Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Minggu, 29 Maret 2026 11:40 WIB

Persib Gerak Cepat Amankan Bojan Hodak, Negosiasi Kontrak Baru Dimulai

Minggu, 29 Maret 2026 11:00 WIB

Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan

Minggu, 29 Maret 2026 10:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap
  • Persib Gerak Cepat Amankan Bojan Hodak, Negosiasi Kontrak Baru Dimulai
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat
  • Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak
  • Gila! Beckham Putra Menggila, Timnas Indonesia Pesta Gol di GBK!
  • Banjir Reward! Intip Deretan Kode Redeem FF Terbaru 29 Maret 2026, Ada Skin SG2 dan Bundle Langka
  • Bukan Kaleng-Kaleng! Kode Redeem FF 29 Maret 2026: Sikat SG2 OPM dan Skin M1887 Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Minim Anggaran! Pesantren di Jabar Masih Tertinggal, DPRD Minta Evaluasi Total!

By SusanaRabu, 22 Oktober 2025 23:30 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Jabar dari Fraksi PPP, Zaini Shofari. Foto: Instagram @petigajabar.official.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, menyoroti minimnya perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat terhadap keberadaan pesantren dan kesejahteraan para santri.

Padahal, Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah pesantren dan santri terbanyak di Indonesia.

Menurut Zaini, dengan populasi mencapai sekitar 50 juta jiwa, jumlah pesantren dan santri di Jabar bahkan lebih besar dibandingkan Jawa Timur. Kondisi ini, katanya, seharusnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah provinsi.

“Tentu ini harus jadi perhatian serius. Ada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2019 dan juga Peraturan Daerah (Perda) Jawa Barat Tahun 2021 tentang Pesantren, tetapi implementasinya masih sangat lemah,” ujar Zaini, Rabu (22/10/2025).

Baca Juga:  DPRD Jabar Soroti Gerakan Rereongan Seribu, Dinilai Berpotensi Jadi Pungutan Terselubung

Perhatian Belum Maksimal

Zaini menjelaskan, dalam Perda Pesantren Tahun 2021 terdapat lima komponen utama, yakni kiai, santri, asrama, masjid, dan kajian kitab kuning. Namun, ia menilai perhatian Pemprov terhadap kelima aspek tersebut masih minim.

Sebagai contoh, kata dia, pada perubahan anggaran 25 September 2025 yang ditetapkan melalui Peraturan Gubernur, hanya dialokasikan Rp5,1 miliar untuk program beasiswa santri tidak mampu.

Baca Juga:  Maung Bandung di Jalur Juara, Persib Awali Tahun dengan Kemenangan Besar

“Nilainya hanya sekitar Rp2,75 juta per santri. Jumlah itu sangat kecil jika dibandingkan dengan populasi santri yang mencapai ratusan ribu,” ungkapnya.

Pesantren, Pilar Moral dan Peradaban

Zaini menegaskan, pesantren memiliki kontribusi besar dalam sejarah dan peradaban bangsa Indonesia. Menurutnya, pesantren adalah bagian dari khazanah budaya dan spiritual bangsa yang tumbuh dari swadaya masyarakat.

“Pesantren adalah benteng moral bangsa. Jangan sampai diabaikan hanya karena bukan lembaga negara,” tegasnya.

Dorongan Pembentukan Satgas Pesantren

Zaini juga mendukung langkah pemerintah pusat yang menugaskan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, untuk membentuk Satgas Pesantren.

Baca Juga:  PPP Jabar Sambut Positif Satgas Pesantren, Fokus Benahi Infrastruktur Pendidikan Islam

“Satgas ini penting untuk memantau kondisi pesantren. Gubernur Jabar juga sebaiknya turun langsung melihat pesantren yang potensinya besar, tetapi infrastrukturnya masih minim,” ujarnya.

Ia menambahkan, perhatian terhadap pesantren seharusnya tidak hanya pada aspek beasiswa, tetapi juga pembangunan sarana, infrastruktur, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia santri.

“Santri bukan hanya bagian dari sistem pendidikan, tetapi juga kekuatan moral dan karakter bangsa,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

beasiswa santri tidak mampu fraksi PPP DPRD jabar perda pesantren 2021 perhatian pemprov jabar pesantren Jawa Barat santri jabar satgas pesantren Zaini Shofari
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat

Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.