Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini

Kamis, 29 Oktober 2026 03:00 WIB

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Kamis, 29 Oktober 2026 01:00 WIB

Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus

Rabu, 28 Oktober 2026 21:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini
  • Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
  • Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus
  • Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two
  • Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029
  • Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk
  • Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan
  • Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Muhammadiyah Sebut Gelar Haji Hanya Tradisi, Terpenting Adalah Mabrur

By Putra JuangSabtu, 29 Juni 2024 11:02 WIB2 Mins Read
Ibadah haji. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Muhammadiyah angkat bicara soal gelar ‘Haji’ yang kerap disematkan kepada para jemaah haji Indonesia baru pulang dari Tanah Suci.

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Wawan Gunawan Abdul Wahid mengatakan, penyematan gelar ini sebenarnya merupakan tradisi yang tidak ada pada zaman Rasulullah SAW.

“Rasulullah sekalipun tidak dipanggil haji. Begitu pula dengan Siti ‘Aisyah tidak dipanggil hajjah. Setahu saya, tradisi ini hanya terjadi di Asia Tenggara dan beberapa tempat di Afrika,” ucap Wawan dilansir dari laman Muhammadiyah, Sabtu (29/6/2024).

Wawan menegaskan, bahwa pelabelan ‘haji’ sejatinya hanyalah tradisi yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, secara syariat Islam, tidak ada aturan yang dilanggar sehingga sah-sah saja dilakukan.

Baca Juga:  Menag Ajak Semua Pihak Satu Suara dalam Persiapan Haji 1446 H

Namun, dirinya mengingatkan agar jangan sampai meninggalkan aspek-aspek etika dalam Islam dalam menjalani tradisi ini.

Gelar tersebut bukanlah ukuran dari keberhasilan ibadah haji seseorang. Wawan menekankan, bahwa aspek terpenting setelah menunaikan ibadah haji bukanlah pada penyematan nama ‘haji’, melainkan pada kemabruran ibadah haji tersebut.

Kemabruran merupakan tanda bahwa seseorang telah berhasil dan sukses menunaikan ibadah haji secara sempurna dan mendapatkan ridha Allah. Ini yang seharusnya menjadi fokus utama bagi setiap jamaah haji.

Baca Juga:  Kemenag Pastikan Kuota Sudah Terpenuhi, Waspada Modus Penipuan Visa Non Haji

Menurutnya, berdasarkan keterangan dari Rasulullah Saw, ganjaran bagi yang meraih haji mabrur tidak lain adalah surga. “Allah menjanjikan surga bagi mereka yang berhasil meraih haji mabrur,” katanya.

Wawan juga menjelaskan ciri lahiriah dari seorang haji mabrur berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, yaitu “memberi makan dan menyebarkan salam” (اطعام الطعام وافشاء السلام). Dari hadis ini, Rasulullah seolah mendefinisikan haji mabrur dengan dua hal utama: 1) memberikan makan, dan 2) menebarkan perdamaian.

Baca Juga:  Lewat Kajian Duha, Jemaah Kloter 36 JKS Perkuat Hati dan Kesehatan Jelang Puncak Haji

Memberi makan di sini tidak hanya berarti memberikan makanan secara harfiah, tetapi juga melambangkan kepedulian dan kedermawanan kepada sesama. Sementara itu, menyebarkan salam mencerminkan upaya untuk menciptakan perdamaian dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Wawan berharap agar para jamaah haji tidak hanya fokus pada gelar yang mereka peroleh setelah pulang dari tanah suci, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai haji mabrur dalam kehidupan sehari-hari.

“Haji bukan sekadar gelar, tetapi sebuah perjalanan spiritual yang harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ibadah haji jemaah haji Muhammadiyah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk

Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.