Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen

Sabtu, 28 Maret 2026 21:12 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur

Sabtu, 28 Maret 2026 18:52 WIB

Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 18:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen
  • Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur
  • Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia
  • Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran
  • Gelar Juara Jadi Harga Mati, Bomber Persib Andrew Jung Tak Ambisi Kejar Top Skor
  • Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi
  • Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga
  • Dulu Peluk Boneka Sendirian, Sekarang Punch Berani Pasang Badan untuk Sang ‘Pacar’ Momo-Chan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Masalah Sampah Kian Parah, HMI Desak Pemkot Bandung Segera Bertindak

By Putra JuangSelasa, 17 Desember 2024 17:15 WIB4 Mins Read
Tumpukan sampah di Pasar Caringin Bandung. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandung mengungkapkan keprihatinannya terhadap permasalahan sampah di Kota Bandung yang terus menjadi tantangan serius.

HMI Cabang Bandung menyerukan kepada pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan solusi yang konkret dan berkelanjutan.

Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Bandung, Fikri Ali Murtadho mengatakan bahwa persoalan sampah telah berdampak pada kualitas lingkungan hidup masyarakat Kota Bandung.

“Kota Bandung yang dikenal sebagai kota kreatif dan destinasi wisata menghadapi ancaman serius dari permasalahan sampah yang belum tertangani dengan optimal,” ucap Fikri dalam keterangannya, Selasa (17/12/2024).

“Kami mendesak Pemkot Bandung dan seluruh elemen masyarakat untuk segera bertindak,” lanjutnya.

Fikri mengaku, pihaknya juga telah melakukan survei lapangan untuk melihat dan merasakan secara langsung kondisi daruratnya sampah Kota Bandung, salah satunya dengan mendatangi Pasar Induk Caringin.

“Karena kita menerima banyak keluhan dari masyarakat dan pedagang sekalipun, dan kemarin juga sempat viral di media sosial. Kita mendatangi lokasi 1 minggu yang lalu bertepatan pada tanggal 10 Desember 2024 dan kita juga melakukan wawancara secara langsung kepada pedagang untuk mendengar keluhan yang dirasakan oleh para pedagang di sana,” bebernya.

Baca Juga:  Jajanan Jadul, Serabi Mirasa Masih Jadi Favorit Warga Bandung

Berdasarkan kondisi yang dilihatnya, kata Fikri, bahwa sampah-sampah yang dihasilkan dari kegiatan jual beli Pasar Induk Caringin tidak dikelola dengan baik. Bahkan, ada beberapa titik sampah yang menggunung di tengah tengah pasar.

Padahal, sekeliling sampah tersebut ada para pedagang yang berjualan terkhusus bahan pokok. Hal tersebut sangat tidak memberikan kualitas lingkungan yang baik dan akan sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup warga Kota Bandung.

“Karena apa yang di beli di sana terkhusus bahan pokok itu akan dimakan oleh warga Kota Kandung khususnya,” ujarnya.

Kemudian juga sampah yang dihasilkan setiap harinya bisa mencapai puluhan ton yang tidak terbuang dan menggunung. Padahal, pedagang membayar uang kebersihan setiap harinya yang di pungut oleh pengelola sebesar Rp5000 – Rp8000 per harinya.

“Lantas tidak ada tanggung jawab yang serius yang dilakukan oleh pengelola. Kita rasa kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi dan kita mendesak pemerintah daerah untuk segera menanggulangi persoalan sampah yang ada di Pasar Caringin,” katanya.

Baca Juga:  Kejari Tegaskan Tak Ada OTT, Wakil Wali Kota Bandung Hanya Diperiksa sebagai Saksi

Bukan hanya itu, pihaknya juga menerima informasi terkait adanya tindakan jual paksa berbagai makanan ringan dan minuman terhadap pedagang oleh oknum tertentu yang dilakukan setiap hari.

“Berdasarkan orang yang kami temui perhari itu kegiatan tersebut bisa menghabiskan Rp80.000- Rp100.000 per harinya dan itu cukup merugikan para pedagang. Itu juga cukup mencuri perhatian kami selain dari pada masalah sampah,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya sangat menyayangkan masalah ini baru disorot dan ramai-ramai perangkat daerah memberi komentar setelah viral.

“Padahal kita, HMI sudah datang langsung ke lokasi sebelum viral dan sedang merumuskan untuk ikut berpartisipasi dalam mengatasi masalah sampah di Kota Bandung,” imbuhnya.

“Kami juga sangat menyayangkan sekarang pemerintah daerah hanya bisa berkomentar dan saling menyalahkan padahal hal ini perlu di tangani dengan cepat serta berkolaborasi dengan pihak manapun yang memiliki prinsip dan tujuan yang sama yaitu kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Oleh karena itu, HMI Cabang Bandung menawarkan beberapa rekomendasi strategis untuk membantu mengatasi permasalahan sampah di Kota Bandung:

Baca Juga:  Temui Bey Machmudin, Wali Kota Bandung Terpilih Ingin Bandara Husein Aktif Kembali

1. Edukasi Masyarakat tentang Pengelolaan Sampah

HMI mengusulkan program edukasi berkelanjutan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.

2. Penguatan Infrastruktur Pengelolaan Sampah

Pemerintah Kota Bandung perlu memperbanyak Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) dan memastikan TPS yang ada berfungsi secara optimal dengan melibatkan teknologi pengolahan sampah modern.

3. Peningkatan Partisipasi Pemuda

HMI mengajak seluruh pemuda dan mahasiswa di Kota Bandung untuk berperan aktif melalui kegiatan sosial, seperti kampanye “Bandung Bersih” dan pelatihan pengelolaan sampah yang bekerja sama dengan berbagai lembaga.

4. Kolaborasi Multi-Stakeholder

HMI menyerukan adanya kolaborasi erat antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan sektor swasta untuk menciptakan solusi inovatif, seperti program bank sampah berbasis teknologi dan sistem daur ulang terpadu.

Selain itu, HMI juga mengajak seluruh elemen masyarakat Bandung untuk bersatu padu dalam menghadapi persoalan sampah. Dengan semangat kolaborasi dan kerja nyata, permasalahan ini dapat diatasi, sehingga Kota Bandung dapat kembali menjadi kota yang nyaman, bersih, dan layak huni.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Himpunan Mahasiswa Islam HMI HMI Cabang Bandung Kota Bandung Pemkot Bandung sampah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh

Kejutan Panglima! Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit TNI Penghafal Al-Qur’an

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Part 2! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit Diburu Netizen, Ini Faktanya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.