Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Malam 27 Rajab dan Doa Isra Mi’raj: Amalan Sunyi yang Diyakini Membuka Pintu Pertolongan

By Aga GustianaKamis, 15 Januari 2026 20:40 WIB4 Mins Read
Ilustrasi berdoa
Ilustrasi berdoa. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bagi umat Islam, malam 27 Rajab bukan sekadar penanda kalender hijriah. Malam Isra Mi’raj selalu hadir sebagai ruang sunyi untuk merenung, memperbaiki niat, dan memperbanyak doa. Di antara berbagai amalan yang dianjurkan, terdapat satu doa khusus yang sejak lama diamalkan dan dijelaskan dalam literatur ulama klasik.

Doa Malam Isra Mi’raj ini dipercaya memiliki kedalaman makna dan keutamaan tersendiri, terutama jika dibaca dengan kesadaran penuh dan keikhlasan hati. Bukan sekadar bacaan rutin, doa ini sering disebut sebagai wasilah untuk melapangkan urusan dan menguatkan hati yang sedang letih.

Isra Mi’raj: Perjalanan Ruhani yang Mengubah Sejarah

Isra Mi’raj merupakan peristiwa agung ketika Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, lalu dinaikkan hingga Sidratul Muntaha dalam satu malam. Perjalanan ini bukan hanya mukjizat fisik, tetapi juga puncak pengalaman spiritual Rasulullah SAW.

Pada malam inilah perintah shalat lima waktu ditetapkan—ibadah yang menjadi fondasi utama kehidupan seorang Muslim. Karena itu, para ulama memandang malam Isra Mi’raj sebagai waktu istimewa untuk bermunajat, memohon ampunan, dan menyampaikan segala hajat kepada Allah SWT.

Baca Juga:  Isra Miraj dan Ramadhan Sudah Dekat, Yuk Merapat ke Masjid Al-Lathiif

Tak sedikit yang meyakini bahwa doa-doa yang dipanjatkan pada malam ini memiliki peluang besar untuk dikabulkan, selama disertai keyakinan dan kesungguhan.

Teks Doa Malam Isra Mi’raj

Doa berikut dinukil dari penjelasan Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi al-Qadiri dan telah lama diamalkan oleh para pencari ketenangan batin:

Allāhumma innī as’aluka bi musyāhadati asrāril muhibbīn, wa bil khalwatil latī khashshashta bihā sayyidal mursalīn hīna asraita bihī lailatas sābi’i wal ‘isyrīn an tarhama qalbiyal hazīna wa tujība da‘watī yā akramal akramīn.

Artinya:
“Ya Allah, dengan kemuliaan tersingkapnya rahasia para pecinta-Mu, dan dengan keistimewaan khalwat yang Engkau anugerahkan khusus kepada pemimpin para rasul ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, aku memohon kepada-Mu agar Engkau merahmati hatiku yang gundah dan mengabulkan doaku, wahai Zat Yang Maha Pemurah.”

Cara Mengamalkan Doa dengan Lebih Tertata

Para ulama juga menjelaskan adab dan tata cara agar doa ini dibaca dengan lebih sempurna. Amalan ini bisa dilakukan secara sederhana, tanpa memberatkan:

  1. Mengawali dengan shalat sunnah dua rakaat
    Pada setiap rakaat, setelah membaca Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas.
  2. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 10 kali
    Shalawat berfungsi sebagai pembuka dan pengantar doa.
  3. Membaca Doa Malam Isra Mi’raj
    Setelah itu, sampaikan hajat pribadi—baik urusan dunia maupun akhirat—dengan bahasa sendiri.
Baca Juga:  Mengenal Buraq, Kendaraan Nabi Saat Isra Miraj

Kesederhanaan tata cara ini justru menekankan satu hal penting: kehadiran hati.

Keutamaan yang Disebutkan Ulama

Syekh Abdurrahman bin Abdussalam as-Syafi’i (wafat 893 H) dalam kitab Nuzhatul Majalis wa Muntakhabun Nafaiz menguraikan keutamaan doa ini. Ia menyebutkan bahwa orang yang mengamalkannya pada malam 27 Rajab dan menyertakan hajatnya dengan sungguh-sungguh akan memperoleh beberapa faedah utama.

Di antaranya adalah dimudahkannya urusan yang terasa berat, dikabulkannya permohonan, serta dihidupkannya hati yang sempat kehilangan arah. Keutamaan ini menunjukkan bahwa doa tersebut bukan hanya untuk kebutuhan lahiriah, tetapi juga untuk pemulihan batin.

Kapan Waktu Paling Dianjurkan?

Waktu utama mengamalkan Doa Malam Isra Mi’raj adalah pada malam 27 Rajab, yaitu Jumat malam, 16 Januari 2026 (malam Sabtu). Doa bisa dibaca setelah shalat Isya atau pada sepertiga malam terakhir, saat suasana lebih tenang dan pikiran tidak terganggu aktivitas harian.

Baca Juga:  Ratusan Polisi Diturunkan Antisipasi Kemacetan Long Weekend di Kota Bandung

Namun jika kondisi tidak memungkinkan, doa ini tetap sah dibaca kapan saja pada malam tersebut. Yang terpenting bukan soal waktu semata, melainkan kekhusyukan dan keyakinan.

Agar Doa Lebih Mengena ke Hati

Beberapa hal sederhana bisa membantu menghadirkan kekhusyukan:

  • Memperbanyak istighfar sebelum berdoa
  • Mencari tempat yang hening
  • Membaca doa sambil memahami maknanya
  • Menyampaikan hajat dengan jujur, tanpa dibuat-buat
  • Menutup doa dengan sikap pasrah kepada Allah SWT

Dengan cara ini, doa tidak terasa seperti ritual kosong, melainkan dialog batin yang jujur.

Lebih dari Sekadar Peringatan Tahunan

Malam Isra Mi’raj sejatinya bukan hanya tentang mengenang peristiwa besar dalam sejarah Islam. Ia adalah momentum untuk kembali—kembali kepada shalat, kembali kepada doa, dan kembali kepada Allah SWT.

Jika akhir-akhir ini hidup terasa berat atau hati terasa jauh dari ketenangan, malam 27 Rajab bisa menjadi titik awal yang baru. Melalui doa yang dipanjatkan dengan penuh kesadaran, siapa tahu Allah SWT membuka jalan yang selama ini terasa tertutup.

Karena pada akhirnya, doa bukan tentang seberapa panjang bacaan, tetapi seberapa dalam kejujuran hati saat memohon.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Isra Miraj
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mau Beli atau Jual Emas Hari Ini? Cek Dulu Harga Antam dan Buyback Terbaru

Dari Resepsionis Bank Jadi Ratu Horor No. 1! Rahasia Nadia Omara ‘Menyihir’ 87 Juta Penonton

Stop Kebiasaan Makan Telur Setengah Matang, Hati-hati Kena Bakteri Salmonella dan Diare

Anti Berisik! 5 Kafe Tersembunyi di Bandung Ini Bikin Kerja Makin Fokus

Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati

Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.