Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Resmi! Gaji Pensiunan PNS Mei 2026 Cair Tepat Waktu, Cek Detailnya

Kamis, 30 April 2026 15:37 WIB

Prediksi Bhayangkara FC vs Persib: Misi Rebut Takhta di Lampung dan Adu Mekanik Pemain Kunci

Kamis, 30 April 2026 15:29 WIB

Munster Tak Gentar! Bhayangkara Siap Gagalkan Misi Juara Persib

Kamis, 30 April 2026 15:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Resmi! Gaji Pensiunan PNS Mei 2026 Cair Tepat Waktu, Cek Detailnya
  • Prediksi Bhayangkara FC vs Persib: Misi Rebut Takhta di Lampung dan Adu Mekanik Pemain Kunci
  • Munster Tak Gentar! Bhayangkara Siap Gagalkan Misi Juara Persib
  • Dari Irak ke Bandung? Fakta Mengejutkan Rumor Aymen Hussein ke Persib
  • Dhani Sindir Keras Maia Estianty di Acara El Rumi: Sudah 20 Tahun Masih Main Sinetron!
  • Dulu Anak Rantau, Sekarang Rajai MTQ Internasional: Kisah Imranul Karim, Qari Kaltim yang Guncang Dunia
  • Klaim Segera! Kode Redeem FF Terbaru 30 April 2026, Banjir Skin dan Diamond Gratis
  • Link Video ‘Tasya Gym Bandar Batang’ 15 Menit Viral di Medsos, Benarkah Asli?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Mahasiswa Tumbang di Unisba, Natalius Pigai Enggan Sentuh Isu Pelanggaran HAM

By Aga GustianaJumat, 5 September 2025 07:49 WIB3 Mins Read
Menteri HAM, Natalius Pigai saat berkunjung ke Unisba. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai enggan memberikan pernyataan terkait dugaan pelanggaran HAM dalam kericuhan antara aparat dan massa aksi mahasiswa di kawasan Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas), Senin malam (1/9/2025).

Saat ditemui di Kampus Unisba, Pigai menolak menanggapi pertanyaan wartawan dan menegaskan bahwa kedatangannya hanya bertujuan memastikan aktivitas kampus kembali berjalan normal.

“Kalau itu topik lain lagi,” ujar Pigai singkat, Rabu (4/9/2025).

Sikap serupa juga ia tunjukkan saat ditanya mengenai dugaan seorang mahasiswa Unisba yang terluka akibat dilindas motor Brimob. Ia hanya menyebut telah menjenguk korban di rumah sakit.

“Kami bagian pemulihan dan kami sudah cek di rumah sakit ya,” ucapnya tanpa memberikan keterangan detail.

Alih-alih menyinggung insiden, Pigai menekankan kunjungannya sebagai bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pemulihan kondisi masyarakat.

“Ya itu kalau itu topik lain. Saya datang melihat pemulihan korban karena penting untuk pemulihan korban,” tegasnya.

Baca Juga:  7 Kampus di Jabar Terancam Ditutup, Bey Minta Nasib Mahasiswa Diperhatikan

Insiden di Tamansari: Mahasiswa Jadi Korban

Sebelumnya, aksi demonstrasi mahasiswa di Bandung kembali memanas dan diwarnai tindakan represif aparat. Dua mahasiswa Unisba dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa yang terjadi di sekitar Kampus Unisba, Tamansari, pada Senin malam.

Ketua Umum HMI Korkom Unisba, Raviv Tuanku Alasaid, menyebut bentrokan pecah usai massa aksi mulai membubarkan diri sekitar pukul 20.00 WIB. Menurutnya, sebagian mahasiswa tetap berada di sekitar kampus untuk membantu korban luka.

“Sekitar jam 9 lebih, ada konvoi aparat dari DPRD Jabar ke arah Baltos lalu berbelok ke Tamansari. Teman-teman yang sedang duduk di pelataran depan Unisba tidak tahu soal informasi tersebut. Saat aparat datang, mereka terkepung di Taman Flexing, dan akhirnya terjadi chaos,” tutur Raviv.

Dalam kericuhan itu, seorang mahasiswa Fakultas Hukum, Ajiziran, ditangkap aparat dan kini tengah menjalani proses advokasi. Sementara Bobby Indrawan, mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2022, mengalami luka parah.

“Bobby mengalami cedera parah, ada indikasi dipukul, digilas saat terjatuh, bahkan di bagian kakinya diduga terkena tembakan peluru karet. Saat ini ia harus menjalani operasi,” jelas Raviv.

Baca Juga:  Mahasiswa Bandung Khawatir RUU KUHAP Bikin Kejaksaan Super Power

Raviv menambahkan, peristiwa yang menimpa mahasiswa Unisba bukan insiden tunggal. Menurutnya, serangan aparat terjadi sedikitnya tiga kali pada malam itu.

“Jadi kejadian malam tadi itu bukan penyerangan terakhir. Ada sekitar tiga kali serangan. Yang terakhir penembakan ke arah kampus ini,” ungkapnya.

Polisi Bantah Masuk Kampus dan Gunakan Peluru Karet

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan klarifikasi resmi mengenai dugaan penembakan peluru karet maupun tindakan represif terhadap mahasiswa.

Namun sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan memberikan keterangan melalui video pada Selasa (2/9/2025). Ia menegaskan, TNI-Polri melakukan patroli gabungan di beberapa titik berdasarkan laporan intelijen dan masyarakat.

“Di lokasi Jalan Taman Sari ditemukan tumpukan batu, kayu, dan ban yang dibakar. Saat yang sama, ada sekelompok orang berpakaian hitam yang diduga bertindak anarkis,” kata Hendra.

Baca Juga:  Bawaslu Jabar Ajak Mahasiswa Perangi Hoax di Pemilu 2024

Kelompok tersebut disebut menutup jalan dan memblokade kawasan Tamansari. Bahkan, dalam rekaman yang diterima polisi, mereka melempar bom molotov ke arah kendaraan aparat, termasuk mobil patroli dan kendaraan taktis Brimob.

“Provokasi dilakukan dari dalam kampus Unisba dengan pelemparan molotov ke kendaraan aparat,” jelasnya.

Sebagai respons, aparat menembakkan gas air mata ke jalan raya. Menurut Hendra, arah tembakan tidak mengarah ke dalam kampus.

“Di lapangan, tidak ada petugas yang masuk ke kampus, dan tidak ada yang membawa senjata. Semua tembakan diarahkan ke jalan raya, bukan ke area kampus,” tegasnya.

Setelah situasi mereda, kelompok berpakaian hitam itu meninggalkan lokasi. Hendra menegaskan patroli gabungan dilakukan untuk menjaga keamanan Kota Bandung dengan pendekatan dialogis.

Catatan Redaksi:
Menyuarakan pendapat adalah hak konstitusional setiap warga negara. Tetapi hak itu harus disalurkan melalui cara yang bermartabat, tanpa kekerasan, tanpa provokasi, dan tanpa tindakan yang merugikan masyarakat luas. #DemokrasiDamai #PersatuanUntukIndonesia #RawatIndonesia

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

mahasiswa Natalius Pigai pelanggaran HAM Unisba Unpas
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Resmi! Gaji Pensiunan PNS Mei 2026 Cair Tepat Waktu, Cek Detailnya

Dulu Anak Rantau, Sekarang Rajai MTQ Internasional: Kisah Imranul Karim, Qari Kaltim yang Guncang Dunia

Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan

Kisah Rizki yang Viral Makan Rumput, Kini Dapat Perhatian Pemerintah

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.