bukamata.id – Gelombang pencarian kata kunci “video chindo Adidas” tengah meroket tajam di platform TikTok. Konten yang menampilkan sosok gadis berparas oriental ini memicu rasa penasaran masif dari warganet. Namun, di balik tren yang tampaknya sekadar konten biasa tersebut, terdapat risiko keamanan digital yang mengintai para pengguna yang kurang waspada.
Deskripsi Konten yang Menjadi Sorotan
Dalam potongan rekaman yang beredar, terlihat seorang remaja perempuan dengan gaya rambut ponytail dan poni belah tengah tengah berdiri menghadap kamera. Ia mengenakan satu set pakaian olahraga hitam dengan ciri khas tiga garis putih di bagian lengan, yang identik dengan merek Adidas.
Awalnya, gadis tersebut menunjukkan sebuah kertas kekuningan dengan tulisan yang sulit terbaca secara jelas. Setelah meletakkan kertas tersebut, ia tampak melangkah mundur dan melakukan aksi yang memicu rasa penasaran: menarik ritsleting jaket hitamnya dari atas ke bawah.
Menariknya, aksi tersebut dilakukan dengan ekspresi wajah yang datar dan tanpa emosi. Video yang tersebar luas di TikTok umumnya terputus tepat saat ritsleting ditarik, sebuah teknik penyuntingan yang sengaja dilakukan untuk menciptakan efek gantung atau cliffhanger.
Modus Duplikasi dan Link Mencurigakan
Viralnya konten ini bukan tanpa alasan. Banyak akun anonim mengunggah ulang (re-upload) cuplikan tersebut secara berulang-ulang untuk mendominasi kolom pencarian. Tujuannya adalah menggiring penonton agar mencari “versi lengkap” dari video tersebut.
Di sinilah letak bahayanya. Akun-akun penyebar video tersebut biasanya menyertakan tautan atau link di kolom komentar maupun bio profil mereka dengan embel-embel “nonton versi full”.
Risiko Keamanan bagi Pengguna
Berdasarkan pengamatan pakar keamanan digital, tautan yang dijajakan oleh akun-akun pencari trafik tersebut jarang sekali mengarah pada konten video yang dijanjikan. Seringkali, pengguna justru diarahkan ke:
- Situs Judi Online: Pengalihan paksa ke laman taruhan yang tidak teregulasi.
- Jebakan Phishing: Laman palsu yang dirancang untuk mencuri kredensial akun media sosial atau data pribadi lainnya.
- Penyebaran Malware: Unduhan otomatis yang dapat menginfeksi perangkat pengguna dengan perangkat lunak berbahaya.
Kesimpulan: Masyarakat diimbau untuk lebih kritis dalam menanggapi tren viral di media sosial. Jangan mudah tergiur untuk mengklik tautan dari sumber yang tidak dikenal, karena rasa penasaran sesaat bisa berujung pada kerugian data pribadi yang fatal.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











