Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!

Minggu, 13 September 2026 02:00 WIB

Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!

Minggu, 13 September 2026 01:00 WIB

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Sabtu, 12 September 2026 23:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!
  • Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!
  • Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu
  • Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga
  • Takluk dari Persija 2-1, Igor Tolic Soroti Celah Lini Belakang Persib
  • Akhir Perjalanan Kangen Band: Dodhy Umumkan Bubar Akibat ‘Kezaliman’ dan Larang Nyanyikan Lagunya
  • Pasukan Jepang Nyesel Datang? Niat Bantu Karhutla Malah Disambut Parade & Marching Band!
  • BOSS Cabaret Festival 2026 Jadi Ruang Tumbuh Kreativitas Anak Muda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 13 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Mahasiswa Tumbang di Unisba, Natalius Pigai Enggan Sentuh Isu Pelanggaran HAM

By Aga GustianaJumat, 5 September 2025 07:49 WIB3 Mins Read
Menteri HAM, Natalius Pigai saat berkunjung ke Unisba. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai enggan memberikan pernyataan terkait dugaan pelanggaran HAM dalam kericuhan antara aparat dan massa aksi mahasiswa di kawasan Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas), Senin malam (1/9/2025).

Saat ditemui di Kampus Unisba, Pigai menolak menanggapi pertanyaan wartawan dan menegaskan bahwa kedatangannya hanya bertujuan memastikan aktivitas kampus kembali berjalan normal.

“Kalau itu topik lain lagi,” ujar Pigai singkat, Rabu (4/9/2025).

Sikap serupa juga ia tunjukkan saat ditanya mengenai dugaan seorang mahasiswa Unisba yang terluka akibat dilindas motor Brimob. Ia hanya menyebut telah menjenguk korban di rumah sakit.

“Kami bagian pemulihan dan kami sudah cek di rumah sakit ya,” ucapnya tanpa memberikan keterangan detail.

Alih-alih menyinggung insiden, Pigai menekankan kunjungannya sebagai bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pemulihan kondisi masyarakat.

“Ya itu kalau itu topik lain. Saya datang melihat pemulihan korban karena penting untuk pemulihan korban,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemerintah Selalu Kambing Hitamkan Persoalan Luar Negeri saat Harga Bahan Pokok Naik

Insiden di Tamansari: Mahasiswa Jadi Korban

Sebelumnya, aksi demonstrasi mahasiswa di Bandung kembali memanas dan diwarnai tindakan represif aparat. Dua mahasiswa Unisba dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa yang terjadi di sekitar Kampus Unisba, Tamansari, pada Senin malam.

Ketua Umum HMI Korkom Unisba, Raviv Tuanku Alasaid, menyebut bentrokan pecah usai massa aksi mulai membubarkan diri sekitar pukul 20.00 WIB. Menurutnya, sebagian mahasiswa tetap berada di sekitar kampus untuk membantu korban luka.

“Sekitar jam 9 lebih, ada konvoi aparat dari DPRD Jabar ke arah Baltos lalu berbelok ke Tamansari. Teman-teman yang sedang duduk di pelataran depan Unisba tidak tahu soal informasi tersebut. Saat aparat datang, mereka terkepung di Taman Flexing, dan akhirnya terjadi chaos,” tutur Raviv.

Dalam kericuhan itu, seorang mahasiswa Fakultas Hukum, Ajiziran, ditangkap aparat dan kini tengah menjalani proses advokasi. Sementara Bobby Indrawan, mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2022, mengalami luka parah.

“Bobby mengalami cedera parah, ada indikasi dipukul, digilas saat terjatuh, bahkan di bagian kakinya diduga terkena tembakan peluru karet. Saat ini ia harus menjalani operasi,” jelas Raviv.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Buka Suara soal Penembakan Gas Air Mata di Unisba-Unpas, Ada Dua Versi Berbeda

Raviv menambahkan, peristiwa yang menimpa mahasiswa Unisba bukan insiden tunggal. Menurutnya, serangan aparat terjadi sedikitnya tiga kali pada malam itu.

“Jadi kejadian malam tadi itu bukan penyerangan terakhir. Ada sekitar tiga kali serangan. Yang terakhir penembakan ke arah kampus ini,” ungkapnya.

Polisi Bantah Masuk Kampus dan Gunakan Peluru Karet

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan klarifikasi resmi mengenai dugaan penembakan peluru karet maupun tindakan represif terhadap mahasiswa.

Namun sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan memberikan keterangan melalui video pada Selasa (2/9/2025). Ia menegaskan, TNI-Polri melakukan patroli gabungan di beberapa titik berdasarkan laporan intelijen dan masyarakat.

“Di lokasi Jalan Taman Sari ditemukan tumpukan batu, kayu, dan ban yang dibakar. Saat yang sama, ada sekelompok orang berpakaian hitam yang diduga bertindak anarkis,” kata Hendra.

Baca Juga:  Demo Bandung Memanas, Rumah Depan DPRD Jabar Terbakar

Kelompok tersebut disebut menutup jalan dan memblokade kawasan Tamansari. Bahkan, dalam rekaman yang diterima polisi, mereka melempar bom molotov ke arah kendaraan aparat, termasuk mobil patroli dan kendaraan taktis Brimob.

“Provokasi dilakukan dari dalam kampus Unisba dengan pelemparan molotov ke kendaraan aparat,” jelasnya.

Sebagai respons, aparat menembakkan gas air mata ke jalan raya. Menurut Hendra, arah tembakan tidak mengarah ke dalam kampus.

“Di lapangan, tidak ada petugas yang masuk ke kampus, dan tidak ada yang membawa senjata. Semua tembakan diarahkan ke jalan raya, bukan ke area kampus,” tegasnya.

Setelah situasi mereda, kelompok berpakaian hitam itu meninggalkan lokasi. Hendra menegaskan patroli gabungan dilakukan untuk menjaga keamanan Kota Bandung dengan pendekatan dialogis.

Catatan Redaksi:
Menyuarakan pendapat adalah hak konstitusional setiap warga negara. Tetapi hak itu harus disalurkan melalui cara yang bermartabat, tanpa kekerasan, tanpa provokasi, dan tanpa tindakan yang merugikan masyarakat luas. #DemokrasiDamai #PersatuanUntukIndonesia #RawatIndonesia

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

mahasiswa Unisba
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Kemensos Gunakan Data Baru, 4,3 Juta Keluarga Resmi Masuk Daftar Penerima Bansos

Kaya Raya dan Ditakuti Pejabat! Sisi Lain Mentan Amran: Jago Tebak Tebu, Suka Bantu Anak Yatim Piatu

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.