Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Marc Klok Comeback! Persib Siap Hajar Kalteng FC demi Puncak Klasemen

Minggu, 1 November 2026 13:30 WIB

Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan

Minggu, 1 November 2026 13:27 WIB

Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak

Minggu, 1 November 2026 12:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Marc Klok Comeback! Persib Siap Hajar Kalteng FC demi Puncak Klasemen
  • Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan
  • Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak
  • Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi! Ungkap Siapa Pengundangnya ke Bundaran HI
  • Bobotoh Merapat! Penukaran Tiket Persib vs Kalteng FC Ditutup 14.30 WIB
  • Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih
  • Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah
  • Tolic Dihukum, Persib Tetap Ganas Hadapi Kalteng FC di Si Jalak Harupat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Mahfud MD Sebut Demokrasi dan Nomokrasi Kunci Indonesia Jadi Negara Maju

By Putra JuangSabtu, 27 Juli 2024 19:03 WIB2 Mins Read
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) 2019 – 2024, Mahfud MD. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) 2019 – 2024, Mahfud MD menyatakan, jika Indonesia ingin menjadi negara maju maka demokrasi dan nomokrasi harus berjalan beriringan dan tidak bisa dipisahkan.

Dia menjelaskan, bahwa demokrasi merupakan kedaulatan rakyat, sedangkan nomokrasi adalah kedaulatan hukum.

“Kedaulatan rakyat dan kedaulatan hukum itu harus bersama, ga bisa dipisahkan,” ucap Mahfud dalam kegiatan Sekolah Demokrasi bertajuk ‘Pembangunan Demokrasi di Indonesia’ melalui Zoom Meeting, Sabtu (27/7/2024).

“Anda mau hanya hukum tanpa demokrasi itu sewenang-wenang. Anda mau demokrasi kalau ga ada hukum itu anarki. Oleh sebab itu harus seimbang, dua ini menjadi kata kunci demokrasi dan nomokrasi ini pasangan, ibarat suami istri yang tidak bisa dipisahkan dalam suatu negara yang ingin maju,” tambahnya.

Baca Juga:  Lolos ke Piala Dunia 2026, Jepang Siap Turunkan Pemain Lapis Kedua Hadapi Indonesia

Mahfud mengingatkan, kedaulatan rakyat itu bisa dipakai untuk membunuh kedaulatan rakyat itu sendiri. Dia menyebut, saat ini orang melakukan korupsi melalui proses demokrasi.

“Parlemen digunakan ‘hey saya ini wakil rakyat bisa membuat apa saja yang membunuh rakyat’. Sekarang itu keluhan orang sedang terjadi korupsi disini dibangun melalui demokrasi. Hukum yang otoriter dibangun melalui proses hukum atas nama demokrasi,” katanya.

Baca Juga:  Mahfud MD: Prabowo Mundur dari Menteri Saya Juga

“Itu yang dulu diingatkan oleh Hatta, demokrasi membunuh demokrasi,” lanjutnya.

Mahfud menilai, demokrasi itu memiliki sebuah kelebihan. Pertama adalah untuk mencegah kediktatoran.

“Kedua, menjaga kedaulatan tetap ada di tangan rakyat bukan di tangan penguasa. Mungkin suatu saat kedaulatan itu dirampas oleh penguasa, tetapi karena demokrasi itu meniscayakan adanya pemilu, disitu peluang untuk memperbaiki, disitu peluang untuk menilai,” jelasnya.

Baca Juga:  Indonesia Izinkan AS Kelola Data Pribadi WNI sebagai Imbal Balik Kesepakatan Tarif

“Pemerintah yang kemarin ga benar, sekarang pilih yang ini, masih ga benar, tunggu pemilu berikutnya lagi, tidak akan terus-terusan sepanjang masa. Kalau dinasti itu kan mesti sepanjang masa, dia turun ke keluarganya dan sebagainya,” sambungnya.

Selain itu, adanya demokrasi juga untuk menjaga plularisme dalam kedaulatan dan integrasi yang kuat.

“Kemudian menegakan hukum dan keadilan yang substansial, mencegah kesewenang-wenangan dan untuk memberantas korupsi. Lalu menciptakan keseimbangan antara hak dan kewajiban,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Demokrasi Indonesia Mahfud MD
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah

Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.