bukamata.id – Pengusaha sukses yang dikenal sebagai Bos Koi Hartono Soekwanto, menunjukkan kepedulian mendalam terhadap dunia olahraga, khususnya seni bela diri campuran (MMA). Ia memberikan dukungan dalam bentuk dana tunai kepada para atlet MMA Indonesia, sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan dedikasi mereka.
Hartono mengungkapkan, dorongan untuk membantu para atlet muncul dari pengalaman pribadinya. Saat kecil, ia bercita-cita menjadi pemain basket, namun menyadari minimnya perhatian terhadap para atlet di Indonesia, terutama dari sisi finansial.
“Saya dulunya sangat ingin jadi pemain basket. Tapi waktu itu, sekitar tahun 1990-an, atlet basket dari Jawa Timur gajinya per minggu tidak lebih dari 50 ribu. Sekarang sudah jauh lebih baik, tapi tetap, perjuangan mereka belum sepadan dengan penghargaan yang diterima,” ungkap Hartono saat ditemui, Selasa (5/8/2025).
Berbeda dengan cabang olahraga tinju yang sudah lebih maju dari segi komersial, Hartono melihat MMA masih tertinggal, baik dari segi penghargaan maupun eksposur.
“Kita prihatin juga, kalau melihat MMA di luar negeri hadiahnya gak besar dibanding tinju, kalau petinju bisa ratusan juta seperti Mike Tyson, sedangkan kelas Joy Jonce gak sehebat yang didapat kalau sama sama atlet hebat, tapi kalau tinju jauh lebih dalam pembayarannya,” jelasnya.
Dukungan yang diberikan oleh Hartono tidak bersifat komersial maupun mengharapkan imbal balik. Ia menegaskan bahwa bantuannya datang murni dari hati.
“100 persen dari hati yang dalam, tidak ada permintaan apapun, ketulusan dalam berbagi kebahagiaan,” tegasnya.
Salah satu atlet yang mendapat perhatian khusus dari Hartono adalah Yulianto Bazzo, petarung jalanan yang kini bertransformasi menjadi atlet profesional.
Bazzo dikenal karena gaya bertarung ekstremnya melawan tiga lawan sekaligus di atas ring, termasuk dalam laga mendatang pada 24 Agustus di Stadion Jalak Harupat, yang juga akan dihadiri Hartono.
“Saya bersyukur dari dulu, dari amatir, bahkan sebelum amatir, saya hidup di jalanan. Dulu latihan sambil narik becak. Sekarang alhamdulillah, setiap ada pertandingan selalu didukung oleh Pak Hartono,” kata Bazo.
Menariknya, pertandingan-pertandingan Bazo selalu bertema “melawan gangster”, dengan tujuan memotivasi anak muda agar tidak mencari jati diri di jalanan.
“Jangan cari jati diri di jalanan atau tawuran. Lebih baik di ring yang terhormat,” ujar Hartono.
Meski belum merancang pembangunan camp bela diri, Hartono tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan event sendiri jika ada dukungan sponsor dan saluran televisi.
“Kalau ada sponsor dan tayangan TV, kenapa tidak? Tapi untuk sekarang, kita lakukan apa yang kita bisa dulu,” tambahnya.
Hartono juga menolak disebut sebagai “bapak angkat” bagi para atlet yang ia bantu. Menurutnya, hubungan yang ia jalin lebih dari itu.
“Istilah bapak angkat kurang pas. Kita teman baik yang saling mendukung. Namanya teman, bantu sampai kapanpun,” ujarnya.
Dengan kepedulian tulus dan konsistensi selama puluhan tahun mendukung atlet seperti Bazzo, Bos Koi Hartono Soekwanto menunjukkan bahwa peran dunia usaha sangat penting dalam mengangkat martabat olahraga Indonesia, terutama cabang yang masih kurang mendapat perhatian seperti MMA.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










