bukamata.id – Sebuah video singkat yang diunggah oleh akun Instagram @real.lilyjay belakangan ini mendadak viral dan menyita perhatian jutaan pasang mata di dunia maya. Rekaman tersebut tidak menampilkan kemewahan khas pesohor, melainkan sebuah momen privat yang begitu syahdu: seorang gadis remaja berkebangsaan Australia mengenakan abaya hitam anggun dengan rambut yang disanggul rapi. Ia duduk di tepi tempat tidur, menghadap jendela yang bermandikan cahaya matahari.
Gadis itu adalah Aminah Jay, putri dari influencer mualaf terkenal asal Australia, Lily Jay. Dengan jemari yang memegang tasbih, bibir Aminah melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an melalui metode murajaah (mengulang hafalan). Suaranya yang merdu, jernih, dan penuh penghayatan mengalun lembut, memecah keheningan kamar. Di awal video, sang ibu, Lily Jay, tampak tersenyum ke arah kamera sambil meletakkan jari telunjuk di bibirnya—sebuah isyarat hangat agar pemirsa ikut terdiam dan meresapi keindahan kalam ilahi yang sedang dilantunkan putrinya.
Saat Aminah menyelesaikan bacaannya, ia menoleh ke arah kamera dengan senyum merekah. Lily Jay yang merekam momen tersebut langsung memberikan apresiasi tulus dalam bahasa Inggris, “Your voice is so good, MasyaAllah! I’m so proud of you.” (Suaramu bagus sekali, MasyaAllah! Ibu sangat bangga padamu). Aminah pun menyambut pujian itu dengan tawa renyah yang penuh kebahagiaan, memancarkan kedekatan emosional yang luar biasa antara ibu dan anak dalam balutan iman yang baru mereka dekap.
Bagi masyarakat luas, video ini bukan sekadar konten estetik. Di balik keindahan suara Aminah, terdapat narasi spiritual yang mendalam tentang pencarian kebenaran, hidayah yang melampaui batas geografis, serta transformasi radikal sebuah keluarga yang melepaskan gemerlap dunia model demi mengejar ketenangan hakiki dalam pelukan Islam.
Mengenal Lily Jay & Aminah Jay: Keluarga Model yang Menjemput Hidayah
Untuk memahami betapa berharganya lantunan Al-Qur’an dari Aminah Jay, kita harus menengok kembali latar belakang keluarga ini. Sang ibu, Lily Jay—yang berbasis di Queensland, Australia—dulunya adalah seorang figur publik, penyanyi, sekaligus supermodel profesional. Ia terbiasa hidup di bawah sorotan lampu panggung dan melangkah di atas catwalk industri fashion dunia. Kehidupan yang glamor dan pemenuhan materi yang melimpah nyatanya tidak serta-merta memberikan kedamaian di hatinya.
Menariknya, Lily Jay memanfaatkan teknologi modern sebagai jembatan spiritualnya. Ia secara terbuka menceritakan bahwa ChatGPT (kecerdasan buatan) menjadi salah satu sarana awal yang digukannya untuk mempelajari Islam sebelum akhirnya mantap mengucapkan dua kalimat syahadat. Setelah berhijrah, Lily aktif membagikan perjalanan hijrahnya, memproduksi konten dakwah yang sejuk, serta mendirikan Lily Jay Foundation untuk bergerak di bidang kemanusiaan.
Langkah hijrah sang ibu ini ternyata mengalir kuat ke dalam nadi Aminah Jay. Sebagai putri seorang mantan supermodel, Aminah tumbuh besar di lingkungan yang dekat dengan dunia lifestyle, kemewahan, dan industri modeling. Tumbuh di lingkungan Barat dengan latar belakang industri mode sempat membuat Aminah mengalami pergolakan batin yang hebat mengenai identitas dan spiritualitasnya. Namun, pesona dunia fashion nyatanya kalah telak oleh ketenangan Islam yang ia saksikan dari sang ibu, hingga akhirnya Aminah juga mantap memeluk Islam dan kini mendedikasikan hidupnya untuk mencintai Al-Qur’an.
Getaran Spiritual di Tanah Suci: “Saya Melihat Baginda Nabi”
Transformasi spiritual Aminah Jay semakin diperteguh lewat rangkaian ibadah umrah yang ia laksanakan beberapa waktu lalu. Sebuah momen wawancara mendalam yang diunggah Lily Jay memperlihatkan sisi lain dari Aminah yang sangat emosional. Aminah menceritakan sebuah pengalaman batin yang sangat menggetarkan hati, sebuah pengalaman yang bahkan membuat Lily Jay sendiri merasa cemburu dalam arti yang positif. “Saya cemburu, saya juga ingin melihat Baginda Nabi,” ucap Lily Jay mengenang awal cerita putrinya.
Sambil menitikkan air mata, Aminah menceritakan pergolakan batin yang dahsyat selama berada di Tanah Suci. Sebagai seorang mualaf dengan latar belakang di industri fashion dan modeling, ada perasaan tidak pantas yang terus menghantunya.
“Kenapa saya, dari semua orang? Menjadi seorang model dan melakukan hal-hal itu… saya merasa tidak cukup baik,” ungkap Aminah dengan suara bergetar.
