Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 18:35 WIB
Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Sabtu, 28 Maret 2026 15:49 WIB
Pemain Persib, Andrew Jung.

Gelar Juara Jadi Harga Mati, Bomber Persib Andrew Jung Tak Ambisi Kejar Top Skor

Sabtu, 28 Maret 2026 15:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia
  • Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran
  • Gelar Juara Jadi Harga Mati, Bomber Persib Andrew Jung Tak Ambisi Kejar Top Skor
  • Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi
  • Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga
  • Dulu Peluk Boneka Sendirian, Sekarang Punch Berani Pasang Badan untuk Sang ‘Pacar’ Momo-Chan
  • Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Meroket ke Posisi 120, Malaysia Terjun Bebas Usai Skandal Pemain Naturalisasi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 28 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Megah Tapi Sepi: Nasib Tragis Bandara Kertajati yang Menelan Triliunan Rupiah

By Aga GustianaRabu, 2 Juli 2025 13:00 WIB2 Mins Read
BIJB Kertajati. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, yang digadang-gadang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan transportasi udara baru di Indonesia, kini menghadapi kenyataan pahit. Meski dibangun megah dengan anggaran sekitar Rp2,6 triliun, bandara ini justru sepi aktivitas dan terus merugi.

Sejak diresmikan pada 24 Mei 2018, Bandara Kertajati awalnya diproyeksikan sebagai bandara terbesar kedua setelah Soekarno-Hatta. Namun, kenyataan di lapangan sangat jauh dari ekspektasi. Pada akhir Juni 2025, seluruh penerbangan domestik di bandara ini resmi dihentikan. Saat ini, hanya tersisa satu rute internasional menuju Singapura, itu pun hanya beroperasi dua kali dalam seminggu.

Minimnya akses transportasi dan jarak yang jauh dari pusat kota menjadi faktor utama masyarakat enggan memanfaatkan fasilitas ini. Alih-alih menjadi pilihan utama warga Jawa Barat, banyak penumpang yang masih lebih memilih Bandara Halim Perdanakusuma atau Soekarno-Hatta.

Tak tinggal diam, pemerintah pernah mencoba menghidupkan Kertajati dengan memindahkan seluruh penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Namun, kebijakan ini belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah penumpang. Akibatnya, bandara ini masih membebani anggaran daerah dengan kerugian operasional mencapai Rp60 miliar setiap tahunnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Sindir Parung Panjang Rusak Akibat Proyek Jakarta-Tangerang

Situasi ini menjadi sorotan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam rapat paripurna Hari Jadi ke-535 Kabupaten Majalengka, ia mengungkapkan keprihatinannya. Dengan nada sindiran khas Sunda, ia menyebut bandara ini sebagai “peuteuy selong” — istilah yang menggambarkan sesuatu yang tampak menjanjikan di luar, namun kosong di dalam.

“Bandarana geus robah jadi peuteuy selong. Kunaon? Euweuh pesawatna, teu maju-maju,” ujar Dedi, Sabtu (7/6/2025).

Baca Juga:  Farhan Desak Pemerintah Pusat Buka Kembali Bandara Husein: Kalau Nggak, Saya Buka Bandara Hasan!

Ia juga menyoroti beban keuangan yang harus ditanggung Pemerintah Provinsi Jawa Barat setiap tahunnya hanya untuk menopang operasional bandara tersebut.

“Pan nombok unggal taun Rp30 miliar. Kudu kumaha?” keluhnya di hadapan pejabat daerah.

Baca Juga:  BIJB Tetap Jadi Bandara Resmi Pelayanan Haji dan Umrah 2025

Dedi pun menegaskan perlunya desain strategi baru untuk menyelamatkan bandara ini, sambil meminta waktu untuk menyusun langkah konkret.

Dengan fasilitas kelas dunia dan potensi besar sebagai pintu gerbang ekonomi Jawa Barat, Bandara Kertajati sebenarnya memiliki peluang untuk bangkit. Namun tanpa langkah nyata dan terintegrasi, megaproyek ini terancam menjadi simbol gagalnya perencanaan infrastruktur berskala besar di Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandara Kertajati BIJB Majalengka Infrastruktur Jawa Barat Penerbangan Indonesia Proyek Gagal Transportasi Udara
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh

Kejutan Panglima! Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit TNI Penghafal Al-Qur’an

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.