dorong Monitoring dan Evaluasi

“Mengapa digital dipilih? Karena pada saat ini sumber informasi pertama masyarakat adalah dari digital dan informasi pertama itu secara umum dipercaya,” tegasnya.

Oleh karena itu, tantangannya adalah menciptakan konten edukasi yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga mampu menarik segmen yang selama ini luput dari perhatian, khususnya generasi muda dan anak-anak.

Konten harus mampu memancing diskusi, keterlibatan aktif, dan dorongan bagi mereka untuk mengembangkan objek-objek kebudayaan di wilayah masing-masing.

“Terkait dengan budaya ini bagaimana menarik dan anak-anak generasi muda untuk terlibat dan juga mereka Mau berdiskusi dan juga mau mengembangkan objek-objek pemajuan kebudayaan di wilayah masing-masing,” terangnya.

Kolaborasi Lintas Batas Kunci Pengembangan Budaya

Ledia juga menegaskan bahwa pengembangan budaya lokal melalui digital sangat mungkin didukung oleh program nasional melalui mekanisme kerja sama.

Baca Juga:  Kota Bandung Injak 213 Tahun, Ledia Hanifa Puji Kang Pisman dan Buruan Sae

“Budaya lokal bisa di-support oleh nasional? Bisa,” ujarnya.

Kolaborasi ini menjadi lebih mudah di dunia digital. Mekanisme kerja sama memungkinkan terjadinya saling support dan saling meluaskan konten-konten yang perlu dikenali, dijaga, dan dipelihara.

Adanya inovasi baru juga dapat dengan mudah dibagikan, berkontribusi pada pengembangan kekayaan budaya Indonesia secara keseluruhan.

Ledia berharap upaya digitalisasi ini dapat memastikan warisan budaya lokal tetap relevan, dikenal luas, dan terus berinovasi di tengah arus informasi global.

“Kolaborasi yang lebih mudah di dunia digital adalah dengan mekanisme-mekanisme kerja sama yaitu saling support saling meluaskan konten-konten yang memang perlu dikenali, perlu dijaga, perlu dipelihara dan barangkali ada inovasi-inovasi baru yang bisa saling berbagi, baik untuk pengembangan budaya indonesia,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

budaya digital budaya lokal Komisi X DPR konten budaya Ledia Hanifa tiktok budaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.