Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis

Sabtu, 1 Agustus 2026 10:40 WIB

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:29 WIB

Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis
  • Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026
  • Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima
  • Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen
  • Screenshot DM Instagram Bisa Ketahuan? Ini Rahasia Notifikasi yang Wajib Diketahui Pengguna
  • Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 1 Agustus 2026: Manfaatkan Peluang Cuan Hari Ini
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 1 Agustus 2026, Buruan Ambil Hadiah Skin & Bundle Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Nama RSUD Al Ihsan Diganti Welas Asih, FUUI: Tidak Ada Urgensi, Justru Bikin Gaduh

By Aga GustianaMinggu, 6 Juli 2025 17:46 WIB3 Mins Read
RSUD Al Ihsan
RSUD Al Ihsan. (Foto: Wikipedia)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuai kritik tajam setelah mengusulkan penggantian nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih. Kebijakan ini dinilai kontroversial dan memicu penolakan dari Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI).

Ketua Umum FUUI, KH Athian Ali M. Dai, menilai bahwa penggantian nama tersebut tidak memiliki urgensi yang jelas dan justru menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Ia menyoroti bahwa nama Al Ihsan sarat akan makna spiritual dan sejarah perjuangan umat Islam di Jawa Barat.

“Nama Al Ihsan dipilih dengan pertimbangan filosofis. Ihsan dalam Islam berarti berbuat terbaik, baik kepada Tuhan maupun sesama,” tegas KH Athian dalam pernyataan tertulis, dikutip Minggu (6/7/2025).

Identitas Budaya atau Polemik Baru?

Gubernur Dedi mengemukakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun identitas baru yang lebih merefleksikan nilai-nilai budaya Sunda. Dalam konferensi pers yang digelar di Bandung pada Selasa (2/7/2025), ia menyatakan, “Orang Sunda itu welas asih. Nama ini lebih mudah dipahami masyarakat dan menciptakan brand baru.”

Namun pernyataan ini justru menuai tanggapan kritis. Menurut KH Athian, istilah Welas Asih justru bukan berasal dari bahasa Sunda sebagaimana diklaim oleh Gubernur.

“Saya sudah diskusi, ternyata ‘Welas Asih’ itu bukan dari bahasa Sunda, tapi bahasa Jawa. Ini perlu dikaji lebih dalam. Jangan membuat keputusan tanpa urgensi yang jelas,” ujarnya.

Rumah Sakit dan Jejak Perjuangan

KH Athian mengingatkan bahwa RSUD Al Ihsan memiliki akar sejarah kuat. Rumah sakit ini didirikan pada 1993 oleh Yayasan Al Ihsan sebelum diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Perubahan nama, menurutnya, seakan menghapus jejak perjuangan tokoh dan ulama yang terlibat dalam pendiriannya.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa meskipun rumah sakit ini membawa nama Islami, pelayanannya tidak diskriminatif. “Al Ihsan memang dari Islam, tapi pelayanan rumah sakit ini untuk semua golongan tanpa membedakan agama. Justru ini bukti bahwa nilai Islam sangat inklusif,” jelasnya.

Sorotan Terhadap Gaya Kepemimpinan Dedi

Dalam kritiknya, KH Athian juga menyinggung beberapa kebijakan kontroversial Gubernur Dedi sejak menjabat, termasuk wacana menjadikan Nyi Roro Kidul sebagai ikon pariwisata, program vasektomi sebagai syarat bansos, serta penghapusan bantuan untuk pesantren.

“Belum genap setahun menjabat, sudah membuat gaduh. Nama Al Ihsan sudah 32 tahun tidak pernah dipermasalahkan siapa pun. Kenapa sekarang diganti? Ada apa?” ujar KH Athian.

Ia juga memperingatkan soal potensi munculnya persepsi negatif terhadap Gubernur, yang dinilai terlalu condong pada budaya lokal tanpa memperhatikan harmoni dengan nilai-nilai agama.

“Wajar kalau muncul anggapan beliau anti-Islam, terlalu fanatik pada budaya Sunda, khususnya Sunda Wiwitan. Padahal Islam dan budaya Sunda bisa sejalan selama tidak bertentangan dengan syariat,” katanya.

Seruan untuk Fokus pada Substansi

Sebagai penutup, KH Athian meminta Gubernur untuk lebih fokus pada program-program strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Jabatan tidak lama. Fokus saja pada upaya menyejahterakan rakyat, jangan habiskan waktu dengan hal-hal yang bikin gaduh,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Jawa Barat Dedi Mulyadi FUUI Gubernur Jawa Barat Islam dan budaya Sunda KH Athian Ali kontroversi politik nama rumah sakit RSUD Al Ihsan Welas Asih
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu

Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan

Desak Evaluasi Otonomi Daerah, APKASI Nyaring Suarakan Revisi UU Nomor 23 Tahun 2014

Pelecehan Seksual

Demi Rujuk, Ayah di Bandung Barat Siksa Anak Kandung hingga Berdarah dan Direkam

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.