Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Punya Harta Rp138 Miliar Tapi Desa Dibangun Swadaya, Bupati Kebumen Kena Cibir Netizen

Selasa, 7 Juli 2026 15:00 WIB

Lirik Lagu Dinilai Rendahkan Perempuan, Bupati Purwakarta Disentil Menteri PPPA

Selasa, 7 Juli 2026 14:31 WIB

4 Photobooth Vintage di Bandung yang Lagi Diburu Gen Z, Spot Foto Estetik dengan Nuansa Retro Kekinian

Selasa, 7 Juli 2026 14:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Punya Harta Rp138 Miliar Tapi Desa Dibangun Swadaya, Bupati Kebumen Kena Cibir Netizen
  • Lirik Lagu Dinilai Rendahkan Perempuan, Bupati Purwakarta Disentil Menteri PPPA
  • 4 Photobooth Vintage di Bandung yang Lagi Diburu Gen Z, Spot Foto Estetik dengan Nuansa Retro Kekinian
  • Kylian Mbappe Balas Keras Senator Paraguay, FFF Siapkan Langkah Hukum Atas Dugaan Rasisme
  • Pulang ke Tanah Air, Pratama Arhan Beberkan Alasan Pilih Persija Jakarta
  • Jelang Piala Presiden 2026, Persib Mulai Bergerak! Nazriel Bicara Persiapan dan Ancaman Cedera
  • Jordi Onsu Terancam Dipolisikan Ruben Jika Nekat Ungkap Aib Keluarga
  • Diberi Kesempatan Main oleh FIFA, Balogun Gagal Selamatkan Amerika Serikat dari Bencana Lawan Belgia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 7 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Muhammadiyah Sebut Gelar Haji Hanya Tradisi, Terpenting Adalah Mabrur

By Putra JuangSabtu, 29 Juni 2024 11:02 WIB2 Mins Read
Ibadah haji. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Muhammadiyah angkat bicara soal gelar ‘Haji’ yang kerap disematkan kepada para jemaah haji Indonesia baru pulang dari Tanah Suci.

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Wawan Gunawan Abdul Wahid mengatakan, penyematan gelar ini sebenarnya merupakan tradisi yang tidak ada pada zaman Rasulullah SAW.

“Rasulullah sekalipun tidak dipanggil haji. Begitu pula dengan Siti ‘Aisyah tidak dipanggil hajjah. Setahu saya, tradisi ini hanya terjadi di Asia Tenggara dan beberapa tempat di Afrika,” ucap Wawan dilansir dari laman Muhammadiyah, Sabtu (29/6/2024).

Wawan menegaskan, bahwa pelabelan ‘haji’ sejatinya hanyalah tradisi yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, secara syariat Islam, tidak ada aturan yang dilanggar sehingga sah-sah saja dilakukan.

Baca Juga:  Tahun Ini, 2.517 Calon Jemaah Haji Asal Kota Bandung Berangkat ke Tanah Suci

Namun, dirinya mengingatkan agar jangan sampai meninggalkan aspek-aspek etika dalam Islam dalam menjalani tradisi ini.

Gelar tersebut bukanlah ukuran dari keberhasilan ibadah haji seseorang. Wawan menekankan, bahwa aspek terpenting setelah menunaikan ibadah haji bukanlah pada penyematan nama ‘haji’, melainkan pada kemabruran ibadah haji tersebut.

Kemabruran merupakan tanda bahwa seseorang telah berhasil dan sukses menunaikan ibadah haji secara sempurna dan mendapatkan ridha Allah. Ini yang seharusnya menjadi fokus utama bagi setiap jamaah haji.

Baca Juga:  Bupati Bandung Lepas 432 Calon Jemaah Haji Kloter Pertama: Semoga Mabrur dan Mabrurah

Menurutnya, berdasarkan keterangan dari Rasulullah Saw, ganjaran bagi yang meraih haji mabrur tidak lain adalah surga. “Allah menjanjikan surga bagi mereka yang berhasil meraih haji mabrur,” katanya.

Wawan juga menjelaskan ciri lahiriah dari seorang haji mabrur berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, yaitu “memberi makan dan menyebarkan salam” (اطعام الطعام وافشاء السلام). Dari hadis ini, Rasulullah seolah mendefinisikan haji mabrur dengan dua hal utama: 1) memberikan makan, dan 2) menebarkan perdamaian.

Baca Juga:  Jemaah Asal Jabar Tuntaskan Puncak Haji dengan Baik, 24 Orang Wafat di Tanah Suci

Memberi makan di sini tidak hanya berarti memberikan makanan secara harfiah, tetapi juga melambangkan kepedulian dan kedermawanan kepada sesama. Sementara itu, menyebarkan salam mencerminkan upaya untuk menciptakan perdamaian dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Wawan berharap agar para jamaah haji tidak hanya fokus pada gelar yang mereka peroleh setelah pulang dari tanah suci, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai haji mabrur dalam kehidupan sehari-hari.

“Haji bukan sekadar gelar, tetapi sebuah perjalanan spiritual yang harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

gelar haji ibadah haji jemaah haji Muhammadiyah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Punya Harta Rp138 Miliar Tapi Desa Dibangun Swadaya, Bupati Kebumen Kena Cibir Netizen

Lirik Lagu Dinilai Rendahkan Perempuan, Bupati Purwakarta Disentil Menteri PPPA

Nadira Azzahra Kembali ke Keluarga Usai Hilang Sepekan, Kondisi Psikis Jadi Perhatian

Warga Sumedang Terancam Dampak Tambang? Gunung Dikeruk Brutal, Truk Berjejer hingga Kerusakan Lingkungan Jadi Sorotan

Bansos

4 Bansos Cair Juli 2026, PKH Tahap 3 hingga BPNT Rp600 Ribu Mulai Disalurkan, Cek Daftar Penerimanya

Taufik Hidayat Dijerat 3 Pasal Berlapis, Ancaman Hukuman Capai 36 Tahun Penjara

Terpopuler
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral di TikTok, Link Fullnya Bikin Waswas
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Panduan Lengkap MagangHub Kemnaker 2026: Cara Daftar, Dokumen Wajib, dan Jadwal Seleksi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.