Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal Lengkap Persib di Dewata Challenge Series 2026, Ujian Baru Lawan Sabah FC

Jumat, 7 Agustus 2026 13:29 WIB

Persebaya Kantongi Rp8,5 Miliar Usai Juara Piala Presiden 2026, Persib Dapat Berapa?

Jumat, 7 Agustus 2026 12:42 WIB

Kasus Pohon Jalan Riau Naik ke Ranah Pidana, Videotron Disegel dan ASN Ikut Diperiksa

Jumat, 7 Agustus 2026 12:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Lengkap Persib di Dewata Challenge Series 2026, Ujian Baru Lawan Sabah FC
  • Persebaya Kantongi Rp8,5 Miliar Usai Juara Piala Presiden 2026, Persib Dapat Berapa?
  • Kasus Pohon Jalan Riau Naik ke Ranah Pidana, Videotron Disegel dan ASN Ikut Diperiksa
  • Bukan Kecewa, Adam Alis Justru Bangga Lihat Perjuangan Persib hingga Final Piala Presiden
  • Punya KTP? Begini Cara Cek BPNT Tahap 3 2026 Lewat HP, Dana Rp600 Ribu Menanti
  • Relokasi SDN 026 Bojongloa Berlanjut, Warga Lokasi Baru Masih Menolak, Orang Tua Siap Dipindahkan ke SDN 148
  • 59 Kali Bentrok, Siapa Lebih Unggul? Bongkar Rekor Panas Indonesia vs Singapura
  • Fasih 3 Bahasa di Usia Hampir Seabad! Kisah Rahasia Oma Phonie Yang Bikin Warganet Syok
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 7 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Meninggal pada Usia 96 Tahun, Ini Sosok Syamsiah Muttaqien di Mata Sang Anak

By Putra JuangSabtu, 23 Maret 2024 09:38 WIB4 Mins Read
Syamsiah Muttaqien. (Foto: Instagram @sitimuntamah_oded)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kabar duka datang dari keluarga besar Ustaz Dudi Muttaqien. Pasalnya, sang ibu yakni Syamsiah Muttaqien dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (22/3/2024) sore.

Rencananya, istri almarhum KH. EZ. Muttaqien ini akan dikebumikan pada hari ini, Sabtu (23/3/2024) di tempat pemakamanan umum (TPU) Cikutra, Kota Bandung.

“Jam 9 pagi, di Cikutra di makamnya bapak, jadi ditumpuk,” ucap Adang Sauri, salah satu putra almarhumah saat ditemui di rumah duka, Jalan Adipati Kertabumi No.15, Bandung.

Di mata Adang, almarhum merupakan sosok ibu yang sangat sempurna. Di usianya yang ke-96 tahun, almarhum telah berhasil mengantarkan anak-anaknya menuju tangga kesuksesan.

“Umur 96 tahun, memang sudah maksimal lah, seorang ibu buat saya seorang ibu yang bisa mengantarkan kita semua, yang mulai dari pahitnya sampai getirnya, pokoknamah anak-anaknya harus sukses semua,” ungkapnya.

Adang mengatakan, almarhum lahir dari pasangan sastrawan Sunda asli Bandung. Almarhum merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara.

“Orang tua ibu saya orang Bandung, sastrawan Sunda, Samsudi, sekarang dipake jadi rancage sastrawan Sunda, ibu ini anak ke dua dari tujuh bersaudara, semuanya sudah tidak ada, hanya ada satu lagi yang bungsu,” katanya.

Di usianya yang ke-96 tahun, kata Adang, almarhum meninggalkan 63 cucu dan cicit, dan 10 orang anak.

“Alhamdulillah, di usia 96 tahun ini ibu dengan 63 cucu dan cicit, dan 10 anak itu luar biasa,” ujarnya.

Adang juga menceritakan, bagaimana hebatnya seorang ibu yang sangat dirinya banggakan dan cintai tersebut menghadapi masa-masa krisis pada tahun 90-an.

