Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Eropa Membara! Berawal dari Aksi Pelajar Prancis, Gelombang Unjuk Rasa Meluas Hingga Bentrokan di 6 Negara

Senin, 19 Oktober 2026 23:04 WIB
Demo Jakarta

Jelang Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Disdik Jabar Tebar Ancaman Sanksi Bagi Pelajar yang Nekat Ikut Aksi

Senin, 19 Oktober 2026 21:56 WIB

Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat

Senin, 19 Oktober 2026 21:48 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Eropa Membara! Berawal dari Aksi Pelajar Prancis, Gelombang Unjuk Rasa Meluas Hingga Bentrokan di 6 Negara
  • Jelang Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Disdik Jabar Tebar Ancaman Sanksi Bagi Pelajar yang Nekat Ikut Aksi
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • French Open 2026 Dibayangi Kericuhan Paris, Tim Bulu Tangkis Indonesia Tetap Fokus
  • Tampil Gemilang Lawan Persik, Fitrah Maulana Ungkap Persaingan dengan Teja Paku Alam
  • Misteri Perempuan Hilang di Kaki Gunung Burangrang, Ditemukan Luka di Kepala hingga Kaki
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
  • Bukan Sekadar Guru PJOK, Yusuf Buka Jalan Devina Aqila Menuju Mimpi Besar di Dunia Futsal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 19 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Membangun Jawa Barat yang Sehat dan Bahagia Melalui Kesehatan Mental

By Taufik NurrohimJumat, 11 Oktober 2024 10:44 WIB4 Mins Read
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKB, Taufik Nurrohim, S.Psi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kesehatan mental telah menjadi isu yang semakin penting di Jawa Barat, provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Dengan populasi yang mencapai lebih dari 48 juta jiwa, berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat, termasuk kesehatan mental mereka. Gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, hingga stres kronis, tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada keluarga, komunitas, dan produktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Sebagai anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB, saya melihat kesehatan mental sebagai salah satu prioritas utama dalam pembangunan manusia seutuhnya. Dalam konteks pembangunan Jawa Barat, PKB berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan dan program yang dapat meningkatkan kesejahteraan mental masyarakat, sehingga terwujud visi Jawa Barat yang Bahagia Lahir dan Batin.

Kondisi Kesehatan Mental di Jawa Barat

Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi gangguan mental emosional di Jawa Barat mencapai 10,5% pada penduduk usia 15 tahun ke atas. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata nasional, yang berarti sekitar 1 dari 10 orang di provinsi kita mengalami masalah kesehatan mental. Bahkan, selama pandemi COVID-19, banyak masyarakat Jawa Barat yang melaporkan peningkatan kecemasan dan stres akibat kondisi ekonomi, isolasi sosial, serta ketidakpastian masa depan.

Yang lebih memprihatinkan, stigma sosial terkait kesehatan mental masih sangat kuat di Jawa Barat. Banyak masyarakat yang enggan untuk mencari bantuan profesional karena takut dikucilkan atau dianggap lemah. Padahal, kesehatan mental yang baik sangat penting untuk mendukung produktivitas dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Baca Juga:  Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Imbau Warga Jabar Siaga Bencana pada 26-30 Januari 2025

Peran Legislasi dan Kebijakan dalam Meningkatkan Kesehatan Mental di Jawa Barat

Sebagai wakil rakyat, salah satu tugas saya adalah memastikan bahwa kesehatan mental menjadi bagian integral dari kebijakan publik di Jawa Barat. PKB melalui Fraksi DPRD berkomitmen untuk mendorong pemerintah provinsi dalam memperkuat layanan kesehatan mental, baik melalui alokasi anggaran, peningkatan fasilitas, maupun penyediaan tenaga kesehatan yang memadai.

1. Mendorong Implementasi UU Kesehatan Jiwa di Tingkat Provinsi

Meskipun Indonesia telah memiliki UU No. 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, implementasinya di Jawa Barat masih memerlukan penguatan. Kami di Fraksi PKB akan mendorong pembentukan regulasi daerah yang spesifik untuk memperkuat pelaksanaan undang-undang ini. Salah satu fokus utama adalah memastikan ketersediaan layanan kesehatan mental di seluruh puskesmas dan rumah sakit di Jawa Barat, terutama di wilayah pedesaan yang sering kali minim fasilitas.

