Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

One Minute Silence di GBLA, Penghormatan Terakhir untuk sang Jendral Rukandi

Senin, 13 April 2026 03:00 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Bikin Heboh, Link Part 2 Ternyata Berbahaya

Senin, 13 April 2026 01:00 WIB

Drama 5 Gol di GBLA! Persib Tumbangkan Bali United, Tetap Kokoh di Puncak

Minggu, 12 April 2026 21:22 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • One Minute Silence di GBLA, Penghormatan Terakhir untuk sang Jendral Rukandi
  • Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Bikin Heboh, Link Part 2 Ternyata Berbahaya
  • Drama 5 Gol di GBLA! Persib Tumbangkan Bali United, Tetap Kokoh di Puncak
  • Gol Tandukan Mematikan! Persib Unggul 1-0 atas Bali United di Babak Pertama
  • Inilah Starter Persib vs Bali United, Beckham Tersingkir dari Line Up Awal
  • Tuntut Keadilan, Advokat Desak Kejari Bongkar Tuntas Skandal Proyek Ambulans RSUD Subang
  • Di Balik Jabatan Ketua DPRD Gowa: Usia 25 Tahun, Harta 5 Miliar, Tapi Public Speaking Disorot?
  • Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ di Dapur Bikin Heboh, Ternyata Ada Fakta Mengerikan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 13 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Mahasiswa Demo di Depan Gedung Sate, Protes Kenaikan Harga Pangan

By Putra JuangJumat, 22 Maret 2024 19:20 WIB2 Mins Read
Mahasiswa Demo di Depan Gedung Sate, Protes Kenaikan Harga Pangan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ratusan mahasiswa di Bandung Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, pada Jumat (22/3/2024). Dalam unjuk rasa bertajuk ‘Bandung Lautan Api’ ini, massa aksi membawa 12 tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah.

Perwakilan aliansi mahasiswa yang juga Ketua BEM Kema Unpad 2024, Fawwaz Ihza Mahendra mengatakan, tema besar dari 12 tuntutan tersebut terkait persoalan harga pangan, demokrasi dan adili rezim jokowi.

“Kegiatan sore ini aksi unjuk rasa yang kami lakukan, kurang lebih ada 12 tapi memang tema-tema utamanya itu mengenai stabilitas harga bahan pokok yang kedua itu permasalahan demokrasi yang ketiga overprotect legalizm,” ucap Fawwaz.

Selain itu, pihaknya juga turut menyoroti sikap pemerintah yang selalu berbohong dalam setiap pernyataannya.

Baca Juga:  Pakar Yakin Kepemimpinan Jokowi Akan Selesai Husnul Khatimah

“Kami memandang bahwa istana ini menjadi pembohong, kenapa? Karena mereka selalu menyatakan demi rakyat demi rakyat, bahwa mereka mengatakan demi rakyat tapi tidak pernah melakukan sebuah kebijakan yang pro rakyat,” tegasnya.

Fawwaz mengatakan, dampak kenaikan harga bahan pokok ini tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa saja, namun juga oleh masyarakat luas.

“Harga saat ini tak kunjung kembali ke harga normal dan kami melihat bukan hanya kawan-kawan mahasiswa saja yang merasakan naiknya bahan pokok, tapi kami melihat masyarakat di sekitar kampus merasakan harga bahan pokok ini menyulitkan mereka untuk melanjutkan hidup,” tuturnya.

Baca Juga:  Gedung YPK Roboh Akibat Sudah Tua, Sekda Herman Pastikan Segera Perbaiki

Berikut ini 12 tuntutan aksi mahasiswa Bandung Raya terhadap pemerintah:

1. Melaksanakan reforma agraria seiati dan industrialisasi nasional untuk mewujudian ketahanan pangan nasional dan stabilkan harga
bahan pokok serta tolak politisasi bantuan sosial.

2. Kembalikan independensi KPK

3. Cabut pasal tni polri yang dapat mengisi jabatan ASN

4. Cabut uu no. 6 tahun 2023 tentang cipta keria dan tolak psn yang merampas dan memonopoli tanah

Baca Juga:  Ditemani Sang Istri, Ahmad Heryawan Hadiri Open House di Gedung Sate

5. Revisi uu no. 1 tahun 2023 tentang kump pada pasal-pasal yang membatasi kebebasan berekspresi

6. Jamin partisipasi masyarakat yang bermakna dalam sebuah proses pembentukan peraturan dan kebijakan publik

7. Berantas korupsi, kolusi dan nepotisme (kkni dan tolak politisasi yudisial

8. Tindak tegas pelanggaran etik yang dilakukan oleh penyelenggara pemilihan umum (Pemilu)

9. Tindak tegas aparatur negara yang berpihak dan adili peserta pemilu yang mengunakan fasilitas negara

10. Cegah intervensi dan penyalahgunaan kekuasaan dalam pilkada

11. Tolak perpanjangan masa jabatan kepala desa 8 tahun

12. Mengutamakan riset dan data dalam perancangan kebijakan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gedung Sate jokowi Kenaikan Harga Pangan Kota Bandung mahasiswa unjuk rasa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tuntut Keadilan, Advokat Desak Kejari Bongkar Tuntas Skandal Proyek Ambulans RSUD Subang

Di Balik Jabatan Ketua DPRD Gowa: Usia 25 Tahun, Harta 5 Miliar, Tapi Public Speaking Disorot?

Gedung Sate dan Gasibu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terpadu Ikonik Jawa Barat

Dikasih Kebun Sawit Malah Ngelunjak! Istri Bongkar Borok Suami: Diduga Selingkuh dan Gadein Surat Tanah Keluarga!

Aksi Senyap 20 Tahun Terhenti! Polisi Tangkap ‘Ki Bedil’, Perakit Senjata Ilegal Kelas Atas

Cuma Pakai Karung ke Sekolah! Bocah SD Ini Terpaksa ‘Ngebadut’ Demi Obat Mamah

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.