Ia merasa masa lalunya membuat dirinya jauh dari kata sempurna untuk sekadar menginjakkan kaki di tanah para nabi, apalagi untuk menerima anugerah spiritual yang besar. Namun, Allah SWT memiliki cara tersendiri untuk menyembuhkan luka batin hamba-Nya. Pengalaman luar biasa itu bermula saat Aminah sedang berjalan menuju area makam Rasulullah SAW di dalam Masjid Nabawi, Madinah. Di tengah lautan manusia yang berjejal, pandangannya mendadak terkunci pada sesosok pria.
“Ada seorang pria yang sangat indah. Saya terpaku. Wajahnya dipenuhi dengan nur (cahaya), dan saya terus berjalan karena sejujurnya saya tidak mempercayai mata saya sendiri,” ceritanya dengan tatapan menerawang.
Momen yang dikira halusinasi tersebut ternyata terulang kembali. Ketika ia menaiki buggy (mobil golf kecil) bersama sepupunya untuk menuju area Raudhah—taman surga di bumi—sosok bercahaya itu kembali menampakkan diri. Merasa yakin bahwa apa yang dilihatnya nyata, Aminah dengan panik berusaha menunjukkannya kepada sang sepupu. “Saya bilang ke sepupu saya, ‘Lihat, itu dia!’. Tapi sepupu saya kebingungan dan bertanya, ‘Di mana? Saya tidak bisa melihatnya’. Di saat itulah saya terus memiliki perasaan kuat di dalam hati bahwa itu adalah Nabi Muhammad,” lanjutnya sambil menyeka air mata.
Validasi Sang Syekh dan Mahkota Hafalan Al-Qur’an
Diliputi rasa takjub bercampur bingung yang luar biasa, Aminah kemudian memberanikan diri menceritakan pengalaman batin ini kepada seorang Syekh (ulama) di sana. Belum selesai ia menjabarkan seluruh detailnya, sang Syekh langsung memotong pembicaraan dengan pertanyaan yang mengejutkan sekaligus memvalidasi spiritualitasnya: “Kamu melihat beliau?”
Mendengar pengakuan dari ulama tersebut, tangisan Aminah langsung pecah. Konfirmasi itu meruntuhkan semua dinding rasa tidak percaya diri yang sempat menghimpit dadanya. Remaja yang awalnya merasa tidak layak berada di Tanah Suci karena masa lalunya, justru dipilih oleh Allah untuk merasakan kedekatan batin yang begitu karib dengan sosok kekasih Allah.
“Beliau sangat indah. Saya terus mengatakannya, dan saya masih bisa melihat (bayangannya) di kepala saya, bahkan sampai sekarang ketika saya memikirkannya,” tutup Aminah dengan senyuman haru yang paling tulus.
Pengalaman spiritual di Madinah itulah yang tampaknya menjadi bahan bakar utama bagi Aminah Jay untuk semakin menenggelamkan diri dalam kecintaan terhadap Al-Qur’an. Video murajaah yang viral menjadi bukti nyata bagaimana hidayah tersebut dirawat dengan konsistensi. Menghafal Al-Qur’an bukanlah perkara mudah, terlebih bagi Aminah yang bahasa ibunya bukan bahasa Arab. Diperlukan dedikasi dan pembersihan hati agar ayat-ayat tersebut melekat dalam dada.
Ungkapan Haru dan Doa Netizen yang Mengalir Deras
Melihat ketulusan hati Aminah Jay dalam menjaga hafalannya, kolom komentar langsung dibanjiri oleh respons emosional dari netizen, khususnya umat Muslim dari Indonesia. Gelombang kekaguman, pujian, serta untaian doa tulus mengalir tanpa henti.
Banyak netizen yang spontan melantunkan zikir dan selawat karena merasa begitu bergetar saat mendengar lantunan ayat suci tersebut.
“Ma syaa Allah ❤️😍 Subhanallah 😍❤️ Allah hu Akbar ❤️😍 Allah Huma sholli ala sayyidina Muhammad waalla Ali sayyidina Muhammad,” ujar netizen.
Sebagian netizen yang lain langsung mengaitkan kedalaman spiritualitas Aminah dengan kisah ajaib yang dialaminya saat berada di Madinah.
“Pantas saja pas Umroh dia bercerita pernah melihat sosok lelaki yg bercahaya,” tutur netizen lainnya.
Tak sedikit pula yang memberikan pujian atas perpaduan antara pesona fisik dan keelokan akhlak yang terpancar dari sosok Aminah Jay. Doa-doa terbaik untuk masa depannya pun turut dipanjatkan.
“Udh cantik sholehah InsyaAllah sukses dunia akhirat ya Aamiin,” tulis netizen mendoakan.
Melalui keteguhan Lily Jay dalam mendidik dan kelembutan hati Aminah Jay dalam menerima iman, keluarga ini menjelma menjadi oase inspirasi baru di era modern. Mereka membuktikan bahwa seberapa jauh pun seseorang melangkah di atas catwalk dunia, jalan pulang menuju cahaya ilahi selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang rindu akan ketenangan hakiki.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