2. Alokasi Anggaran untuk Kesehatan Mental

Saya dan Fraksi PKB akan terus memperjuangkan peningkatan alokasi anggaran untuk kesehatan mental di Jawa Barat. Saat ini, anggaran yang dialokasikan untuk kesehatan mental masih sangat terbatas. Kami akan memastikan anggaran yang memadai untuk membangun fasilitas layanan kesehatan mental, seperti klinik konseling di setiap kabupaten/kota, serta memperbanyak program rehabilitasi dan terapi bagi pasien dengan gangguan mental.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Bakal Sewa Auditor Internasional untuk Audit BUMD

3. Program Pendidikan dan Kesadaran Publik tentang Kesehatan Mental

PKB juga melihat pentingnya edukasi dan kampanye publik untuk mengurangi stigma terhadap kesehatan mental. Melalui kebijakan yang terintegrasi, kami akan mendorong pemerintah provinsi untuk menjalankan program edukasi kesehatan mental di sekolah-sekolah, tempat kerja, dan komunitas. Pendidikan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mental, serta mendorong mereka untuk mencari bantuan profesional jika diperlukan.

4. PKB Care: Layanan Cepat Tanggap untuk Masyarakat Jawa Barat

Sebagai bagian dari komitmen kami, PKB akan meluncurkan PKB Care, layanan cepat tanggap yang memberikan dukungan psikologis bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan mental atau menjadi korban kekerasan, seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan bullying. Program ini akan bekerja sama dengan dinas kesehatan dan lembaga-lembaga sosial untuk memberikan bantuan langsung melalui hotline, layanan telekonsultasi, serta pendampingan bagi korban. Dengan PKB Care, kami berharap masyarakat Jawa Barat bisa mendapatkan akses lebih cepat dan mudah terhadap layanan kesehatan mental.

Tantangan dan Solusi di Lapangan

Jawa Barat sebagai provinsi dengan wilayah yang luas memiliki tantangan tersendiri dalam memberikan akses kesehatan mental yang merata. Tantangan terbesar adalah terbatasnya fasilitas di daerah-daerah terpencil. Untuk mengatasi hal ini, kami di Fraksi PKB akan mendorong pengadaan layanan kesehatan mental berbasis komunitas di seluruh kecamatan. Selain itu, program pelatihan untuk tenaga kesehatan lokal juga akan ditingkatkan, agar mereka mampu memberikan pelayanan dasar terkait kesehatan mental.

Baca Juga:  Gelombang Tinggi Terjang Selatan Jabar hingga DIY, BMKG Imbau Warga Waspada

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga non-pemerintah, dan sektor swasta sangat penting dalam mendukung kesehatan mental di Jawa Barat. Kami akan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan layanan yang lebih komprehensif, termasuk dalam bidang pendanaan dan penyediaan tenaga ahli.

Penutup

Sebagai anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB, saya berkomitmen untuk terus memperjuangkan peningkatan kesehatan mental di provinsi kita. Kesehatan mental yang baik bukan hanya berdampak pada individu, tetapi juga meningkatkan produktivitas, stabilitas sosial, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Melalui berbagai program dan kebijakan yang tepat, kami berharap Jawa Barat bisa menjadi provinsi yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual.

Mari bersama-sama kita wujudkan Jawa Barat yang Bahagia Lahir dan Batin melalui langkah nyata dalam meningkatkan kesehatan mental masyarakat.

Selamat Hari Kesehatan Mental Sedunia.

(Taufik Nurrohim, S.Psi, penulis adalah Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Fraksi PKB)

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat Jabar kesehatan mental
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Eropa Membara! Berawal dari Aksi Pelajar Prancis, Gelombang Unjuk Rasa Meluas Hingga Bentrokan di 6 Negara

Demo Jakarta

Jelang Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Disdik Jabar Tebar Ancaman Sanksi Bagi Pelajar yang Nekat Ikut Aksi

Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat

Misteri Perempuan Hilang di Kaki Gunung Burangrang, Ditemukan Luka di Kepala hingga Kaki

Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur

Iseng Masukkan Jari Kelingking ke Lubang Kursi, Siswa di Bandung Minta Bantuan Damkar

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.