Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gebrakan Maung Bandung: Dari Joey Pelupessy hingga Maarten Paes, Persib Bidik Skuad ‘Monster’

Kamis, 7 Mei 2026 21:59 WIB

Link Video Viral Guru Bahasa Inggris Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?

Kamis, 7 Mei 2026 21:34 WIB
ASN bisa WFA

Kabar Gembira ASN! Gaji ke-13 2026 Resmi Diatur, Ini Besaran dan Kelompok Penerimanya

Kamis, 7 Mei 2026 20:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gebrakan Maung Bandung: Dari Joey Pelupessy hingga Maarten Paes, Persib Bidik Skuad ‘Monster’
  • Link Video Viral Guru Bahasa Inggris Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Kabar Gembira ASN! Gaji ke-13 2026 Resmi Diatur, Ini Besaran dan Kelompok Penerimanya
  • Geger Super League! Persija vs Persib Siap Bentrok di Stadion ‘Theater of Hell’
  • Viral Link Video ‘Vell TikTok Blunder 8 Menit’ Heboh di Medsos, Nama Vellisa Trending dan Picu Rasa Penasaran Netizen
  • Andrew Jung Siap Jadi Mimpi Buruk Persija, Persib Bidik Kemenangan Mutlak di Segiri
  • Anak Emas Prabowo dalam Masalah? Jejak Muhammad Qodari di Balik Pusaran Badai ‘Homeles Media’
  • Final Liga Champions 2025/2026: PSG vs Arsenal Siap Bentrok di Budapest, Siapa Raja Eropa?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 7 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Milik Raja Media Cetak, Ini Perjalanan Villa Isola Menjadi Bumi Siliwangi

By SusanaSelasa, 30 April 2024 19:46 WIB2 Mins Read
Villa Isola. Foto: Dok. Humas Pemkot Bandung.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menilik sejarah Villa Isola yang kini dikenal dengan nama Bumi Siliwangi, berlokasi di Jalan Setiabudi, Bandung.

Villa Isola merupakan salah satu bangunan hasil karya arsitektur Charles Prosper Wolff Schoemaker yang bergaya arsitektur Art Deco dan mulai dibangun pada tahun 1933.

Sang arsitek, Schoemaker, banyak memadukan falsafah arsitektur tradisional dengan modern dalam bangunan ini. Schoemaker menerapkannya secara konsisten mulai dari orientasi kosmik utara selatan, kesatuan dengan lingkungan, bentuk dan pemanfaatan sinar matahari untuk mendapat efek bayangan yang memperindah bangunan.

Dahulu, Villa Isola ini dimiliki oleh Dominique Willem Berretty seorang “Raja Media Cetak” yang sangat kaya-raya.

Baca Juga:  Libur Nataru 2025, Eksplorasi Wisata Alam dan Sejarah Karawang yang Memukau

Terbiasa dengan kemewahan ternyata sang pemilik, Berretty, punya cerita kehidupan yang penuh intrik dengan pemerintahan saat itu baik dengan Hindia Belanda maupun Jepang.

Sebagai seorang “Raja Media Cetak” dan karena memiliki kedekatan dengan pemerintah Hindia Belanda, maka surat kabarnya disinyalir menjadi salah satu corong pemerintah Hindia Belanda.

Namun, ternyata ia juga memiliki kedekatan khusus dengan pemerintah Jepang, yang tentunya membuat geram pemerintah Belanda.

Karena itulah maka dalam kehidupannya Berretty sering menyendiri dan enggan bertemu banyak orang.

Villa Isola yang tenang dan damai inilah yang ia gunakan untuk berdiam diri, hal ini dapat terlihat pada bagian dalam Villa tertulis “M’ Isolo E Vivo” yang artinya kurang lebih: menyendiri untuk bertahan hidup.

Baca Juga:  Ada Wahana Edukasi Baru di Cirebon, Yuk Kunjungi Museum Topeng Gratis!

Berbagai polemik yang terjadi menghantarkan Berretty pada kisah hidup yang tragis. Barrety meninggal ketika pesawat yang ditumpanginya jatuh di perbatasan Suriah. Hingga kini misteri penyebab jatuhnya pesawat yang ditumpangi Berretty tidak pernah terungkap.

Kemudian, Villa isola sempat berpindah tangan kepada pemilik hotel homman saat itu yaitu Rr. J. Van Es, dan ketika tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa.

Sebelumnya, Villa isola ini dijadikan sebagai tempat tinggal dan kantor komandan divisi tentara Hindia Belanda yang menguasai Kota Bandung.

Baca Juga:  Asal Usul Nama Sukajadi, Jalan Ikonik Menuju Lembang di Kota Bandung

Lalu, pada masa kependudukan Jepang, Villa isola ini diduduki dan digunakan sebagai markas tentara dan tempat penyimpanan peralatan perang tentara Belanda yang disita oleh Jepang.

Selain itu juga, tepat di lingkungan Villa Isola terdapat tugu pembukaan perguruan tinggi pendidikan guru yang diresmikan oleh J.M Perdana Menteri Republik Indonesia Mr. Ali Sastroamidjojo pada 20 Oktober 1954.

Dalam perjalanannya, Villa Isola kemudian dijadikan Gedung IKIP (sekarang UPI) dan digunakan sebagai kantor rektorat. Kini bangunan ini dikenal dengan nama Bumi Siliwangi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bumi Siliwangi Raja Media Cetak sejarah Villa Isola
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Link Video Viral Guru Bahasa Inggris Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?

Viral Link Video ‘Vell TikTok Blunder 8 Menit’ Heboh di Medsos, Nama Vellisa Trending dan Picu Rasa Penasaran Netizen

Link Video Tasya Gym Bandar Batang Banyak Dicari, Fakta Aslinya Masih Misterius

Waspada! BPOM Tarik 11 Kosmetik Berbahaya di Mei 2026: Ada Merek Populer!

Game Free Fire

Gaspol! Kode Redeem FF 7 Mei 2026 Terbaru, Banjir Skin Langka dan Token SG2 Gratis

Video Viral ‘Bandar Membara’ Banyak Diburu Link-nya, Ini Fakta Terbaru

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral ‘Vell TikTok Blunder’, Warganet Ramai Cari Versi Asli
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • Heboh Pencarian Video Viral “Tasya Gym Bandar Batang”, Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Digital
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.