Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

GBLA Disimpan untuk Liga, Persib Pilih Si Jalak Harupat Kontra Manila Digger di ACL Two

Senin, 24 Agustus 2026 03:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

NIK KTP Bisa Dicek! Begini Cara Cek Bansos Agustus 2026 lewat Situs Resmi Kemensos

Senin, 24 Agustus 2026 01:00 WIB

BMI Demokrat Jabar All Out Dukung Anton Sukartono, Siap Kawal Musda VI hingga Periode 2031

Minggu, 23 Agustus 2026 22:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • GBLA Disimpan untuk Liga, Persib Pilih Si Jalak Harupat Kontra Manila Digger di ACL Two
  • NIK KTP Bisa Dicek! Begini Cara Cek Bansos Agustus 2026 lewat Situs Resmi Kemensos
  • BMI Demokrat Jabar All Out Dukung Anton Sukartono, Siap Kawal Musda VI hingga Periode 2031
  • Mesin Politik Mulai Dipanaskan! PRI Bidik 13 Kursi DPR RI dari Jawa Barat
  • Dari Sopir Perusahaan hingga ‘Bestie’ Jackie Chan, Perjalanan Karier Iko Uwais Tembus Panggung Film Dunia
  • Kebakaran Hebat Lahap Desa Adat Sade Lombok, 150 Rumah Warga Hangus dalam Sekejap
  • Jangan Salah! Ini Cara Cek PKH Tahap 3 2026 Lewat HP, Status Bansos hingga Desil DTSEN
  • Bukan Sekadar Menang! Saddil Ramdani Beberkan Misi Besar Persib vs Manila Digger
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 24 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Mendengar Bahasa Sunyi dari Kanvas Seniman Difabel di Pameran Seni Barli

By SusanaMinggu, 31 Agustus 2025 20:00 WIB3 Mins Read
Pameran seni di Bale Seni Barli. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sorotan lampu berwarna kekuningan jatuh ke permukaan kanvas, menyoroti bingkai demi bingkai yang berjajar rapi di dinding sebuah ruang pamer yang baru saja dibuka di Bale Seni Barli, Kota Baru Parahyangan.

Sekitar dua puluh karya seni dari tangan-tangan seniman Asia Tenggara menyapa mata pengunjung dengan ragam warna, bentuk, dan gaya.

Dinding berwarna krem keputihan seketika berubah menjadi hamparan imajinasi. Sapuan kuas membawa pengunjung pada suasana surealis yang penuh simbol, naturalisme yang jernih, hingga lukisan representatif yang mengikat realitas ke permukaan kanvas.

Mata yang menatap lukisan-lukisan itu seolah sedang menjelajahi dunia yang berlapis-lapis.

Telepon genggam terangkat ke udara, mengabadikan momen, merekam detail karya yang tak selalu bisa dicerna mata awam. Bagi sebagian orang, sebuah lukisan buah pir hanyalah buah pir, tak lebih.

Namun bagi sebagian lainnya, ia bisa menjadi simbol tentang kehidupan, tentang hasrat, atau bahkan tentang kesunyian.

Ada pula potret wajah seekor kucing yang muncul dari sentuhan warna-warna yang bertabrakan, atau gambar ‘absurd’ yang tak menawarkan jawaban, melainkan pertanyaan. Seni, di ruang itu, tampil tanpa batasan tafsir.

Namun, di balik karya yang terpajang, tersimpan cerita yang tak kalah kuat dibanding sapuan cat di atas kanvas.

Dua di antaranya lahir dari tangan seniman muda Brunei Darussalam: Awangku Mohammad Imaduddin Rahman dan adiknya, Awangku Mohammad Ilhamuddin Rahman. Keduanya penyandang tuna rungu.

Lukisan buah pir terbelah adalah karya Imad, sementara potret kucing dengan mata tajam penuh warna lahir dari tangan Ilham.

“Untuk lukisan pir ini karya anak saya, Imad, dan satu lagi yang kucing karya anak saya juga, Ilham. Kami dari Brunei,” ujar sang ibu, Ir. Hj. Mila Triesyana Lahmuddin, yang mendampingi keduanya.

Mila berkisah bagaimana perjalanan karya anak-anaknya bisa sampai ke galeri ini. Semua seniman diminta mengirimkan tiga karya. Dari sana, kurator memilih, dan akhirnya lukisan buah pir dan kucing karya Imad dan Ilham-lah yang lolos.

Di balik kebanggaan itu, ada dinamika yang tak selalu mudah. Mila tak menutupi bahwa sebagai anak disabilitas, mood kedua putranya kerap naik-turun.

“Proses kreatifnya enggak lama, tapi ikut mood. Jadi kalau mereka mau melukis, ya mereka melukis. Kalau tidak, ya tidak. Itu tantangannya,” tuturnya dengan senyum.

Kesungguhan itulah yang akhirnya membuktikan, keterbatasan fisik bukanlah dinding penghalang bagi kreativitas. Justru dari ruang-ruang yang berbeda, lahirlah cara pandang yang segar. Karya seni, sebagaimana hidup, selalu menemukan jalannya.

Pameran ini hanyalah permulaan. Bale Seni Barli tengah menyiapkan wajah baru, tidak hanya sebagai ruang pamer, tetapi juga sebagai titik temu kebudayaan. Ada rencana menghadirkan culture park, creative hub, wisata edukasi, hingga ruang kuliner tradisional dan pertunjukan seni Jawa Barat.

“Di sini kami ingin menggabungkan wajah baru dari Bale Seni Barli. Jadi ada culture park, creative hub, wisata edukasi, booth makanan tradisional, juga kesenian seperti tarian dan musik,” ujar Efi Gunawan, Pelaksana Harian Bale Seni Barli.

Dengan transformasi itu, Bale Seni Barli berusaha meneguhkan dirinya sebagai rumah seni yang ramah, bukan hanya bagi seniman mapan, melainkan juga bagi siapa pun yang ingin menghadirkan suaranya di atas kanvas—termasuk mereka yang lahir dengan keterbatasan, tapi justru memberi warna yang berbeda.

Pada akhirnya, seni bukan hanya perkara keindahan atau teknik, melainkan tentang keberanian mengekspresikan diri. Dari tangan Imad dan Ilham, kita belajar bahwa kreativitas dapat tumbuh bahkan dalam keterbatasan. Justru di sanalah, seni menemukan makna terdalamnya: membuka mata, melampaui sekat, dan mengingatkan bahwa setiap manusia punya cara sendiri untuk menyuarakan hidup.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dari Sopir Perusahaan hingga ‘Bestie’ Jackie Chan, Perjalanan Karier Iko Uwais Tembus Panggung Film Dunia

Garena Free Fire

Auto Cuan Hadiah! Kode Redeem Free Fire 23 Agustus 2026, Ada 50 Evolution Stone Menanti

Ilustrasi emas antam

Naik Lagi! Ini Daftar Harga Emas Pegadaian dan Galeri24 Hari Ini, Minggu 23 Agustus 2026

Banjir Hadiah Akhir Pekan! Daftar Kode Redeem FF 23 Agustus 2026 dan Cara Klaimnya

Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Klaim Saldo DANA Gratis Hingga Ratusan Ribu Rupiah Hari Ini, 23 Agustus 2026!

Game Free Fire

Klaim Skin & Diamond Gratis! Kode Redeem FF Terbaru 23 Agustus 2026 yang Masih Aktif

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent
  • Inikah Tahun Terparah? 1.487 Titik Api Kepung Kalimantan, Jeritan Warga di Bawah Langit Merah!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.