Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bek Persib Ungkap Kandidat Juara Piala Dunia 2026, Prancis Jadi Ancaman Serius Argentina

Minggu, 21 Juni 2026 20:17 WIB

Siapa yang Bohong? Misteri di Balik Kasus Lahan 368 Hektare di Cineam, Antara Hak Petani dan Perintah Aparat

Minggu, 21 Juni 2026 19:52 WIB

Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, SMP Habibi Bina Cendikia Wisuda 38 Siswa Angkatan ke-2

Minggu, 21 Juni 2026 18:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bek Persib Ungkap Kandidat Juara Piala Dunia 2026, Prancis Jadi Ancaman Serius Argentina
  • Siapa yang Bohong? Misteri di Balik Kasus Lahan 368 Hektare di Cineam, Antara Hak Petani dan Perintah Aparat
  • Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, SMP Habibi Bina Cendikia Wisuda 38 Siswa Angkatan ke-2
  • UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile
  • Aksi Suporter Picu Hukuman Berat! Persib, Persija, Persebaya Kompak Kena Denda Besar Komdis PSSI
  • Harga Emas Hari Ini 21 Juni 2026 di Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Ikut Melemah
  • TRAGIS! Kakak-Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Kerusakan Permanen
  • Bikin Tuchel Menyesal?! Begini Cara Elegan Harry Maguire Balas Dendam Usai Dicoret dari Piala Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 21 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Meninggal pada Usia 96 Tahun, Ini Sosok Syamsiah Muttaqien di Mata Sang Anak

By Putra JuangSabtu, 23 Maret 2024 09:38 WIB4 Mins Read
Syamsiah Muttaqien. (Foto: Instagram @sitimuntamah_oded)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kabar duka datang dari keluarga besar Ustaz Dudi Muttaqien. Pasalnya, sang ibu yakni Syamsiah Muttaqien dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (22/3/2024) sore.

Rencananya, istri almarhum KH. EZ. Muttaqien ini akan dikebumikan pada hari ini, Sabtu (23/3/2024) di tempat pemakamanan umum (TPU) Cikutra, Kota Bandung.

“Jam 9 pagi, di Cikutra di makamnya bapak, jadi ditumpuk,” ucap Adang Sauri, salah satu putra almarhumah saat ditemui di rumah duka, Jalan Adipati Kertabumi No.15, Bandung.

Di mata Adang, almarhum merupakan sosok ibu yang sangat sempurna. Di usianya yang ke-96 tahun, almarhum telah berhasil mengantarkan anak-anaknya menuju tangga kesuksesan.

“Umur 96 tahun, memang sudah maksimal lah, seorang ibu buat saya seorang ibu yang bisa mengantarkan kita semua, yang mulai dari pahitnya sampai getirnya, pokoknamah anak-anaknya harus sukses semua,” ungkapnya.

Adang mengatakan, almarhum lahir dari pasangan sastrawan Sunda asli Bandung. Almarhum merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara.

“Orang tua ibu saya orang Bandung, sastrawan Sunda, Samsudi, sekarang dipake jadi rancage sastrawan Sunda, ibu ini anak ke dua dari tujuh bersaudara, semuanya sudah tidak ada, hanya ada satu lagi yang bungsu,” katanya.

Baca Juga:  Kabar Duka, Wakil Presiden ke-9 Hamzah Haz Meninggal Dunia

Di usianya yang ke-96 tahun, kata Adang, almarhum meninggalkan 63 cucu dan cicit, dan 10 orang anak.

“Alhamdulillah, di usia 96 tahun ini ibu dengan 63 cucu dan cicit, dan 10 anak itu luar biasa,” ujarnya.

Adang juga menceritakan, bagaimana hebatnya seorang ibu yang sangat dirinya banggakan dan cintai tersebut menghadapi masa-masa krisis pada tahun 90-an.

“Ketika tahun 60 bapak di penjara di Madiun, itu selama 6 tahun sampai 1996, disitu masa-masa krisis, krisis ekonomi karena tidak ada penghasilan, krisis segala macem lah, termasuk pangan sandang, kita tidak merasakan itu, ibu yang merasakan, tapi kita harus merasakan senang, harus merasakan kita harus bisa makan dan sebagainya,” tuturnya.