“Ketika tahun 60 bapak di penjara di Madiun, itu selama 6 tahun sampai 1996, disitu masa-masa krisis, krisis ekonomi karena tidak ada penghasilan, krisis segala macem lah, termasuk pangan sandang, kita tidak merasakan itu, ibu yang merasakan, tapi kita harus merasakan senang, harus merasakan kita harus bisa makan dan sebagainya,” tuturnya.

“Saya juga gak mengerti kalau dulu sapiring tiluan, kenapa sapiring tiluan? Ternyata itu dibagi, jadi kekuatan seorang ibu biarpun pahit di rumah tangga, karena ekonomi, pangan sandang, tidak diperlihatkan kepada anak-anaknya, itu yang buat saya sangat luar biasa,” tambahnya.

Adang mengatakan, kebiasaan itu pun terbawa hingga saat ini. Dimana setiap kali berkunjung ke rumah ibu, baik Adang atau pun anak dan cucu yang lainnya selalu ditanyakan sudah makan atau belum.

“Makanya, setiap datang ke rumah ibu pasti yang ditanyakan udah makan belum, itu harus semuanya harus sudah makan tidak boleh pait lah,” imbuhnya.

Kemudian, almarhum juga sangat mendukung setiap aktvitias yang dilakukan oleh sang suami. Hal itu terlihat, saat KH. EZ. Muttaqien bebas dari perjara pada tahun 1966.

“Kemudian dari 1996, bapak bebas, itu mendampingi bapak sebagai pejuang muda tapi tidak mengeluh, semua yang dilakukan oleh bapak disupport sekali oleh ibu, mau bapak pulang jam berapa, berapa hari itu disupport aja,” katanya.

Bagi Adang, banyak pelajaran berharga yang dirinya pelajari dari sosok almarhum. Pertama adalah bagaimana menjadi seorang yang penyabar.

“Ibu itu gak pernah marah, sama dengan bapak gak pernah marah, marahnya ibu itu adalah diam, berarti kalau udah diam wah marah, nah itu yang membuat saya menjadi pelajaran yang paling besar, sebab kalau jaman sekarang kan kalau ada yang memarahi langsung, bahkan memukul, kalau ibu engga, diam aja, dan marahnya ibu sangat luar biasa, itu satu,” terangnya.

Kemudian, almarhum juga sangat mendukung penuh pendidikan anak-anak dari para cucu-cucunya.

“Biarpun ibu tidak punya pendidikan yang tinggi tapi anak-anaknya harus sekolah tinggi sampai selesai bahkan mensupport semua cucu anak dan sebagainya itu harus disupport, sampai detik akhir ibu itu masih punya penghasilan dari pensiunnya bapak, nah pensiun itu uangya buat mensupport anak cucu buat pendidikan atau apapun juga, luar biasa,” bebernya.

Menurut Adang, almarhum merupakan sosok ibu yang tidak hanya sekedar memberi nasihat tapi juga dibarengi tindakan nyata.

“Jadi saya pikir dakwah bilhal nya itu ditunjukkan oleh ibu, bukan hanya ucapan, harus begini, harus begini, mangga we mau bikin PR atau engga itu tanggung jawab sendiri, nah semacam itu, tapi yang pasti kita harus bisa mandiri,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dudi Muttaqien KH. EZ. Muttaqien meninggal dunia Syamsiah Muttaqien
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Fasih 3 Bahasa di Usia Hampir Seabad! Kisah Rahasia Oma Phonie Yang Bikin Warganet Syok

Sering Keliru, Begini Aturan Baku Menulis Ucapan HUT RI ke-81 Agar Tidak Salah Kaprah

Harga Emas Antam Hari Ini 7 Agustus 2026 Turun Rp29.000, Simak Daftar Lengkapnya

Update Bansos BPNT Tahap 3: Dana Rp600 Ribu Cair, Begini Cara Cek Statusnya di HP

Perburuan Item Gratis, Cek Deretan Kode Redeem FF 7 Agustus 2026

Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Peluang Klaim Saldo DANA Gratis 7 Agustus 2026: Cara Aman dan Legal Berburu Cuan Tambahan

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.