bukamata.id – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa Kementerian Keuangan akan terus memantau penyerapan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2025 hingga akhir Oktober.
Jika serapan anggaran masih rendah, sebagian dana akan dialihkan untuk program lain.
Berdasarkan data terbaru per 3 Oktober 2025, serapan anggaran MBG tercatat sebesar Rp21,64 triliun atau 34 persen dari total pagu Rp71 triliun.
“Kementerian Keuangan akan melihat serapan anggaran MBG pada bulan Oktober ini. Jika serapannya bagus, anggarannya bisa ditambah. Namun, jika tidak bagus, anggarannya bisa dikurangi,” kata Purbaya dalam keterangan di Jakarta, Senin (6/10/2025).
Respon Pihak Luhut Binsar Pandjaitan
Pernyataan Purbaya menanggapi komentar Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, yang meminta agar anggaran MBG tidak dipotong. Purbaya menilai pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Luhut menilai pelaksanaan MBG di lapangan sudah berjalan baik.
“Itu berarti Pak Luhut sudah mengakses penyerapan anggarannya, berarti dia nilai itu sudah bagus semua, tapi kita akan lihat sampai akhir Oktober. Kalau tidak menyerap, ya anggarannya akan dipotong,” ujarnya.
Sementara itu, Luhut menegaskan bahwa serapan anggaran MBG menunjukkan tren perbaikan.
“Kami pastikan penyerapan anggarannya sekarang kelihatan sangat membaik, sehingga Menteri Keuangan tidak perlu mengambil anggaran yang tidak terserap,” kata Luhut.
Ia juga menginstruksikan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindaya, agar seluruh anggaran pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan.
Menurut Luhut, optimalisasi serapan anggaran tidak hanya memperlancar program, tetapi juga berdampak pada penguatan ekonomi daerah.
“Kalau uang itu berputar di bawah, itu menggerakkan ekonomi. Makan bergizi memberikan peluang untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi saat ini,” tambahnya.
Capaian dan Target Program MBG serta Program Pendukung
Program MBG merupakan salah satu prioritas pemerintah 2025 dengan target 82,9 juta penerima di seluruh Indonesia. Selain MBG, pemerintah menjalankan sejumlah program pendukung di bidang kesehatan dan pendidikan, antara lain:
- Cek kesehatan gratis dan pencegahan tuberkulosis (TB): target 31,1 juta peserta, penyerapan anggaran Rp3 triliun atau 32 persen dari total pagu Rp9,3 triliun. Program menyasar berbagai kelompok usia: bayi baru lahir (2,9 juta), balita dan anak prasekolah (13,4 juta), anak usia sekolah dan remaja (24,2 juta), orang dewasa (85,2 juta), hingga lansia (16,9 juta).
- Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda: penyerapan masih rendah, Rp800 miliar atau 4,9 persen dari pagu Rp14,4 triliun, digunakan untuk pembangunan dan pengembangan 165 sekolah di berbagai wilayah.
Dengan berbagai program ini, pemerintah berharap anggaran MBG dan program kesehatan-pendidikan dapat terserap optimal, sekaligus memberikan dampak langsung bagi ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









