bukamata.id – Dalam tradisi Jawa, pergantian hari tidak mengikuti kalender Masehi yang berganti pada tengah malam. Kalender Jawa menetapkan pergantian hari saat Matahari terbenam, mirip dengan kalender Hijriah. Maka dari itu, mengetahui weton hari tertentu menjadi penting, terutama bagi masyarakat yang menjunjung tinggi makna pasaran.
Untuk malam ini, tepatnya Jumat, 23 Januari 2026, weton yang berlaku adalah Jumat Kliwon. Berikut penjelasan lengkap mengenai neptu, pasaran, hingga karakteristik kelahiran Jumat Kliwon.
Weton dan Kalender Jawa 23 Januari 2026
Tanggal 23 Januari 2026 dalam kalender Jawa bertepatan dengan Jumat Kliwon dengan neptu 14. Jika dikonversi ke kalender Masehi, tanggal ini berbarengan dengan 4 Ruwah 1959 Dal, dan dalam kalender Hijriah adalah 4 Syaban 1447 H.
Weton ini memiliki peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari menentukan tanggal pernikahan, mencari pekerjaan, hingga perhitungan ritual adat. Setiap pasaran memiliki neptu tertentu yang diyakini memengaruhi sifat dan nasib seseorang.
Perbedaan Pergantian Hari: Kalender Jawa vs Masehi
Kalender Masehi mengganti hari tepat pada pukul 00.00 dini hari. Berbeda dengan itu, kalender Jawa menghitung pergantian hari saat Matahari terbenam.
Contohnya, Kamis 22 Januari 2026 memiliki pasaran Wage, namun begitu malam tiba, hari telah berganti menjadi Jumat dengan pasaran Kliwon. Inilah sebabnya penting memahami kapan hari benar-benar berganti dalam tradisi Jawa.
Apa Itu Weton?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), weton adalah hari kelahiran seseorang beserta pasaran yang menyertainya. Contoh yang sering ditemui antara lain Senin Pahing, Jumat Wage, Sabtu Kliwon, atau Minggu Pon.
Weton diyakini memengaruhi karakter, perilaku, dan nasib seseorang. Setiap pasaran memiliki arti simbolik yang unik, sehingga masyarakat Jawa menggunakan weton sebagai panduan dalam berbagai keputusan penting.
Karakter Orang Lahir di Jumat Kliwon
Orang yang lahir pada Jumat Kliwon memiliki sifat khas yang berbeda dibanding weton lain. Dalam tradisi Jawa, Jumat Kliwon terkait dengan elemen angin dan tumbuhan, yang membuat pemilik weton ini cenderung pemimpi, kreatif, dan kadang sulit diatur.
Berdasarkan penelitian Sagita Putri Murtanti dari UIN Walisongo Semarang, individu dengan weton Jumat Kliwon biasanya menjadi tumpuan keluarga, rela berkorban, tetapi bisa menjadi dingin jika terus disakiti.
Dalam asmara, mereka dikenal romantis namun pemalu. Buku Primbon Praktis karya Mama Flo menambahkan: pria kelahiran Jumat Kliwon cenderung pendiam, sedangkan wanita justru lebih ekspresif.
Tri Hendrik Ikwandoyo, SM., ME dalam buku Karakter, Weton, dan Non Performing Financing menyatakan:
“Weton Jumat Kliwon memiliki ramalan tunggak semi dan sifat asli lakuning rembulan, yang artinya orang ini baik hati, rezekinya terbatas, pekerjaannya rapi, hidup tentram, dan cenderung memilih kesederhanaan daripada kekayaan.”
Bulan Ruwah dalam Kalender Jawa
Bulan Ruwah adalah bulan kedelapan dalam kalender Jawa, yang sering dikaitkan dengan refleksi dan kegiatan spiritual. Pada 2026, Ruwah dimulai pada Selasa, 20 Januari, bertepatan dengan awal Syaban dalam kalender Hijriah.
Artikel ini membantu memahami makna weton Jumat Kliwon, pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari, serta kaitannya dengan kalender Jawa dan budaya lokal. Mengetahui weton tidak hanya soal adat, tapi juga panduan untuk mengenal karakter diri dan orang sekitar.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











