Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Drama 5 Gol di GBLA! Persib Tumbangkan Bali United, Tetap Kokoh di Puncak

Minggu, 12 April 2026 21:22 WIB

Gol Tandukan Mematikan! Persib Unggul 1-0 atas Bali United di Babak Pertama

Minggu, 12 April 2026 19:55 WIB

Inilah Starter Persib vs Bali United, Beckham Tersingkir dari Line Up Awal

Minggu, 12 April 2026 19:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Drama 5 Gol di GBLA! Persib Tumbangkan Bali United, Tetap Kokoh di Puncak
  • Gol Tandukan Mematikan! Persib Unggul 1-0 atas Bali United di Babak Pertama
  • Inilah Starter Persib vs Bali United, Beckham Tersingkir dari Line Up Awal
  • Tuntut Keadilan, Advokat Desak Kejari Bongkar Tuntas Skandal Proyek Ambulans RSUD Subang
  • Di Balik Jabatan Ketua DPRD Gowa: Usia 25 Tahun, Harta 5 Miliar, Tapi Public Speaking Disorot?
  • Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ di Dapur Bikin Heboh, Ternyata Ada Fakta Mengerikan
  • Gedung Sate dan Gasibu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terpadu Ikonik Jawa Barat
  • Siap-siap Drama! Persib vs Bali United, Adu Serang yang Tak Terhindarkan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 12 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Nama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Disorot Media Asing, Ada Apa?

By Aga GustianaSelasa, 13 Mei 2025 09:24 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Media internasional asal Singapura, Channel News Asia (CNA), menyoroti sejumlah kebijakan kontroversial dari pemimpin daerah di Indonesia. Dalam artikel berjudul “Innovative or ‘dangerous’? Indonesia’s local leaders raise eyebrows with vasectomy-for-aid and other schemes”, CNA mengulas berbagai program yang dianggap tidak lazim namun mencolok, termasuk yang diprakarsai oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Salah satu program Dedi yang menuai perhatian adalah pelatihan ala militer untuk para siswa SMP yang dianggap bermasalah. Dalam laporan CNA yang dikutip pada Selasa (13/5/2025), digambarkan bagaimana puluhan remaja mengenakan seragam hijau layaknya tentara dan berbaris rapi sambil berteriak semangat di lapangan Purwakarta, Jawa Barat. Mereka menjalani pelatihan selama 14 hari di bawah pengawasan militer dan kepolisian.

Dedi mengklaim program ini bertujuan untuk mendisiplinkan siswa dan membentuk karakter mereka. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bahkan mengalokasikan dana sebesar Rp6 miliar untuk mendukung program ini dengan target 2.000 siswa.

Namun, kebijakan tersebut menimbulkan kontroversi. Sejumlah anggota parlemen dan kelompok hak asasi manusia mempertanyakan metode pendidikan berbasis militer dan menilai pendekatan tersebut tidak tepat untuk anak-anak. Menanggapi kritik, Dedi menyatakan bahwa seorang pemimpin harus tegas dan pantang mundur dari ide yang diyakini benar.

Baca Juga:  bank bjb Dukung Penuh West Java Festival 2025: Wujud Harmoni Budaya dan Inovasi Digital

Tak hanya itu, Dedi juga mengusulkan program yang tak kalah kontroversial: pemberian bantuan sosial bagi pria yang bersedia menjalani vasektomi. Ia menawarkan insentif sebesar Rp500 ribu kepada peserta, dengan tujuan menekan angka kelahiran dan mengurangi kemiskinan di Jawa Barat—provinsi terpadat di Indonesia dengan populasi 50 juta dan tingkat kemiskinan sekitar 7,5 persen.

“Ini bukan paksaan, tapi ajakan untuk bertanggung jawab bersama,” ujar Dedi, sebagaimana dikutip CNA.

Baca Juga:  Teh Aanya Dorong Deteksi Dini Bersama BIN Jabar Demi Keamanan Jawa Barat

Selain Dedi, beberapa kepala daerah lain juga disorot CNA. Di antaranya Gubernur Jakarta, Pramono Anung, yang mewajibkan seluruh pegawai negeri sipil (PNS) menggunakan transportasi umum sejak 30 April dan mengunggah swafoto sebagai bukti kepatuhan. Program ini bertujuan mengurangi kemacetan dan polusi udara di ibu kota. Meski demikian, hingga kini belum ada sanksi bagi 50.000 PNS yang tidak menaati aturan tersebut.

Baca Juga:  Pertarungan Pilgub Jabar Bertabur Bintang, Begini Kata Pengamat

Sementara itu, Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, juga menjadi sorotan setelah melarang penampilan waria di atas panggung selama acara publik. Kebijakan ini disebut sebagai tanggapan terhadap keluhan masyarakat yang menganggap aksi tersebut melanggar norma sosial.

CNA juga mengutip analisis dari pengamat lokal yang menyebut bahwa terobosan atau kontroversi semacam ini dapat berdampak besar terhadap popularitas politik para kepala daerah—baik secara positif maupun negatif.

Laporan ini menyoroti bagaimana otonomi daerah di Indonesia membuka ruang luas bagi inovasi, namun juga menghadirkan tantangan dalam menyeimbangkan kreativitas dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia dan tata kelola yang bijak.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi gubernur jawa barat Media asing
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tuntut Keadilan, Advokat Desak Kejari Bongkar Tuntas Skandal Proyek Ambulans RSUD Subang

Di Balik Jabatan Ketua DPRD Gowa: Usia 25 Tahun, Harta 5 Miliar, Tapi Public Speaking Disorot?

Gedung Sate dan Gasibu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terpadu Ikonik Jawa Barat

Dikasih Kebun Sawit Malah Ngelunjak! Istri Bongkar Borok Suami: Diduga Selingkuh dan Gadein Surat Tanah Keluarga!

Aksi Senyap 20 Tahun Terhenti! Polisi Tangkap ‘Ki Bedil’, Perakit Senjata Ilegal Kelas Atas

Cuma Pakai Karung ke Sekolah! Bocah SD Ini Terpaksa ‘Ngebadut’ Demi Obat Mamah

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.