“Saya juga gak mengerti kalau dulu sapiring tiluan, kenapa sapiring tiluan? Ternyata itu dibagi, jadi kekuatan seorang ibu biarpun pahit di rumah tangga, karena ekonomi, pangan sandang, tidak diperlihatkan kepada anak-anaknya, itu yang buat saya sangat luar biasa,” tambahnya.

Baca Juga:  Tragis, Satu WNI Tewas saat Coba Masuk Makkah Lewat Gurun secara Ilegal

Adang mengatakan, kebiasaan itu pun terbawa hingga saat ini. Dimana setiap kali berkunjung ke rumah ibu, baik Adang atau pun anak dan cucu yang lainnya selalu ditanyakan sudah makan atau belum.

“Makanya, setiap datang ke rumah ibu pasti yang ditanyakan udah makan belum, itu harus semuanya harus sudah makan tidak boleh pait lah,” imbuhnya.

Kemudian, almarhum juga sangat mendukung setiap aktvitias yang dilakukan oleh sang suami. Hal itu terlihat, saat KH. EZ. Muttaqien bebas dari perjara pada tahun 1966.

“Kemudian dari 1996, bapak bebas, itu mendampingi bapak sebagai pejuang muda tapi tidak mengeluh, semua yang dilakukan oleh bapak disupport sekali oleh ibu, mau bapak pulang jam berapa, berapa hari itu disupport aja,” katanya.

Bagi Adang, banyak pelajaran berharga yang dirinya pelajari dari sosok almarhum. Pertama adalah bagaimana menjadi seorang yang penyabar.

“Ibu itu gak pernah marah, sama dengan bapak gak pernah marah, marahnya ibu itu adalah diam, berarti kalau udah diam wah marah, nah itu yang membuat saya menjadi pelajaran yang paling besar, sebab kalau jaman sekarang kan kalau ada yang memarahi langsung, bahkan memukul, kalau ibu engga, diam aja, dan marahnya ibu sangat luar biasa, itu satu,” terangnya.

Baca Juga:  Profil dan Perjalanan Karier Puput Novel, Penyanyi Era 90-an yang Meninggal karena Kanker

Kemudian, almarhum juga sangat mendukung penuh pendidikan anak-anak dari para cucu-cucunya.

“Biarpun ibu tidak punya pendidikan yang tinggi tapi anak-anaknya harus sekolah tinggi sampai selesai bahkan mensupport semua cucu anak dan sebagainya itu harus disupport, sampai detik akhir ibu itu masih punya penghasilan dari pensiunnya bapak, nah pensiun itu uangya buat mensupport anak cucu buat pendidikan atau apapun juga, luar biasa,” bebernya.

Menurut Adang, almarhum merupakan sosok ibu yang tidak hanya sekedar memberi nasihat tapi juga dibarengi tindakan nyata.

“Jadi saya pikir dakwah bilhal nya itu ditunjukkan oleh ibu, bukan hanya ucapan, harus begini, harus begini, mangga we mau bikin PR atau engga itu tanggung jawab sendiri, nah semacam itu, tapi yang pasti kita harus bisa mandiri,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dudi Muttaqien KH. EZ. Muttaqien meninggal dunia Syamsiah Muttaqien
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Hari Ini 21 Juni 2026 di Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Ikut Melemah

Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Viral, Ini Isi Sebenarnya yang Bikin Penasaran

Auto Kaya Item! Kode Redeem FF Terbaru Bikin Inventori Kamu Makin Sultan

Harga Emas Hari Ini 21 Juni 2026, Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram? Cek Daftar Lengkapnya

Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Cek Link DANA Kaget Hari Ini 21 Juni 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair ke Dompet Digital

Siap-siap Borong Pemain Bintang! Klaim Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 21 Juni 2026

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
  • Viral di Media Sosial! Siapa Sebenarnya Cut Salwa dan Cut Salsa yang Bikin Geger Ini?
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.