Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Datang dengan Kekuatan Pincang, Ini Susunan Pemain Lawan FC Seoul

Selasa, 15 September 2026 15:12 WIB

Eks Aspri Ridwan Kamil Diperiksa KPK Terkait Korupsi Pengadaan Iklan Rp222 Miliar

Selasa, 15 September 2026 15:01 WIB

300 SPPG di Bandung Hasilkan 50 Ton Sampah per Hari, Farhan Soroti Pengelolaannya

Selasa, 15 September 2026 15:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Datang dengan Kekuatan Pincang, Ini Susunan Pemain Lawan FC Seoul
  • Eks Aspri Ridwan Kamil Diperiksa KPK Terkait Korupsi Pengadaan Iklan Rp222 Miliar
  • 300 SPPG di Bandung Hasilkan 50 Ton Sampah per Hari, Farhan Soroti Pengelolaannya
  • Kebakaran Lahan 2,2 Hektare di Punclut Bandung Belum Padam, Asap Masih Kepung Permukiman
  • Serahkan Jabatan ke Suahasil Nazara, Purbaya Yudhi Sadewa Pilih Bungkam Cepat di Podium
  • Surga Kuliner Sukabumi: 11 Destinasi Rasa Legendaris yang Wajib Masuk Bucket List
  • Lagi Cari Tempat Healing? Ini 3 Wisata Air Panas Bandung yang Bikin Betah
  • Rentetan Aktivitas Seismik Guncang Selat Sunda hingga Selatan Jawa, Begini Penjelasan Pakar BMKG
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Nama RSUD Al Ihsan Diganti Welas Asih, FUUI: Tidak Ada Urgensi, Justru Bikin Gaduh

By Aga GustianaMinggu, 6 Juli 2025 17:46 WIB3 Mins Read
RSUD Al Ihsan
RSUD Al Ihsan. (Foto: Wikipedia)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuai kritik tajam setelah mengusulkan penggantian nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih. Kebijakan ini dinilai kontroversial dan memicu penolakan dari Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI).

Ketua Umum FUUI, KH Athian Ali M. Dai, menilai bahwa penggantian nama tersebut tidak memiliki urgensi yang jelas dan justru menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Ia menyoroti bahwa nama Al Ihsan sarat akan makna spiritual dan sejarah perjuangan umat Islam di Jawa Barat.

“Nama Al Ihsan dipilih dengan pertimbangan filosofis. Ihsan dalam Islam berarti berbuat terbaik, baik kepada Tuhan maupun sesama,” tegas KH Athian dalam pernyataan tertulis, dikutip Minggu (6/7/2025).

Identitas Budaya atau Polemik Baru?

Gubernur Dedi mengemukakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun identitas baru yang lebih merefleksikan nilai-nilai budaya Sunda. Dalam konferensi pers yang digelar di Bandung pada Selasa (2/7/2025), ia menyatakan, “Orang Sunda itu welas asih. Nama ini lebih mudah dipahami masyarakat dan menciptakan brand baru.”

Baca Juga:  Cegah Guru Dipidana, Dedi Mulyadi Wajibkan Orang Tua Bikin Surat Pernyataan

Namun pernyataan ini justru menuai tanggapan kritis. Menurut KH Athian, istilah Welas Asih justru bukan berasal dari bahasa Sunda sebagaimana diklaim oleh Gubernur.

“Saya sudah diskusi, ternyata ‘Welas Asih’ itu bukan dari bahasa Sunda, tapi bahasa Jawa. Ini perlu dikaji lebih dalam. Jangan membuat keputusan tanpa urgensi yang jelas,” ujarnya.

Rumah Sakit dan Jejak Perjuangan

KH Athian mengingatkan bahwa RSUD Al Ihsan memiliki akar sejarah kuat. Rumah sakit ini didirikan pada 1993 oleh Yayasan Al Ihsan sebelum diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Perubahan nama, menurutnya, seakan menghapus jejak perjuangan tokoh dan ulama yang terlibat dalam pendiriannya.

Baca Juga:  Efisiensi ala Dedi Mulyadi Dinilai Abaikan Sektor Riil, Ekonomi Daerah Bisa Terpukul

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa meskipun rumah sakit ini membawa nama Islami, pelayanannya tidak diskriminatif. “Al Ihsan memang dari Islam, tapi pelayanan rumah sakit ini untuk semua golongan tanpa membedakan agama. Justru ini bukti bahwa nilai Islam sangat inklusif,” jelasnya.

Sorotan Terhadap Gaya Kepemimpinan Dedi

Dalam kritiknya, KH Athian juga menyinggung beberapa kebijakan kontroversial Gubernur Dedi sejak menjabat, termasuk wacana menjadikan Nyi Roro Kidul sebagai ikon pariwisata, program vasektomi sebagai syarat bansos, serta penghapusan bantuan untuk pesantren.

“Belum genap setahun menjabat, sudah membuat gaduh. Nama Al Ihsan sudah 32 tahun tidak pernah dipermasalahkan siapa pun. Kenapa sekarang diganti? Ada apa?” ujar KH Athian.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Ogah Bahas Capres 2029: Fokus Saya Mah Kerja

Ia juga memperingatkan soal potensi munculnya persepsi negatif terhadap Gubernur, yang dinilai terlalu condong pada budaya lokal tanpa memperhatikan harmoni dengan nilai-nilai agama.

“Wajar kalau muncul anggapan beliau anti-Islam, terlalu fanatik pada budaya Sunda, khususnya Sunda Wiwitan. Padahal Islam dan budaya Sunda bisa sejalan selama tidak bertentangan dengan syariat,” katanya.

Seruan untuk Fokus pada Substansi

Sebagai penutup, KH Athian meminta Gubernur untuk lebih fokus pada program-program strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Jabatan tidak lama. Fokus saja pada upaya menyejahterakan rakyat, jangan habiskan waktu dengan hal-hal yang bikin gaduh,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Jawa Barat Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Eks Aspri Ridwan Kamil Diperiksa KPK Terkait Korupsi Pengadaan Iklan Rp222 Miliar

300 SPPG di Bandung Hasilkan 50 Ton Sampah per Hari, Farhan Soroti Pengelolaannya

Kebakaran Lahan 2,2 Hektare di Punclut Bandung Belum Padam, Asap Masih Kepung Permukiman

Serahkan Jabatan ke Suahasil Nazara, Purbaya Yudhi Sadewa Pilih Bungkam Cepat di Podium

gempa

Rentetan Aktivitas Seismik Guncang Selat Sunda hingga Selatan Jawa, Begini Penjelasan Pakar BMKG

Bukan Cuma Punclut, Api Juga Mengamuk di Paseh dan Pacet Kabupaten Bandung

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.