Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ingin Tahu Bansos Cair atau Belum? Cek Status PKH dan BPNT Lewat Situs Resmi Kemensos

Rabu, 21 Oktober 2026 17:29 WIB

Begal Berpistol Rampas HP Bocah di Garut, Pelaku Babak Belur Dihajar Massa

Rabu, 21 Oktober 2026 17:03 WIB

Kabar Kim Jong Un Meninggal Heboh, Intelijen Korea Selatan Ungkap Temuan Ini

Rabu, 21 Oktober 2026 17:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ingin Tahu Bansos Cair atau Belum? Cek Status PKH dan BPNT Lewat Situs Resmi Kemensos
  • Begal Berpistol Rampas HP Bocah di Garut, Pelaku Babak Belur Dihajar Massa
  • Kabar Kim Jong Un Meninggal Heboh, Intelijen Korea Selatan Ungkap Temuan Ini
  • Persija Kena Sanksi Berat! The Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang
  • Lawan Persib, Presiden Madura United Ajak Suporter Pakai Sarung dan Kopiah
  • Modus Ramalan Musibah, Warga Diduga Jadi Korban Hipnotis di Pasar Sayati
  • Dewa United Gusur Pesaing dan Puncaki Klasemen Super League, Persijap Makin Terpuruk
  • Korban Keracunan MBG di Cirebon Tembus 270 Orang, Sejumlah Sekolah Diliburkan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Milik Raja Media Cetak, Ini Perjalanan Villa Isola Menjadi Bumi Siliwangi

By SusanaSelasa, 30 April 2024 19:46 WIB2 Mins Read
Villa Isola. Foto: Dok. Humas Pemkot Bandung.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menilik sejarah Villa Isola yang kini dikenal dengan nama Bumi Siliwangi, berlokasi di Jalan Setiabudi, Bandung.

Villa Isola merupakan salah satu bangunan hasil karya arsitektur Charles Prosper Wolff Schoemaker yang bergaya arsitektur Art Deco dan mulai dibangun pada tahun 1933.

Sang arsitek, Schoemaker, banyak memadukan falsafah arsitektur tradisional dengan modern dalam bangunan ini. Schoemaker menerapkannya secara konsisten mulai dari orientasi kosmik utara selatan, kesatuan dengan lingkungan, bentuk dan pemanfaatan sinar matahari untuk mendapat efek bayangan yang memperindah bangunan.

Dahulu, Villa Isola ini dimiliki oleh Dominique Willem Berretty seorang “Raja Media Cetak” yang sangat kaya-raya.

Baca Juga:  Sejarah di Balik Hari Kesaktian Pancasila yang Diperingati Setiap 1 Oktober

Terbiasa dengan kemewahan ternyata sang pemilik, Berretty, punya cerita kehidupan yang penuh intrik dengan pemerintahan saat itu baik dengan Hindia Belanda maupun Jepang.

Sebagai seorang “Raja Media Cetak” dan karena memiliki kedekatan dengan pemerintah Hindia Belanda, maka surat kabarnya disinyalir menjadi salah satu corong pemerintah Hindia Belanda.

Namun, ternyata ia juga memiliki kedekatan khusus dengan pemerintah Jepang, yang tentunya membuat geram pemerintah Belanda.

Karena itulah maka dalam kehidupannya Berretty sering menyendiri dan enggan bertemu banyak orang.

Villa Isola yang tenang dan damai inilah yang ia gunakan untuk berdiam diri, hal ini dapat terlihat pada bagian dalam Villa tertulis “M’ Isolo E Vivo” yang artinya kurang lebih: menyendiri untuk bertahan hidup.

Baca Juga:  Kalipah Apo: Jejak Ulama Berpengaruh di Balik Kawasan Perdagangan Legendaris Bandung

Berbagai polemik yang terjadi menghantarkan Berretty pada kisah hidup yang tragis. Barrety meninggal ketika pesawat yang ditumpanginya jatuh di perbatasan Suriah. Hingga kini misteri penyebab jatuhnya pesawat yang ditumpangi Berretty tidak pernah terungkap.

Kemudian, Villa isola sempat berpindah tangan kepada pemilik hotel homman saat itu yaitu Rr. J. Van Es, dan ketika tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa.

Sebelumnya, Villa isola ini dijadikan sebagai tempat tinggal dan kantor komandan divisi tentara Hindia Belanda yang menguasai Kota Bandung.

Baca Juga:  10 Kota Terkecil yang Penuh Pesona, dari Abad Pertengahan Hingga Ibu Kota Sepi

Lalu, pada masa kependudukan Jepang, Villa isola ini diduduki dan digunakan sebagai markas tentara dan tempat penyimpanan peralatan perang tentara Belanda yang disita oleh Jepang.

Selain itu juga, tepat di lingkungan Villa Isola terdapat tugu pembukaan perguruan tinggi pendidikan guru yang diresmikan oleh J.M Perdana Menteri Republik Indonesia Mr. Ali Sastroamidjojo pada 20 Oktober 1954.

Dalam perjalanannya, Villa Isola kemudian dijadikan Gedung IKIP (sekarang UPI) dan digunakan sebagai kantor rektorat. Kini bangunan ini dikenal dengan nama Bumi Siliwangi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siapa Izara Aishah? Viral Menantu Siti Nurhaliza Labrak Lesti, Respons Rizky Billar Jadi Sorotan!

Bansos

BPNT Tahap 4 Sudah Cair atau Belum? Kenali 5 Ciri Ini Sebelum Cek KKS ke ATM

Bukan Sekedar Roasting! Alasan Celetukan Oki Rengga ke Juan dan Eve Disorot Warganet

Bosen Macet-macetan di Puncak? Ini 5 Tempat Nongkrong Syahdu di Bogor Berlatar Gunung Salak

Aturan Baru Bansos 2026: Cara Turunkan Desil di Aplikasi Cek Bansos Agar Dapat Bantuan PKH & BPNT

Tak Harus Mahal! 5 Tempat Wisata Kuliner Cimahi Ini Punya Pilihan Menu Beragam

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.