bukamata.id – Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke sejumlah fasilitas nuklir Iran. Dalam operasi tersebut, AS mengerahkan salah satu senjata udaranya yang paling rahasia dan mematikan: B-2 Spirit, pesawat pengebom siluman berteknologi tinggi.
Teknologi Siluman yang Sulit Terdeteksi
B-2 Spirit sering disebut sebagai pesawat siluman karena kemampuannya menghindari radar musuh. Dirancang dengan teknologi stealth mutakhir, pesawat ini menjadi aset strategis Angkatan Udara AS untuk misi-misi berisiko tinggi.
Dibekali empat mesin dan diawaki dua orang kru, B-2 dapat membawa senjata nuklir maupun bom konvensional dengan total muatan hingga 18 ton. Keunggulan utamanya adalah kemampuan terbang jarak jauh tanpa terdeteksi, menjadikannya pilihan utama untuk menghancurkan target bernilai tinggi.
Jejak Tempur dari Serbia hingga Timur Tengah
Pertama kali diperkenalkan pada 1989, B-2 baru aktif dalam pertempuran satu dekade kemudian saat dikerahkan dalam serangan ke Serbia. Sejak itu, pesawat ini terus menjadi bagian dari operasi militer besar AS, termasuk dalam Operasi Enduring Freedom di Afghanistan tahun 2001 dan serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman.
Kini, B-2 kembali digunakan dalam misi terbaru ke Iran, menandai eskalasi baru dalam konflik antara Washington dan Teheran.
Senjata Penghancur Bunker: GBU-57A/B
Dalam serangan ke Iran, B-2 dipercaya membawa GBU-57A/B Massive Ordnance Penetrator (MOP) — bom super berat seberat 13.500 kg yang dirancang untuk menembus struktur bawah tanah hingga kedalaman 61 meter. Karena bobot dan ukuran bom ini, hanya B-2 yang mampu membawanya secara efektif.
Bom ini dirancang khusus untuk menghancurkan fasilitas tersembunyi seperti bunker nuklir dan markas bawah tanah, menjadikannya instrumen utama dalam misi-misi penghancuran strategis.
Hanya 20 Unit di Dunia, Harga Tembus USD 2 Miliar
Dengan nilai fantastis mencapai 2 miliar dolar AS per unit, B-2 adalah salah satu pesawat militer termahal yang pernah dibuat. Saat ini, hanya ada 20 unit aktif yang beroperasi, semuanya bermarkas di Whiteman Air Force Base, Missouri.
Keberadaannya yang terbatas dan kemampuannya yang luar biasa menjadikan B-2 sebagai simbol kekuatan udara AS yang tidak tertandingi.
Peringatan Keras dari Donald Trump
Serangan ke Iran juga disertai pernyataan tegas dari Presiden AS, Donald Trump. Dalam pidatonya pada Sabtu malam (21 Juni 2025), Trump mendesak Iran untuk segera menghentikan aktivitas militernya dan membuka diri terhadap perdamaian dengan Israel.
“Iran, si pembuat onar di Timur Tengah, kini harus memilih damai. Jika tidak, serangan-serangan di masa depan akan jauh lebih besar dan jauh lebih mudah dilakukan,” ujar Trump.
Ia menambahkan bahwa militer AS memiliki kemampuan untuk meluncurkan serangan dengan presisi tinggi dan kecepatan luar biasa, cukup dalam hitungan menit.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











